Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 32 Di usir


__ADS_3

Bab 32


"Toloooongg...! Toloooongg!!!! Nyonya! nyonya... anda kenapa?."


Sarah panik sampai menangis mendapati Reyna yang tiba-tiba saja jatuh pingsan.


Arga yang mendengar teriakan Sarah segera turun dan menggendong Reyna ke kamar lalu menyuruh Sarah cepat menghubungi dokter.


Setelah pemeriksaan dokter, Reyna tetap belum sadarkan diri dan dokter menyatakan bahwa Reyna koma dalam waktu yang tidak bisa di tentukan. Kabar yang lebih mengejutkan lagi, sekarang Reyna dalam keadaan hamil.


Dokter menghimbau agar Reyna di rawat di rumah sakit dan Arga pun segera melaksanakannya.


Di rumah sakit...


Tiara mondar mandir di depan pintu kamar rawat Reyna. Dia tidak di perbolehkan masuk oleh Arga.


Tidak lama setelah mendengar kabar tentang kakaknya, tibalah Reyhan di rumah sakit dan bertemu dengan Tiara.


"Tiara, Bagaimana keadaan kakak?."


"Nyonya belum siuman, dokter mengatakan nyonya mengalami koma."


Jawab Tiara dengan berurai air mata. Seluruh tubuh Tiara bergetar, dia merasa cemas dan khawatir dengan keadaan Reyna.


Reyhan menghapus air mata Tiara dan memeluknya sehingga menenangkannya.


"Tidak apa-apa... kamu jangan khawatir, kakak akan baik-baik saja." tutur Reyhan.

__ADS_1


"Aku sudah kehilangan kakak ku dan itu sangat membuatku merasa sedih dan terpukul. Nyonya Reyna sudah aku anggap seperti kakakku sendiri, dia selalu baik padaku dan selalu mengajariku. Aku takut dia juga akan pergi meninggalkan aku."


"Tenanglah...."


Reyhan mengelus pucuk kepala Tiara.


Sarah dan Nayla bergantian sift menjaga Reyna di rumah sakit. Sedangkan Arga selalu berada di samping Reyna.


Tiba satu malam, Arga tidak menjaga istrinya karena satu pekerjaan. Ini menjadi kesempatan Tiara untuk menjenguk majikan nya itu.


Perlahan Tiara membuka pintu dan masuk dan di dapatinya Nayla sedang tidur di samping Reyna.


"Nyonya... cepatlah sembuh. Aku sangat takut, aku takut nyonya meninggalkan aku juga seperti kakakku yang pergi lebih dahulu. Nyonya aku mohon bangunlah."


Tiara mendoakan Reyna sambil memegang tangan nya dengan penuh kasih sayang.


" Rey... apa yang kamu lakukan? mengagetkan aku saja!."


"Aku ingin bicara denganmu."


Tiara dan Reyhan ngobrol di balkon rumah sakit. Sarah yang malam itu berencana menemani Nayla menjaga Reyna, melihat mereka sedang berduaan dan hatinya merasa panas. Tetiba Arga datang untuk menjaga Reyna lalu berpapasan dengan Sarah.


"Tuan... Anda baru datang? kebetulan tuan Reyhan juga datang menjaga nyonya, tapi sekarang dia sedang di balkon."


"Reyhan? Dimana dia?."


Arga mencari orang yang di maksud dan melihat keberadaan Tiara yang juga tidak ada di sana. Lalu Arga mengepalkan tangannya dan menanyakan keberadaan Reyhan.

__ADS_1


Sarah sengaja menuntun Arga agar bisa memergoki keduanya sedang berduaan. Karna Sarah tau bahwa Arga menentang hubungan mereka.


Reyhan dan Tiara sedang tertawa dan bercanda. Momen itu terlihat oleh mata kepala Arga sendiri. Dan membuat nya menuju puncak amarah lalu pergi. Sedangkan Sarah menyaksikannya dengan puas.


Ternyata di balik kebaikan Sarah selama ini tersimpan sifatnya yang tercela.


"Tiara! kamu telah merebut semua dariku pertama perhatian nyonya sekarang Reyhan pun mau kamu ambil juga. Aku tidak akan membuat rencana mu berhasil sesuai keinginanmu." sumpah Sarah.


Pagi hari...


"Tuan... Tuan... apa yang anda lakukan tuan? Jangan seperti ini Nyonya sedang sakit tuan, jangan mengusir Tiara tuan... nyonya tidak akan mengizinkannya."


Nayla memohon - mohon agar Arga berhenti membereskan kamar Tiara dan mengusirnya dari rumah itu.


Tiara hanya diam berdiri tidak melakukan apapun.


" Pergi kau dari rumah ini! Jangan sampai aku melihatmu ada disini lagi!." perintah Arga sambil menunjuk Tiara.


" Dan ingat! Jika kamu masih ingin menjebak Reyhan untuk menikahimu. Aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu terhadap Reyhan. Kamu mengerti!."


Tiara mengambil tas nya lalu segera beranjak pergi dari rumah itu tanpa berkata sepatah pun. Hanya senyuman getir yang dia tunjukan kepada Arga.


" Tiara... Tiara...! aku mohon kamu jangan pergi dari sini. Minta Maaf lah kepada tuan Arga, Tiara. Bagaimana jika nanti nyonya bangun dan mendapatimu tidak ada disini? Tiara!."


Nayla mengejar Tiara yang akan pergi dan membujuknya. Tapi Tiara tetap pergi dari sana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2