Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 108 - Jurang yang terjal


__ADS_3

\*\*\*


"Mas, bagaimana ini? Aku khawatir Alina akan melakukan hal yang nekat pada anak-anak."


"Tenang saja sayang, dia tidak akan melakukan hal senekat itu."


Reyhan masih mengikuti mobil Tiara dan Arga karena ingin membantu menemukan anak-anak juga. Tiba-tiba, saat sedang melaju kencang, mobil yang di kendarai Arga oleng dan terhenti di pinggir jalan.


Arga turun dari mobil dan mengecek yang yang terjadi pada mobil mereka dan ternyata ban mobilnya kena paku dan bocor. Disaat mereka merasa bingung karena sepinya jalan di tempat mereka berada sekarang...


Tidid! Tidid!


Reyhan segera menepikan mobilnya dan meminta mereka untuk ikut naik ke mobilnya dan pergi bersama. "Pak Arga, naiklah, Kita bisa pergi bersama menemukan anak-anak."


Awalnya Arga ragu karena merasa heran dengan kedatangan Reyhan yang tiba-tiba.


"Mas, ayo! Tunggu apa lagi?," seru Tiara yang sudah memasuki mobil Reyhan terlebih dahulu.


"Bagaimana kamu bisa menemukan kami?," tanya Arga dengan sedikit sinis. Reyhan hanya tersenyum simpul dan berkata, "Aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal itu, yang lebih penting kita harus menemukan anak-anak dahulu," jawab Reyhan.


Tiara yang duduk di kursi belakang terlihat tidak terlalu peduli dengan apa yang dua laki-laki di depannya itu bicarakan. Dia hanya terlihat khawatir pada putrinya.


Reyhan melihat Tiara yang sedang cemas dari kaca spion mobilnya. "Tiara, tenanglah... Anak-anak pasti akan baik-baik saja." Tiara melihat Reyhan lewat kaca juga dan mengangguk. Arga yang menyaksikan hal itu terlihat tidak suka dan berdehem.


Setelah beberapa waktu perjalanan,


Kini Arga, Tiara, dan Reyhan tiba di tempat yang diindikasikan sebagai lokasi tempat Kirana dan Sandra ditahan. Mereka melihat gudang terpencil yang terbengkalai dengan bangunan yang sudah rapuh, terletak di tepi jurang yang cukup dalam.


Tanpa ragu, Arga memimpin mereka untuk masuk ke dalam gudang. Mereka berjalan dengan hati-hati melalui bangunan yang penuh dengan debu dan puing-puing. Suasana gelap dan angin yang berhembus membuat mereka semakin tegang.


Setelah melewati lorong-lorong yang sempit, mereka akhirnya menemukan ruangan tempat Kirana dan Sandra ditahan. Mereka melihat kedua anak mereka duduk lemas di pojok ruangan, dengan ekspresi ketakutan di wajah mereka.


"Kirana!," teriak Tiara merasa khawatir. Ia segera mendekati Kirana dan Sandra, mencoba menenangkan mereka. Tiara memeluk anak-anak dengan penuh kasih sayang dan memastikan bahwa mereka aman.

__ADS_1


"Sudahlah, kalian sekarang baik-baik saja, mama akan membawa kalian pulang dari sini, ya."


"Mama... Aku kangen sama Mama hiks hiks...," ucap Kirana sambil menangis.


Merasa anak-anak sudah aman, kini Arga dan Reyhan mencari keberadaan Alina dan akan menangkapnya untuk di serahkan ke kantor polisi. Tapi tiba-tiba...


Kep! Tiara di tangkap oleh kaki tangan Alina yang bersembunyi di balik dinding tempat Kirana dan Sandra di sekap. Ternyata Alina menggunakan kelengahan Arga dan Reyhan untuk menangkap mangsa yang sebenarnya.


"Mama...!."


Teriakan Kirana dan Sandra seketika itu juga membuat Arga dan Reyhan berhamburan menghampiri dua gadis cilik itu. "Sayang, apa yang terjadi? Mana mama?," tanya Arga pada putri kecilnya itu.


"Mama di tangkap penjahat itu dan di bawa kesana," jawab Sandra sambil menunjuk arah jurang.


Tanpa pikir panjang, Reyhan segera menyusul ke tempat yang di arahkan Sandra dan berlari mencari keberadaan Tiara. Tidak lama, Reyhan pun melihat Tiara yang berada di tepi jurang bersama Alina.


"Alina! Kamu jangan bertingkah konyol," seru Reyhan. "Kamu jangan gegabah dan lepaskan Tiara, ok...," seru Reyhan sambil melangkah perlahan hendak mendekat.


Tiara yang dalam keadaan kaki dan tangan terikat dan mulut di tutupi lakban.


"Tiara, aku semakin tidak menyukaimu! Bisa-bisanya kamu mempunyi dua laki-laki yang mencintai dan rela mati untukmu!."


Tiara hanya berkata tanpa suara karena memang tidak bisa bicara karena tertutup. "Oh ya, kamu mau bicara ya? Aku lupa kamu tidak bisa bicara karena ada lakban ini di mulutmu."


Srekkk!


Lakban itu di cabut Alina dengan kasar sehingga membuat Tiara kesakitan. "Biacaralah, katakan pesan terakhirmu."


"Alina, kenapa kamu harus berbuat sejauh ini?."


"Kenapa? Itu semua gara-gara kamu! Kamu merenggut semua kebahagiaan aku! Tapi sekarang... Kamu akan kehilangan segalanya ha ha ha ha...."


Kini Alina mendorong Tiara menuju jurang secara bebas. "Selamat tinggal Tiara...."

__ADS_1


Wusshhh!


Hempasan angin seolah mengiringi Tiara yang akan terbang bebas. Arga yang baru tiba dan melihat Tiara yang akan terlempar ke kedalaman jurang yang tiada tertara berlari dan berteriak, "Tiaraaaa...!."


"Mamaaaa...!." Teriakan kedua anak Arga pun terdengar nyaring.


"Tiara!." Beruntung Reyhan yang sudah berada di belakang Alina segera menyusul Tiara dan berhasil menangkapnya, namun mereka berdua kini terjatuh bersama.


Saat Arga tiba di ujung jurang, dia sangat syok karena harus melihat pemandangan yang sangat menyedihkan. Istri yang dia sangat cintai kini terjatuh dan tidak tau bagaimana nasibnya setelah berada di bawah sana.


"Tiaraaaaa....!!!."


Arga melihat dengan ngeri saat Tiara terjatuh ke jurang. Seluruh tubuhnya bergetar dan lututnya terasa lemas, sehingga ia jatuh berlutut di tanah. Ia merasakan keputusasaan dan rasa sakit yang melanda hatinya.


Namun, Arga tidak menyerah begitu saja. Dengan kekuatan yang tersisa, ia memanggil bantuan dan mencoba mencapai Tiara dengan sekuat tenaga. Ia berteriak memanggil nama Tiara dengan harapan agar ia masih bisa mendengarnya.


"Tiara... Bersabarlah, aku pasti akan menyelamatkanmu, aarrrgh!."


Di tengah kesedihan dan emosinya, Arga mengalihkan pandangannya pada Alina yang masih berdiri disana sambil berkacak pinggang dan menertawakan kemalangannya. Arga langsung berdiri dan menampar Alina.


Plakkkkk!


Namun Arga tidak berbuat lebih jauh pada Alina karena kedua anaknya kini sedang menyaksikan sikapnya. "Alina, aku akan buat perhitungan denganmu! Aku tidak akan membiarkanmu hidup, mengerti!."


"Lakukan saja Arga, ha ha ha...." Alina hanya berlenggok dan berlalu pergi dengan senyuman puas di wajahnya. Arga hanya mengepalkan kedua tangannya karena amarah yang dia tahan pada mantan istrinya itu.


Akan tetapi, saat Alina berjalan dengan tertawa bebas, polisi segera tiba dan langsung menangkapnya. "Lepaskan! Apa-apaan ini! Lepaskan!." Alina meronta dan berteriak. "Anda kami tangkap karena melakukan penculikan dan melakukan percobaan pembunuhan."


Dalam beberapa saat yang terasa berabad-abad, akhirnya bantuan tiba. Tim penyelamat datang dan segera melakukan upaya penyelamatan untuk mencari Tiara dan Reyhan di jurang. Arga menahan napas dan berdoa dengan harap-harap cemas, berharap agar Tiara selamat.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2