
Layung senja menyelimuti langit menandakan hari sudah sore dan tanda malam akan segera tiba.
"Huammmm... akhirnya selesai juga. Pekerjaan ini sangat menguras tenagaku." ucap Tiara.
Dia segera membereskan perlengkapan kerjanya dan siap-siap untuk pulang.
"Tiara, kamu mau langsung pulang?."
"Iya...."
"Pulang bareng yuk...! Sekalian nebeng he he aku tidak membawa motor tadi harus di simpen di bengkel. Boleh ya... ?," rayu Rena.
"Boleh...." setuju Tiara.
Mereka berdua keluar kantor dan pulang bersama. Tiara mengantarkan Rena pulang ke rumahnya, kemudian berlalu menuju rumah kontrakan nya.
Selama ini Tiara tinggal di sebuah rumah kontrakan yang standar, cukup untuk dia tinggal sendiri. Kontrakan di daerah tempat yang nyaman dan strategis juga murah.
Setelah sampai rumah, Tiara langsung membersihkan diri dan siap-siap untuk tidur setelah makan malam terlebih dahulu.
Sebelum tidur Tiara menatap sedih sebuah bingkai foto dirinya dan kakak nya. Di foto itu dia dan kakak nya tersenyum sangat bahagia. Tidak terasa, air mata menetes jatuh di pipinya. Dia segera menghapus air matanya dan mengepalkan kedua tangannya dengan penuh amarah.
"Kakak ... Aku berjanji, aku akan menemukan orang yang telah membunuh kakak. Orang yang telah menghancurkan kebahagiaan kita. Aku akan membuat hidup orang itu menderita dan menerima balasan yang setimpal atas apa yang dia lakukan pada kakak."
Flashback
__ADS_1
Tiga tahun yang lalu...
Tiara dan kakaknya yang bernama Tina hidup bahagia. Kakaknya adalah tulang punggung keluarga karna waktu itu Tiara masih sekolah di jenjang SMA. Jadi semua kebutuhan dan biaya hidup di tanggung oleh Tina.
Tina bekerja di kota dan dia pulang ke rumah tempat tinggalnya dan Tiara di desa satu minggu sekali. Tina bekerja di perusahaan yang kini Tiara bekerja disana yaitu ARGO grup.
Tina seorang karyawan yang rajin di perusahaan itu. Dia baik kepada setiap orang dan orang pun memperlakukan nya dengan baik juga.
Hingga suatu saat... Tiba-tiba Tiara mendengar kabar dari perusahaan bahwa kakaknya itu sudah meninggal karena bunuh diri.
Bagai tersambar petir di siang bolong, Tiara harus menerima kenyataan kematian kakaknya nya yang tidak wajar. Dia tidak bisa menerima kalau kakaknya itu dikatakan meninggal karena bunuh diri setelah di ketahui bahwa kakaknya itu hamil di luar nikah.
Satu hari setelah kabar itu polisi datang ke rumah Tiara di desa dengan membawa jenazah kakak nya untuk di kebumikan.
"Kakak...! Kenapa kakak meninggalkan aku? Kakak....!!!!" Tiara menangis sejadi-jadinya.
Waktu sekarang...
Dengan banyaknya kejanggalan Tiara tetap pada prasangka nya kalau kakak nya itu meninggal karena di bunuh. Dan semenjak itu dia bertekad akan mencari kebenaran nya. Hingga tibalah di kota yang dia tinggali sekarang.
" Tiara...! Tiara... ayo kejar kakak... Ayo Tiara...!"
"Kakak tunggu aku, aku akan mendapatkan kakak ya..."
"Tiara..."
__ADS_1
"Kakak... Kakak dimana? Aku tidak bisa melihat kakak... Kakak..."
Tiara melihat kakaknya sedang berdiri di tepi jurang. Tiara ingin lebih mendekati Tina tapi kakinya tidak bisa bergerak.
"Kakak apa yang sedang kakak lakukan? Kenapa kakak berdiri di sana?."
"Kakak ... Kakak...!."
Tiara terus memanggil manggil kakak nya, akan tetapi Tina tidak menjawab bahkan tidak menoleh sedikit pun.
"Kakak kemari nanti kakak bisa jatuh... Kakkakkkkkkk....!!!!"
Tiara berteriak dan terbangun dari tidurnya.
"Hah... Hah... Hah...! Ini hanya mimpi!."
Tiara segera mengambil air dan meminumnya lalu mengusap keringat yang membasahi wajahnya.
"Waduh! sudah pagi, kenapa alarm nya tidak berbunyi ya??"
Tiara langsung bergegas mandi dan siap-siap pergi bekerja.
*****
Jangan lupa kasih like, vote, favorit dan komen nya ya kak... Terima kasih atas dukungannya 🙏
__ADS_1