Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 73 - Ke pergok


__ADS_3

Di sebuah hotel di kota hujan terdengar suara suara yang membuat bulu roma orang yang mendengarnya berdiri. Erangan dan de*ahan terdengar keluar sangat keras membuat orang yang melewati kamar itu merasa tertarik seakan ingin juga melakukannya.


"Ouh aaaahh sayang ayooooo...! Ayo teruuuuus emmm ahh...!."


"Permainnanmu sangat nikmat Alina."


Setelah pelepasan, Arga duduk di sofa dan Alina berasa di atasnya. Pantas saja Tiara selalu gagal menghubungi suaminya itu. Ternyata waktu itu Arga pergi keluar kota di temani Alina.


Sampai saat ini mereka belum kembali pulang. Arga melihat ponselnya dan melihat beberapa panggilan Tiara yang tidak terangkat. Lalu segera menghubungi Tiara.


Sekarang giliran telpon Arga yang tidak di angkat Tiara. Hal itu membuat Arga merasa tidak enak hati dan memutuskan untuk segera kembali pulang.


Akhirnya Nayla pulang dari rumah sakit.


"Nayla, mulai sekarang kamu harus lebih menjaga dirimu. Jangan bekerja dulu istirahatlah."


"Tiara, aku tidak semanja itu. Lagi pula aku tidak apa-apa."


Tiara dan Nayla memasuki rumah dengan bergandengan tangan.


"Bi, Tuan Arga ada?."


"Nona, tuan belum pulang dari luar kota."


Tiara berpikir sejenak lalu bertanya lagi pada salah satu asisten rumahnya itu.


"Alina ada di rumah?."


"Nona Alina juga belum pulang."


"Memangnya Alina kemana, Bi?."


Sebelum pertanyaan Tiara terjawab. Terdengar suara mobil Arga terparkir di depan rumah. Kemudian Tiara segera menghampiri suami yang 5 hari ini tidak dia temui.


Tiara berdiri di depan pintu menunggu suami yang di nantikan turun dari mobil. Akhirnya keluarlah orang yang di nanti itu.


"Mas ...!."


Tiara memanggil Arga dengan penuh semangat. Arga menoleh sekilas dan tersenyum, lalu menuju pintu mobil sebelahnya dan membuka pintunya di susul dengan Alina yang turun dari sana.


Senyum Tiara yang menghiasi pipinya langsung menghilang seketika melihat adegan di depannya. Alina bergelayut manja di tangan Arga. Mereka berjalan berbarengan di hiasi dengan senyuman berdua.


"Hai Sayang ...."


Ketika mendekati Tiara Arga melepaskan tangan Alina dan segera memeluk Tiara dan mendaratkan bertubi-tubi ciuman di wajah Tiara.


"Aku sangat merindukanmu Tiara. Maaf, aku harus pulang terlambat karena pekerjaanku yang baru selesai."


"Tidak apa-apa, syukurlah Mas sudah pulang."


Arga merasa heran dengan Tiara yang kembali menyebutnya dengan panggilan "Mas".


Sepulang Arga dari luar kota kedekatan antara Arga dan Alina semakin nampak. Meskipun pada malam hari Arga belum pernah tidur di kamar Alina, tapi mereka terkadang melakukan itu jika ada waktu tanpa sepengetahuan Tiara.

__ADS_1


Sehingga pada satu malam ...


Tiara hendak memanggil Arga yang sedang berada di ruang kerjanya. Dari luar pintu Tiara mendengar suara yang biasa dia keluarkan saat bersenang-senang dengan Arga.


Tiara sempat ragu untuk lebih mendekati ruangan itu, tapi dia mencoba memberanikan dirinya untuk melihat dari celah pintu yang sedikit terbuka.


Deg!!


Saking terkejutnya melihat pemandangan yang Tiara lihat di ruangan itu, dia tidak sengaja mendorong pintunya sehingga mengeluarkan suara decitan pintu.


Tiara langsung menyadarinya dan segera pergi dari sana. Arga melihat Tiara yang pergi dengan tergesa-gesa dan segera mengejarnya dan tidak memperdulikan Alina yang belum selesai dengan hajatnya.


"Mas mau kemana? Mas!."


Arga berhasil mengejar Tiara dan meraih tangannya.


" Tiara! Tunggu. Aku akan menjelaskan semuanya."


"Mas Arga tidak perlu menjelaskan apapun. Aku sudah mengerti. Maaf, aku tidak sengaja melihatnya. Seharusnya aku tidak pergi kesana."


"Tiara ...."


"Mas Arga, aku adalah istrimu. Alina juga istrimu. Kalian berhak jika ingin melakukannya. Kalian jangan menjadikanku sebagai orang jahat yang akan mencegah kalian. Tidak Mas."


"Tiara maaf, aku tidak memberitahumu sebelumnya kalau kami sudah mulai berhubungan dan melakukannya."


"Huammmm ... Beberapa hari ini aku kurang tidur karena harus menjaga Nayla di rumah sakit. Aku akan pergi beristirahat. Selamat malam."


Tiara bersikap datar dan segera meninggalkan Arga. Kemudian Alina menghampiri Arga yang berdiri seperti patung.


"Alina, apakah kamu merasa cemburu ketika aku bersama Tiara?."


Arga bertanya kepada Alina sambil terus menatap Tiara yang menghilang di pintu kamarnya.


"Tentu saja Mas! Aku sangat merasa cemburu. Aku kan sangat mencintai kamu Mas. Kalau seseorang yang tidak pernah cemburu, berarti dalam hatinya tidak ada rasa cinta."


Pandangan Arga beralih arah saat mendengar tutur Alina, lalu memikirkan sesuatu.


"Aku pergi istirahat dulu."


Arga segera beranjak meninggalkan Alina yang berteriak mengajaknya tidur bersama tapi tidak di hiraukan Arga.


Arga melihat Tiara yang sedang tertidur meringkuk membelakanginya. Lalu dia menghampiri Tiara dan berlutut di bawah. Arga menatap wajah wanita yang di cintai nya itu nampak terlihat teduh dan tegas.


Arga mengelus pipi Tiara dan berpikir bahwa selama ini dia tidak pernah mengetahui isi hati istrinya itu. Dia menyadari bahwa pada awalnya pernikahan mereka hanya karena wasiat dari Reyna mendiang istrinya dulu.


Arga takut jika suatu hari, dia akan mengetahui kenyataan bahwa Tiara sama sekali tidak mencintainya. Lalu Arga berbaring di samping Tiara dan memeluk istrinya itu. Tanpa terasa Arga meneteskan air matanya, dia takut kehilangan Tiara.


Pagi hari, rumah Tiara kedatangan tamu seorang laki-laki. Arga melihat tamu itu dari atas dan merasa penasaran. Dia menerka nerka siapakah gerangan tamu yang sedang duduk di ruang tamunya itu.


"Ada siapa Mas?."


Tiara bertanya saat Arga seperti seekor kucing yang mengintip tikus.

__ADS_1


"Aku tidak tau, ayo kita lihat."


"Selamat pagi Pak Arga."


Tamu itu adalah Doni dia langsung berdiri dan menyapa tuan rumah yang sedang dia kunjungi itu.


"Selamat pagi, ternyata anda Pak Doni. Ada informasi apa sehingga pagi-pagi sekali anda ke rumah ku?."


Doni menyapa Tiara dengan senyuman. Dia menyadari kalau Tiara masih mengenalnya.


"Maaf Pak, atas kedatangan saya yang tiba-tiba dan tidak memberithu anda terlebih dahulu."


"Ya, katakanlah ada apa?."


"Saya kesini ingin menemui nona Nayla."


Arga dan Tiara terkejut lalu saling pandang.


Tiara merasa hawatir dan takut terjadi sesuatu kepada Nayla.


"Kesalahan apa yang di lakukan asisten pribadi istriku itu?."


"Dia telah menjadi seorang pencuri."


Doni tersenyum kecil.


"Apa?!."


"Bi, tolong panggilkan Nayla."


Perintah Tiara.


Tidak lama Nayla sudah berada di antara mereka karena sedari tadi dia sudah mengintip di balik dapur. Lalu Tiara merangkul sahabatnya itu dan berkata,


"Tidak mungkin Nayla mencuri. Mungkin anda sudah salah paham."


"Tiara...."


Nayla menatap Tiara dan menggelengkan kepalanya mengisyaratkan bahwa tidak ada yang terjadi.


"Maaf Pak Arga, Nona Tiara. Kalian yang sudah salah paham. Sebenarnya bukan barang yang Nayla curi tapi hatiku."


Ya, sejak terakhir kali Tiara melihat Doni di pesta pernikahan Arga dan Alina. Ternyata jauh hari Doni dan Nayla sudah berhubungan dekat. Hanya saja Nayla tidak pernah memberitahu Tiara. Karena dia merasa itu bukan suatu hal yang penting untuk di ketahui Tiara.


Selama ini mereka berhubungan hanya lewat ponsel. Nayla selalu melarang Doni saat ingin mengunjunginya di rumah itu.


Tapi sekarang Doni memberanikan dirinya untuk datang ke rumah itu dan menyatakan niatnya kepada tuan rumah yang Nayla bekerja disana. Selain itu dia juga ingin menjenguk Nayla yang baru pulang dari rumah sakit.


"Nayla! Aku akan menghukummu karena sudah tidak jujur kepadaku hmm."


"Tiara... Jangan meledekku!."


Setelah hubungan antara Doni dan Nayla di ketahui semua orang, sekarang mereka sering bertemu dan janjian jika Nayla mempunyai waktu luang.

__ADS_1


****


Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...


__ADS_2