Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 41 Kejam!!


__ADS_3

Sarah berkeliling dan mencari keberadaan Tiara. Dia ingin memastikan jika Tiara memang sudah kembali ke rumah itu, dan benar saja... terlihat Tiara sedang menyiram tanaman di halaman belakang.


"Tiara? Bagaimana dia bisa kembali ke rumah ini? Bagaimana jika Reyhan melihatnya lagi? Dan bagaimana jika Reyhan semakin tidak bisa melupakan Tiara.... Kamu memang batu penghalang ku Tiara." Sarah mengepalkan tangannya.


"Sarah... kenapa kamu ada disini? Nyonya sedang mencarimu."


Nayla merasa aneh yang melihat Sarah bergumam sendiri lalu memintanya untuk segera masuk, setelah itu Nayla manghampiri Tiara.


"Tiara, aku merasa ada sesuatu yang berbeda dengan Sarah. Sebelum menikah dia orang yang sangat aku kagumi. Dia lembut, sopan tapi sekarang dia seperti orang yang berubah."


"Orang tidak akan berubah secepat itu. Kalau sudah berubah mungkin dulu dia tidak menampakkan sifat aslinya."


"Yang kamu bilang benar, Sarah tidak pernah mau menjadi asisten. Sekarang dia hanya menunjukan siapa dirinya yang sebenarnya."


"Kamu baru berumur berapa...? setiap hari mengeluh dan menghela nafas. Hati-hati cepat tua lho...." Canda Tiara.


Reyhan dan Sarah segera pamit pulang. Sepanjang di perjalanan Sarah terus melamun, banyak pikiran yang berkecamuk di hatinya.


"Sarah, kamu kenapa? Apa kamu ingin mampir ke restoran dulu?."


"Tidak... aku tidak lapar, kita langsung pulang saja."


Tak lama, sampailah di rumah kediaman mereka.


Malam pun tiba. Seperti biasa Reyhan akan menghabiskan waktu sebelum tidur di ruang kerjanya. Sarah memperhatikan dari lantai atas lalu ada seorang pelayan wanita yang memasuki ruang kerja Reyhan.

__ADS_1


" Wanita itu! dia selalu berusaha mendekati Reyhan."


Pagi harinya, terjadi satu keributan yang menggemparkan di rumah itu.


"Cepat kamu mengaku! , apa yang kamu curi dari tempat kerja tuan?." interogasi Sarah.


"Tidak nyonya... saya tidak mengambil apa-apa, saya hanya membereskan nya saja." pelayan membela diri sambil menangis.


"Bohong! Kamu sudah berani mencuri di rumah ini, terima Hukuman mu!".


"Pukuli dia sehingga mengaku!." Sarah memerintah dengan angkuhnya.


"Ampun nyonya... ampun! saya tidak bersalah nyonya... ampun!."


Sore hari Reyhan pulang dari kantor.


Kepala pelayan mengabari kalau ada salah satu pelayan yang di hukum karena di duga mencuri. Yang lebih mengejutkan hukuman yang di berikan adalah dengan menc*but semua kukunya, dan di lakukan oleh Sarah sendiri. Kabar itu membuat Reyhan terkejut lalu menghampiri pelayan yang di hukum tersebut.


"Sebelah sini tuan."


Kepala pelayan menunjukkan tempat pelayan itu berada. Reyhan melihat keadaan pelayan tadi dan terkejut, betapa mengerikan siksaan yang di terima pelayan itu.


"Segera bawa ke dokter untuk terus di obati dan suruh dia untuk istirahat."


"Pak Reyhan...."

__ADS_1


Terdengar suara pelayan itu memanggil dan menghampiri Reyhan. Dia memberikan jam tangan pemberian Tiara lalu segera mengambilnya.


"Kenapa jam tangan ini ada padamu?."


"Ketika saya membersihkan kasur, tidak sengaja memungut jam tangan ini. Nyonya pasti salah paham, barulah marah seperti itu. Lalu ketika dia tidak memperhatikannya saya langsung menyimpannya."


"Tadi nyonya memukulmu, kenapa kamu tidak mengeluarkannya?."


"Tuan menyimpannya di bawah bantal dengan hati-hati, pasti sangat menyayanginya. "


" Terima kasih. "


" Pak Reyhan... saya tau saya berbuat salah pada anda, tapi mohon pak Reyhan jangan menjual saya. "


Lalu Reyhan teringat saat Tiara selalu memanggilnya seperti pelayan itu.


" Pak Reyhan... pak Reyhan...."


Panggilan itu terngiang ngiang di telinga Reyhan.


" Pak kepala pelayan, obati dia sehingga sembuh dan untuk nyonya jangan biarkan dia memasuki ruang kerjaku."


"Baik tuan."


Reyhan benar-benar geram dan tidak menyangka Sarah akan sekejam itu.

__ADS_1


__ADS_2