Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 40 Nasi sudah menjadi bubur


__ADS_3

Pagi ini... Sarah sedang sibuk memilah milih baju untuk di pakai dan berkunjung ke rumah Arga.


"Bagaimana penampilanku? Apa sudah terlihat bagus?."


Sarah meminta pendapat dari Reyhan.


"Ya."


Jawaban yang sangat singkat dari Reyhan dan tidak terlalu memperhatikannya.


"Sudah lama aku tidak bertemu dengan nyonya dan orang-orang disana. Mereka pasti sangat merindukanku."


Secepat kilat Reyhan melajukan mobilnya tanpa bicara sepatah katapun. Sarah hanya terdiam dan sesekali melihat pada Reyhan. Ingin beberapa kali memulai topik pembicara tapi selalu di urungkan.


Kini, tibalah di tempat yang di tuju.


Ditemani Nayla, Reyna menyambut kedatangan adik dan adik iparnya.


" Selamat datang... Sarah, kemarilah," sambut Reyna.


"Nyonya... bagaimana keadaan nyonya?." sapa Sarah.


"Baik...."


Jawab Reyna, sambil memasangkan sebuah gelang warisan keluarga di lengan Sarah.


"Aku do'akan semoga kalian menjadi keluarga yang harmonis hingga tua." do'a Reyna.


"Terima kasih nyonya."


Sarah merasa sangat bahagia dan berharap Reyhan melihatnya, akan tetapi Reyhan hanya diam mematung dan melihat ke arah jendela dengan tatapan kosong.


Sarah terlihat sedih karena Reyhan mengacuhkannya. Reyna pun seakan mengerti dan memberi isyarat kepada Nayla agar membawa Sarah pergi.

__ADS_1


"Sarah... kamu sekarang sudah menjadi nyonya terhormat, apakah kamu masih mengenaliku?." tanya Nayla.


"Nayla... apa yang kamu katakan? kita berdua bersama melayani nyonya, kita sudah seperti kakak adik. Bagaimana mungkin aku tidak mengenalmu." Ucap Sarah.


"Baguslah kalau begitu mari ikut aku, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu setelah menikah."


Sarah melihat ke arah Reyna seolah meminta izin.


"Pergilah...." Ucap Reyna.


Reyna merasa iba melihat adiknya yang terlihat murung dan putus asa. Dia pun menghela nafas panjang dan berkata,


"Haah! Reyhan... jangan lupa dengan apa yang sudah kamu katakan."


Reyhan mengalihkan pandangan nya lalu melihat kakaknya.


"Kakak... apa yang kakak katakan?."


"Kakak... aku... ~."


"Dalam kehidupan ini... ada banyak pilihan besar yang tidak akan memberimu kesempatan untuk kembali. Sudah tau bahwa tidak ada jalan untuk kembali, masih mengejar orang yang di rindukan... adalah orang yang paling menderita. Karena sudah memilih, kenapa tidak salah sampai akhir?."


"Hemm... iya kak, aku sudah tau. Tapi kak, Tiara hidup di luar sangat menyedihkan dia sekarang sendirian...."


" Nyonya... ini teh nya."


Tiba-tiba Tiara datang menyuguhkan minuman dan membuat Reyhan tidak menyangka akan kehadirannya.


"Tiara...."


" Nyonya... saya permisi dulu."


" Tiara...!." Reyhan hendak mengejarnya.

__ADS_1


" Reyhan...."


Reyna mengisyaratkan agar Reyhan tidak mengejar Tiara.


"Kamu kesini tidak datang sendiri... cobalah untuk mengerti perasaan istrimu juga Tiara. Kamu jangan mengkhawatirkan nya lagi, dia sudah aman disini."


Reyhan merasa sangat berat hati.


Sarah dan Nayla berada di pekarangan rumah dan asyik berbincang.


"Sarah... apa kamu bahagia?."


"Nayla... kenapa kamu bertanya seperti itu? Jelas aku sangat bahagia. Sekarang aku menjadi istri dari orang yang aku cintai. Martabat keluargaku juga terangkat... Siapa yang tidak bahagia dengan keberuntungan ini."


jawab Sarah sambil tersenyum bahagia dan bangga.


"Baguslah jika kamu bahagia."


"Nayla... kamu dan aku sudah lama melayani nyonya, tapi sekarang kamu sendirian yang harus menjaganya. Aku sarankan kamu juga untuk segera menemukan pendamping hidupmu... agar kamu juga mendapat kebahagian dan tidak selalu menjadi pelayan."


Saran Sarah.


"Tidak! Aku tidak akan pernah meninggalkan nyonya... aku tidak akan pernah menikah, aku akan selamanya disisi nyonya."


"Kamu ini... masih sama seperti anak kecil." Sarah tertawa karena sikap Nayla.


"Lagi pula aku tidak sendirian menjaga nyonya. Karna Tiara sekarang tinggal disini lagi menjaga nyonya...."


"Apa?!." Sarah kaget.


Bersambung....


Next episode ya.. 👉

__ADS_1


__ADS_2