Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 50 - Tragedi di malam pesta


__ADS_3

Bab 50


Tragedi di malam pesta


Untuk menyambut dan merayakan kelahiran anak yang selama ini di nantikan. Arga membuat sebuah pesta yang sangat meriah. Rumah di hiasi dengan berbagai pernak pernik juga lampu yang berkilauan. Bahkan menyewa jasa yang mahal untuk menyempurnakan pestanya.


Semua orang gembira menyiapkannya.


Tiara dan Reyna berada di kamar dan menyiapkan gaun yang akan di pakai Reyna di malam nanti.


"Nyonya... Anda terlihat sangat cantik"


Reyna melihat dirinya di pantulan cermin yang terlihat besar, sehingga seluruh badannya terlihat sempurna. Lalu dia mengambil sesuatu dari tempat penyimpanan benda berharganya.


"Tiara... Terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan untukku. Menjagaku dan selalu di sisiku. Ambilah ini, kalung ini adalah warisan turun temurun dari keluargaku untuk anak gadis mereka. Kamu sudah aku anggap seperti adikku, aku ingin kamu menyimpannya untukku. "


" Nyonya... Kenapa anda memberikan kalung ini padaku? Benda ini sangat berharga untuk nyonya. "


" Justru karena ini sangat berharga, aku ingin kamu untuk menjaganya dan memilikinya."


"Nyonya..."


"Ambillah... Jika suatu saat kita berada di tempat yang berbeda kenanglah kalung ini untuk mengingatku."


"Nyonya... Aku tidak akan pergi kemana pun, aku akan tetap disini."


"Tiara... Hakikatnya manusia itu semua akan mati. Bahkan sebelum itu terjadi, Kamu sebagai seorang perempuan suatu saat juga akan menikah."


Reyna menggenggam tangan Tiara yang memegang kalung pemberian Reyna.


Malam pesta pun tiba. Tamu undangan berdatangan hadir. Begitu banyak tamu undangan yang Arga undang untuk hadir di pesta itu. Tak terkecuali Sarah dan keluarga besar Reyna. Hanya Reyhan yang berangkat terpisah sendiri. Pasalnya Reyhan sudah tinggal di apartemen tanpa memberitahu keluarganya. Dia hanya mengatakan ada urusan bisnis.


Acara demi acara berlangsung sangat meriah. Terlebih Arga yang merasakan kebahagiaan yang begitu besar.


Orang yang menjadi alasan pesta itu di gelar sudah terlelap tidur. Ya tuan muda kecil sudah tidur. Reyna memanggil Nayla untuk segera menidurkannya di kamar agar tidak terganggu. Sedangkan Tiara sibuk menemani tamu undangan.


Tatapan nanar dari seseorang yang berada di sebrang Tiara terus memperhatikan nya.


Bukannya Tiara tidak mengetahui hal itu. Hanya dia merasa itu buang waktu dan percuma.


Sarah... Di mana Sarah? Dia berada dengan berjuta rencana jahatnya di suatu tempat di rumah itu.


"Kali ini aku akan membuat kejutan yang sangat menggemparkan di rumah ini." Ucap Sarah.


Bayi mungil sedang terlelap tidur dengan wajah tanpa dosa di dalam kamarnya sendirian. Sedangkan Nayla berada di luar kamar untuk terus menjaganya. Tiba-tiba ada seorang art yang memanggil Nayla.


" Kak Nayla, kak Tiara memanggil anda."


"Oh iya aku titip dulu, tuan muda sedang tidur di dalam."


"Baiklah.."

__ADS_1


Bukkk!


Art yang di minta Nayla untuk menjaga bayi pingsan karena di pukul oleh seseorang dari belakang.


"Tiara .. Apa kamu perlu sesuatu?"


"Nayla... Kamu sedang apa disini? Siapa yang menjaga tuan muda di atas?"


"Art tadi mengatakan kamu sedang mencariku."


"Nayla..!"


Tiara nampak cemas dan langsung berlari ke atas. Reyna melihat Tiara yang berlari dengan cemas dan mengikutinya. Sebelum Tiara sampai di kamar tuan muda, terdengar kegaduhan dan suara orang berteriak.


"Api....! Api...! Kebakaran...!"


Reyna segera mempercepat jalannya.


Semua orang yang mendengar keributan itu berlarian kalang kabut dan sibuk menyelamatkan diri. Dengan begitu banyaknya tamu undangan sehingga akses untuk keluar pun terhambat.


Tiara melihat asap yang keluar dari kamar tuan muda nya.


" Tuan muda...! "


Besarnya api yang berkobar dan asap yang tebal tidak Tiara hiraukan. Kemudian Tiara masuk untuk segera menyelamatkan bayi Reyna. Dalam kurangnya penglihatan Tiara karena asap hitam, akhirnya bisa menemukan bayinya. Tapi saat akan keluar, lemari berbahan kayu yang terbakar hampir jatuh menimpa Tiara.


"Anakku! Anakku! Anakku di dalam!"


"Tuan... Tiara ada di dalam menyelamatkan tuan muda."


"Apa???"


Reyhan segera mengambil kain dan membasahinya lalu masuk menyelamatkan Tiara.


"Tiara... Tiara...!"


"Aku disini" mereka segera keluar dari kobaran api yang semakin membesar.


Reyna segera mengambil bayinya dari tangan Tiara.


"Anakku! Anakku!"


Semua orang panik dan berusaha terus memadamkan api. Tiara membawa Reyna ke tempat yang lebih aman.


Reyna melihat anaknya dengan ketakutan.


"Anakku! Tiara kenapa dia tidak menangis! Anakku! Dia tidak bernafas!.Anakku...! Uhu... Hiks.. Hiks.. " Reyna menangis sejadi jadinya.


Tragedi malam itu menjadi malam yang sangat pilu dan menyedihkan. Reyna harus kehilangan buah hatinya. Kejadian itu membuat Reyna sangat terpukul dan kehilangan akal sehatnya. Dia terus menerus memeluk jasad buah hatinya dan tidak membiarkan orang lain mendekatinya.


"Pak Arga, kepolisian yang menyelidiki kasus ini akan melaporkan hasil investigasi nya." Reyhan datang bersama Doni yang mengambil alih kasus itu.

__ADS_1


" Selamat siang pak Arga. Penyebab kebakaran yang terjadi karena bensin yang di siramkan secara menyeluruh di ruangan sehingga menyebabkan api mudah menyebar. Juga karena banyak barang yang mudah terbakar. Hal ini bukan karena kecelakaan tetapi ada orang yang sengaja membakarnya. "


Doni menjelaskan dengan detail semua hasil investigasi nya.


" Bensin dan sengaja membakarnya? Temukan orang yang menjadi dalang semua ini dan hukum dia dengan seberat beratnya. " pinta Arga dengan penuh penekanan.


Arga menatap pilu istrinya yang terus memeluk dan mengelus bayinya dengan tatapan kosong. Arga mendekati Reyna, yang membuatnya terlonjak kaget dan menatap Arga dengan ketakutan dan berlinang air mata.


"Istriku... Putra kita sudah tiada. Kamu harus tegar, ya?" Lalu Arga memeluk Reyna untuk menenangkan nya. Dan memberi isyarat kepada Nayla untuk segera membawa jasad putranya keluar. Reyna menyadarinya dan hendak mengambil anaknya kembali.


"Anakku! Jangan ambil anakku!"


"Istriku...! Istriku...! Reyna..!"


"Kamu...! Ini semua gara gara kamu mas... ! Aku kehilangan anakku hiks.. Hiks.. Hiks.. kamulah penyebabnya.! Kembalikan! Kembalikan anakku.! Aaaa...."


"Tiara cepat ambilkan tali, Tiara!"


Tiara yang dari tadi berada di sana, hanya menyaksikan semua yang terjadi tanpa melakukan apa-apa. Dia melihat dengan tatapan kosong dan penuh air mata. Kesedihan yang Reyna alami menjadi satu pukulan yang besar untuknya.


Arga mengikat Reyna yang berontak dan mencoba menyiksa dirinya sendiri.


Kondisi yang sangat, sangatlah menyedihkan. Reyna tidur tengkurap dengan badan terikat, jika tidak dia akan mencoba menyakiti dirinya sendiri. Tidak ada lagi senyum yang terpancar di wajahnya. Hanya ada keputus asaan.


Hari-hari berlalu Reyna mulai tenang kembali, tapi tidak banyak kata yang dia ucapkan. Hanya terbaring di tempat tidur.


"Nyonya...".


Hanya dengan Tiara dan Nayla lah Reyna akan berbicara.


"Tiara... Aku ingin makan kue beras"


"Baik nyonya, saya akan menyuruh art untuk membuatkannya."


"Tidak Tiara, aku ingin kue beras buatan mu dan Nayla. Tolong buatkan untukku sekarang."


"Tapi nyonya anda... "


"Aku akan baik-baik saja, pergilah.."


Dengan berat hati Tiara dan Nayla meninggalkan Reyna di kamarnya sendirian.


Setelah kedua asisten nya itu pergi, Sarah masuk ke kamar dan menemani Reyna. Dia duduk di tepi ranjang sedangkan Reyna tidur membelakangi Sarah.


"Nyonya... Anda harus segera sehat. Ayah dan ibu sangat mengkhawatirkan nyonya."


Tak lama, terlihat Sarah keluar dari kamar Reyna dengan senyumannya yang licik. Dan sekali lagi melihat ke arah Reyna yang membalikkan badannya dan meneteskan air mata tanpa bicara.


****


Jangan lupa kasih like, vote, favorit, hadiah juga komentar nya ya... 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2