Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 68 - Satu atap


__ADS_3

Ting tong ting tong!


Pagi-pagi suara bel pintu rumah Tiara berbunyi. Nayla membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


"Selamat pagi Nona."


"Pagi! Ini bawakan koper ku. Dimana mas Arga?."


Ya... Yang bertamu pagi-pagi sekali adalah Alina istri kedua tuan rumah itu.


"Tuan ada di atas, saya akan memberi tahu tuan dulu."


"Baiklah, jangan lama ya."


Di kamar...


"Mas ... Jangan seperti ini. Kita turun ke bawah sarapan dulu."


Arga sedang asyik bermain dengan benda kesayangannya yang ada di tubuh Tiara. Dita terus menggerayangi tubuh Tiara. Di saat Arga akan membuka pakaian Tiara ketukan pintu membuatnya menghentikan aktifitasnya.


Tok tok tok!


" Ckk mengganggu saja!." umpat Arga.


" Tuan ... Di bawah ada tamu."


"Siapa Nayla?." tanya Tiara.


"Nona Alina."


Tiara dan Arga saling berpandangan. Lalu Tiara keluar kamar hendak menemui Alina di ikuti oleh Arga yang berada di belakang Tiara.


"Alina...!."


Tiara menyapa Alina yang sedang duduk di ruang tamu.


"Hai Tiara."


Alina melihat kedatangan Tiara dan Arga yang berjalan bergandengan tangan menuruni tangga. Lalu memalingkan wajahnya.


"Alina, kenapa kamu ada disini?." tanya Arga.


"Mas Arga ... Kamu meninggalkan aku sendiri di malam pertama kita. Kamu sangat tega!."


Alina menghampiri Arga dan menggandeng tangan Arga lalu bersikap manja.


"Alina, maaf semalam aku ingin pulang ke rumah dan tidur dengan istriku."


"Mas ... Sekarang aku juga istrimu, iya kan Tiara?."


Di balas dengan anggukan dan senyum kecil Tiara.


"Mas Arga, kamarku dimana? Maksudku kamar kita dimana?."


Alina bergelayut manja sehingga membuat Arga risih karena Tiara ada di depannya menyaksikan perlakuan Alina.


"Mulai hari ini aku akan tinggal disini, boleh kan Mas?."


Tiara terdiam. Lalu Alina mendekati Tiara dan membujuk agar dia di izinkan untuk tinggal satu atap dengan Tiara.


"Alina dengar, kamu tidak bisa tinggal disini. Ini rumahnya Tiara. Aku akan mencarikan rumah baru untukmu, tapi bukan disini." tegas Arga.


"Mas Arga, aku tidak mau tinggal sendiri. Kalau aku tinggal disini pasti rame, karena aku lihat disini banyak orang. Ya Mas ya?."


"Nanti di rumahmu juga akan aku kirim beberapa orang untuk bekerja disana."

__ADS_1


"Benarkah Tiara aku tidak boleh tinggal disini?."


Tiara merasa bingung. Apakah dia akan membiarkan madunya tinggal satu atap dengannya. Atau harus membiarkan dan tidak memperdulikan keinginan Alina itu.


"Ya sudah, kalau kalian tidak mau aku tinggal disini. Aku akan pulang sekarang."


Nada kecewa dan sedih Alina membuat hati Tiara merasa tidak tega.


"Tunggu Alina!. Kalau kamu mau tinggal disini, aku tidak akan keberatan."


"Benarkah Tiara?."


Alina memeluk Tiara dengan kegirangan. Tapi Arga terlihat tidak setuju dan pergi meninggalkan mereka berdua. Tiara menyadari ketidak sukaan keputusan Tiara itu.


"Nayla...."


Tiara memanggil Nayla yang sedari tadi mengintip di belakang dinding dapur. Lalu segera menghampiri Tiara.


"Nayla, tunjukan jalan kepada Alina kamar untuknya."


"Baik... Silahkan Nona."


Nayla menuntun Alina menuju kamar tamu.


Saat akan memasuki kamar Alina bertanya kepada Nayla,


"Siapa namamu?."


"Saya Nayla Nona."


"Sudah lama bekerja disini?."


"Iya.... Ini kamar anda, jika memerlukan sesuatu silahkan panggil saya atau art yang lain."


"Aku disini bukan tamu, aku tidak akan sungkan kok."


"Tunggu! Kamu bereskan dulu baju-bajuku!."


Nayla menatap Alina tidak percaya. Lalu menuruti perintah Alina yang sekarang menjadi majikannya juga.


Tiara melihat suaminya yang sedang berdiri di balkon lalu menghampirinya.


"Mas ... Ini sarapan nya aku bawa kesini."


Arga hanya menoleh sebentar lalu berpaling lagi. Tiara tersenyum kecil.


"Ya sudah, kalau Mas tidak mau sarapan. Aku akan makan makanan ini sendiri."


Tiara langsung memasukan beberapa makanan ke mulutnya. Tiara menikmati menu sarapan nya itu. Namun Arga masih tidak berkutik. Tiara beranjak dari kursi lalu mendekati Arga.


"Mas ...."


Tiara memainkan jarinya menusuk nusuk tangan Arga. Lalu Arga meraih tangan Tiara dan merangkul pinggangnya.


"Tiara, dengarkan aku. Entah apa yang kamu pikirkan sekarang. Keputusan kamu membiarkan Alina tak tinggal disini adalah salah, salah besar!."


Tiara tersenyum dan mengelus dada Arga lalu berkata,


"Baiklah Mas, sebenarnya aku juga sedikit keberatan dengan itu. Tapi sekarang dia sudah terlanjur kesini. Untuk sementara waktu biarkanlah Alina tinggal disini dulu. Kedepannya kita minta dia untuk pindah lagi. Ya?."


Keromantisan Arga dan Tiara terlihat oleh Alina dari jendela kamarnya yang ada di lantai bawah. Alina mengepalkan tangannya dan cemburu.


" Mas, sekarang kita sarapan dulu. Yuk."


"Kali ini aku akan menjadikanmua sarapan pagiku hem."

__ADS_1


Arga tersenyum nakal sambil langsung nyosor b*bir Tiara. Adegan itu berlanjut sampai adegan panas. Arga memangku Tiara dan meletakkannya di meja kemudian Arga akan melakukan aksinya tapi Tiara cegah.


" Mas! Jangan disini."


Arga membujuknya dengan nafas berat.


"Tidak apa-apa Tiara, tidak akan ada orang yang melihat kita."


"Mas!."


Lalu Arga menggendong Tiara dengan bibir mereka yang terus menempel. Alina yang menyaksikan nya semakin geram dan dia tersenyum licik.


Pergulatan Arga dan Tiara semakin panas. Suara demi suara yang membuat ga*rah terdengar keras di kamar itu. Apalagi saat keduanya mencapai puncak secara bersamaan.


Saat Tiara dan Arga sedang beristirahat dari aktifitas nya barusan, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar lalu...


CEKLEK!


Pintu kamar pun terbuka. Kedua penghuni kamar itu pun terkesiap kaget karena ada orang yang berani membuka pintu mereka tanpa izin. Karena selama ini art bahkan asisten pribadi pun tidak berani jika tuan rumahnya tidak mengizinkan.


Memang tidak ada sopan santunnya. Alina muncul dan hampir masuk ke kamar Tiara. Tapi saat dia melihat keadaan Tiara dan Arga yang sedang berada di kasur dengan hanya berlapis selimut. Alina pura-pura membalikkan tubuhnya lalu meminta maaf.


"Maaf! Maaf! Aku tidak sengaja. Aku tidak melihat apa-apa kok!."


"Alina! Apa yang kamu lakukan disini?."


Tiara sibuk memakai pakaian nya, sedangkan Arga masih duduk di kasur dan mengomeli Alina.


"Mas, ini cepat pakai bajumu."


Arga melihat Tiara dan menunjuk ke arah Alina lalu berbisik,


"Lihatlah, ini yang tidak aku inginkan."


Tiara memberikan baju Arga untuk segera di pakai. Lalu segera menghampiri Alina dan mengajaknya keluar kamar tidak lupa langsung menutup pintu.


"Ada apa Alina? Apa kamu memerlukan sesuatu?."


"Oh tidak Tiara. Aku hanya ingin melihat lihat rumah ini. Dan aku tidak tau kalau kamar ini kamar kalian."


"Kamu sudah sarapan?."


"Belum."


"Ya sudah, lebih baik kita sarapan dulu di bawah." ajak Tiara.


"Dulu aku dan mas Arga sering bermain bersama. Bahkan karena kedekatan kami orang sering salah paham pada kami. Aku tidak menyangka sekarang kami menjadi suami istri."


Sambil berjalan menuju meja makan Alina terus berbicara panjang lebar, tiara hanya menyimaknya tanpa merespon pembicaraan Alina.


" Dulu ketika masih kecil mas Arga sering menggodaku, kalau aku tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dengannya. Hi hi sekarang memang kenyataannya begitu."


Tiara menyiapkan piring untuk Alina.


"Kamu mau makan apa Alina?."


"Wah ... Soto ayam! Ini kesukaan aku juga kesukaan mas Arga!. Apa kamu yang membuatnya Tiara?."


"Tidak. Art yang memasaknya."


Tiara memperhatikan Alina yang sedang lahap memakan sarapan nya. Tiara menatap dengan intens, seolah ada sesuatu yang sedang Tiara pikirkan.


*****


Selamat membaca...

__ADS_1


Dukungan kalian sangat author harapkan 🙏


__ADS_2