Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 69 - Cemburu tandanya cinta


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu. Alina sudah tinggal di rumah Tiara tanpa ada itikad ingin pindah rumah. Berulang kali Arga akan menyuruh Alina untuk pindah ke rumah yang telah di sediakan Arga, tapi Alina selalu menolak dengan selalu meminta dukungan Tiara.


"Apa yang kalian lakukan!!! Ini baju mahal! Kalian tidak akan bisa menggantinya!."


Siang itu terjadi kegaduhan di rumah Tiara, tepatnya di kamar yang Alina tempati. Seorang art telah membuat baju Alina bolong karena gosong sewaktu di setrika.


Ketika itu Nayla meminta maaf atas kecerobohan art bawahannya. Tapi Alina malah membawa catokan rambut yang masih dalam keadaan panas dan sengaja menempelkannya ke tangan Nayla. Untung saja Nayla sedang memakai baju lengan panjang, jadi dia hanya terkena luka bakar sedikit.


"Ampun Nona! Ampun! Maafkan kesalahan saya, tapi jangan salahkan kak Nayla," ucap art.


"Nayla! Harusnya kamu lebih bisa mengajari bawahan kamu ini! Awas saja kalau kejadian seperti ini terulang lagi. Nyawa kalian yang jadi taruhannya. Mengerti!!."


"Baik Nona," Ucap Nayla sambil meringis kesakitan.


Semakin hari borok dan kelakuan buruk Alina semakin nampak dan menjadi. Seringkali art menjadi sasaran kemarahannya yang tidak beralasan itu. Tidak terkecuali dengan Nayla, dia juga ikut jadi sasaran.


"Awwww! Perihnya...."


Nayla sedang di dapur bersama seorang art yang membantunya merawat luka bakar yang di sebabkan Alina tadi.


"Kak Nayla, maafkan saya. Gara-gara saya kakak jadi sasaran amukan nona Alina."


Tutur art sambil terisak menangis.


"Tidak apa-apa, ini hanya luka kecil. Nanti sebentar lagi juga sembuh."


"Kak Nayla, apa tidak sebaiknya kak Nayla mengatakan yang sesungguhnya kepada Nona Tiara?."


"Jangan! Nona Tiara jangan sampai tau. Nona Tiara sudah banyak menghadapi masalah. Kita tidak boleh menambah bebannya hanya untuk masalah sepele seperti ini."


Di saat Nayla dan art tadi sedang mengobrol, tiba-tiba Tiara muncul di dapur.


"Nayla ... Aku akan membuat sop buah. Bantu aku memilihkan buah yang bagus ya."


"Oh Tiara, baiklah."


Nayla segera menghampiri Tiara dan berusaha menutupi lukanya, kemudian segera memilih buah yang segar.


"Biasanya mas Arga lebih suka banyak mangga nya, aku akan tambahkan lebih. Hmmm sekarang baru jam 10, nanti aku akan ke kantornya membawakan sop buah ini."


Hening ...


Tiara merasa aneh dengan sikap Nayla yang tiba-tiba diam seribu bahasa. Biasanya sahabatnya ini selalu bicara nyorocos kalau mereka sedang berdua.


" Nayla!. "


Lalu Tiara memegang tangan Nayla sehingga Nayla meringis kesakitan.


" Awww!."pekik Nayla


Tiara merasa heran karena dia hanya menariknya pelan.


"Kamu kenapa Nayla?."


"Tidak apa-apa Tiara."

__ADS_1


Tiara menelisik wajah Nayla dan memicingkan matanya. Tiara melihat ada bekas air mata di pipi Nayla.


"Kamu menangis?."


Nayla menggelengkan kepalanya dan mencoba menyembunyikan tangannya. Hal itu menarik perhatian Tiara, lalu membuka baju lengan Nayla.


"Apa ini? Kamu kenapa?."


"Tiara, tadi aku tidak sengaja terkena kompor jadi tanganku terbakar. Tapi ini sudah di beri obat nanti juga sembuh. Kamu jangan hawatir."


"Ternyata kamu disini Tiara. Dari tadi aku mencarimu."


Tiba-tiba Alina muncul di pintu dapur, lalu mengajak Tiara untuk keluar dari sana. Tiara menyuruh art lain untuk membantu Nayla, dan menyuruh Nayla untuk beristirahat saja.


Sambil berjalan keluar Tiara berpikir bahwa ada sesuatu yang Nayla sembunyikan. Dia sudah paham tentang sahabatnya itu. Di kala sedang tidak jujur Tiara akan langsung mengetahuinya. Lalu menoleh ke belakang karena hawatir.


Kedekatan Tiara dan Alina semakin akrab. Walaupun Arga tidak pernah tidur di kamar Alina, tapi Alina terus berusaha menarik perhatian Arga agar mau bersamanya.


"Tiara, aku sangat bosan. Bagaimana kalau hari ini kita pergi shoping? Yuk!."


"Kalau kamu mau, silahkan pergi saja. Hari ini aku tidak bisa menemanimu. Karena sebentar lagi aku akan ke kantor untuk menemui mas Arga."


"O yah? Kalau begitu, aku akan ikut saja dengan mu, ya?."


"Bukannya kamu mau shoping?."


"Tidak apa-apa, shoping nya nanti saja lagi. Kalau begitu aku akan siap-siap dulu, ya."


"Baiklah."


Di kantor.


Tiara dan Alina berjalan bersama. Hal itu menarik banyak perhatian orang-orang yang melihat kedekatan mereka. Tidak sedikitnya orang yang membicarakan mereka di belakang. Ada yang pro dan juga kontra.


"Dulu aku juga sering main kesini lho Tiara."


"Jelas saja, kamu kan berteman dengan mas Arga sudah dari sejak kecil."


Saat akan memasuki lift, Tiara berhenti sejenak sedangkan Alina sudah masuk terlebih dahulu. Lalu Tiara pun ikut masuk. Sebabnya adalah di dalam lift itupun ada Reyhan.


Tiara dan Alina berada di depan Reyhan. Lalu Alina melirik ke belakang dan terpesona oleh ketampanan Reyhan. Dia segera merapikan rambutnya dan sedikit mundur ke belakang.


"Ekhem... Apakah kamu karyawan disini? Melihat dari penampilanmu, sepertinya kamu orang yang cukup berpengaruh disini."


"Ekhem, maaf Nona."


Reyhan memberi isyarat karena sikap Alina yang tidak sopan dan semakin mendekat kepada Reyhan.


"Ow, ternyata galak juga hi hi."


Alina tersenyum genit.


"Alina, dia direktur perusahaan ini."


"Ouh, pantas saja! Tiara, apakah laki-laki yang bekerja disini semuanya memiliki wajah tampan seperti dia?."

__ADS_1


"Alina, jaga sikapmu. Itu tidak baik untukmu juga untuk mas Arga."


Reyhan tersenyum kecil. Dia merasa Tiara merasa terganggu dengan sikap Alina kepadanya.


Ting!


Lift pun terbuka, mereka berdua segera keluar dari sana diikuti rehan yang berada di di belakang mereka. Tentu saja, karena ruangan Arga tidak jauh dengan ruangan Reyhan.


Reyhan terus menatap kepergian Tiara yang berjalan lurus dan tidak menghiraukan nya. Beda hal nya dengan Alina, dia terus menoleh ke belakang dan merasa Reyhan sedang melihat dan tertarik padanya.


"Tiara, sepertinya laki-laki tadi terus melihatmu, apakah kalian saling mengenal?."


Setibanya di depan pintu ruangan Arga Alina terus membicarakan Reyhan. Sehingga terdengar oleh Arga dan merasa penasaran.


"Selamat siang Mas...."


Tiara menyapa Arga dengan tersenyum.


"Sayang ... Kamu kesini?."


"Iya, aku membawakan sop buah kesukaan Mas."


Alina yang tidak mau kalah dengan Tiara, juga segera menyapa Arga lalu memeluknya. Tiara segera memalingkan wajahnya saat melihat Arga yang di peluk oleh Alina. Hal itu terlihat oleh Arga dan dia merasa bahagia, karna dia merasa Tiara cemburu kepadanya.


Arga tidak segera melepaskan pelukan Alina, tapi dia malah membalas pelukannya. Dia ingin mengetahui bagaimana reaksi Tiara.


Benar saja Tiara merasa risih dengan hal itu. Tapi Arga merasa lebih senang dan tertawa bahagia di hatinya.


"Mas, di makan dulu sop buahnya." saran Tiara.


"Mas, aku suapi ya?." pinta Alina.


Arga melihat ke arah Tiara yang sedang melihatnya, lalu menyetujui Alina untuk menyuapinya.


"Mas, buka mulutnya. Aaa...."


Arga membuka mulutnya dan memakan sop buah yang Alina suapkan ke mulutnya.


"Hmmm ... Sop buah ini lezat sekali."


"Semakin lezat karena aku yang menyuapi nya kan?." Alina kegirangan.


"Hemm ya, bisa jadi."


Hati Tiara merasa terbakar. Telinganya kepanasan mendengar keromantisan mereka. Akhirnya Tiara pergi ke kamar mandi.


"Ada apa denganku? Kenapa dadaku terasa terbakar? Apakah karena aku melihat kedekatan mereka?."


Mulai cemburu nih...


Bersambung, lanjut episode berikutnya >


*****


Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik nya ya...

__ADS_1


__ADS_2