
Di perjalanan menuju pulang Tiara bertemu dengan kekasih hatinya dulu. Ya ... Siapa lagi kalau bukan Reyhan. Mereka berjalan berlainan arah tapi saling menghadap.
Reyhan yang tiba-tiba melihat Tiara di depan matanya langsung terdiam dengan mata yang berkaca-kaca. Antara bahagia karena di pertemukan dengan pujaan hatinya dan sedih karena takut menerima kenyataan bahwa Tiara memang sudah menjadi istri orang lain.
Berbeda dengan Tiara yang melihat Reyhan di depan matanya. Dia tidak melihat bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arah Reyhan. Dia tetap berjalan lurus hingga melewati Reyhan dan keluar dari kantor milik suaminya itu.
Betapa menyayat hati harus menyaksikan dua insan yang dulunya saling mencintai, kini bertemu pun seperti dua orang yang saling bermusuhan. Hu hu hu.
Reyhan menemui Arga di ruang kerjanya.
"Selamat siang Pak Arga."
"Selamat siang. Bagaimana keadaanmu Rey? Kamu baik-baik saja?."
Arga menyambut kedatangan Reyhan dan memeluknya.
"Reyhan, aku tau ... Kamu memang orang yang bisa di andalkan. Kamu bisa membawa hasil yang baik atas kerja kerasmu di Jepang. Kini perusahaan kita sudah menjadi lebih besar dan terkenal. Aku bangga padamu. Benarkan Daniel?."
"Benar Pak."
"Reyhan ... Atas kerja kerasmu, kamu layak di berikan hadiah. Katakan hadiah apa yang kamu inginkan? Aku akan memberikannya untukmu."
Reyhan menatap Arga dan berkata,
"Pak Arga, apakah anda akan memberikan hadiah apapun yang aku minta?."
Pertanyaan serius Reyhan membuat Arga merasa cemas dan memikirkan sesuatu. Lalu menatap Reyhan dengan tatapan hawatir dan merasa sedikit bersalah.
Tanpa menjawab pertanyaan Reyhan, Arga langsung memberikan hadiah yang tidak di minta oleh Reyhan.
"Daniel ... Berikan saham kita 10% atas nama Reyhan."
"Baik pak."
Reyhan menatap datar dan mengucapkan terima kasih kepada Arga lalu pamit undur diri. Arga melihat kepergian Reyhan seolah mengerti perasaan yang sedang di rasakan Reyhan.
Di rumah ...
Reyhan duduk di ruang kerjanya hanya dengan penerangan sedikit lampu bahkan hampir gelap. Dia menangis dalam diam sendirian.
"Kenapa? Kenapa semuanya jadi begini ... ?."
Tiba-tiba ada seseorang yang menyalakan lampu ruangan kerja Reyhan. Dia adalah Dila, art setia Reyhan yang dulu di siksa oleh Sarah.
Dila membawakan makanan untuk Reyhan.
__ADS_1
"Tuan Reyhan, anda seharian tidak makan dan minum sama sekali. Sekarang silakan makanlah."
Reyhan tidak bergeming.
"Aku berjanji pada diriku bahwa aku akan membawanya kembali ke sisiku. Aku ingin dia menungguku selama beberapa bulan lagi. Tapi aku ... aku telat satu langkah. Dia sekarang sudah hidup bahagia, dia sudah menjadi milik orang lain."
"Apa yang tuan Reyhan maksud?."
"Aku menginginkan seseorang. Seseorang yang aku hilangkan dan membuatnya pergi jauh dariku."
Reyhan sungguh terpukul dan sangat putus asa. Dia menangis bahkan di hadapan art nya.
"Tuan Reyhan ... Anda begini, sudah seperti bukan diri anda."
"Dulu aku mengira seorang laki-laki harus berhati besar. Laki-laki harus berani melakukan apa saja untuk melindungi wanita yang di cintai. Asalkan dia hidup dan tidak kesusahan, jadi aku telah mengambil keputusan yang salah."
Dila sang asisten ikut merasakan kesedihan yang Reyhan rasakan sekarang.
" Dila ... Apakah kamu tau bagaimana rasanya cemburu? Hal itu seperti racun ular. Setiap saat menusuk hatiku. Siapapun yang merasakan cemburu pasti akan menjadi buruk."
"Tuan Reyhan, itu bukan salah anda. Ini hanya taqdir yang sedang mempermainkan anda. Anda adalah manusia tentu saja akan merasa senang, marah, bahagia. Anda jangan menyiksa diri anda sendiri."
"Kak Reyna pernah mengatakan ... aku pasti akan menyesal hiks hiks ... Ya ... sekarang aku sangat menyesal hiks hiks ... Aku harus bagaimana?"
Reyhan memejamkan matanya yang berderai air mata dan menahan kesedihannya.
"Tiara ... Hari ini tuan Arga pulang terlambat. Mungkin dia ada meeting. Kamu istirahat saja terlebih dahulu, nanti kalau tuan Arga sudah datang aku akan mengabarimu."
Tiara tidak mendengarkan perkataan Nayla. Dia hanya tidur terlentang dan menatap langit-langit dengan gelisah. Dia memikirkan pertemuan nya dengan Reyhan tadi siang di kantor.
Tiara merasa gundah gulana dan tidak bisa tidur. Dia mempertanyakan perasaannya. Sedih? Ya. Sakit? Ya. Lalu Tiara mencoba memejamkan matanya. Dan yang terlihat adalah bayangan Reyhan yang sedang menatapnya dengan berlinang air mata.
____
"Mas ... Semalam kamu tidak pulang?."
Arga menoleh pada Tiara yang sedang berbicara padanya.
"Semalam aku pulang larut malam, jadi aku tidur di kamar sebelah. Jika aku kesini takut mengganggumu yang sedang tidur."
Tiara berlalu menuju kamar mandi. Saat Tiara selesai menggosok gigi, terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok!
Tiara membuka pintu kamar mandi dan terlihat Arga sedang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
" Apakah kamu akan mandi?."
"Iya ...."
Kemudian Arga masuk ke dalam kamar mandi tanpa minta persetujuan dari Tiara dan menutup pintunya.
Kini mereka berdua berada di dalam kamar mandi, tau kah apa yang akan terjadi?
Dengan sangat bergairah Arga langsung menerkam Tiara, seperti sang singa yang sudah kelaparan. Arga terus mengg*nj*ot Tiara tanpa henti.
Posisi keduanya yang sama-sama dalam keadaan polos di tambah pantulan kaca besar yang memperlihatkan t*buh keduanya. Menambah hasrat yang terus menggebu dan menuntut untuk melakukannya lagi, lagi dan lagi.
Di bathub, di westafel, di bawah shower, bahkan dalam posisi duduk di atas toilet.
Berbagai gaya tidak mereka lewatkan.
Tiara pun melakukannya dengan penuh gairah karena sekarang dia sudah bisa menerima hati Arga. Oleh karena itu saat pelepasan pun Tiara merasa sangat puas.
"Urgghhh ... Aaah ... Pak Argaaaaaa ..."
De*ahan Tiara dan suara yang bergetar karena enaknya ketika merasakan nikmatnya surga dunia. Membuat kamar mandi itu ramai di tambah eluhan Arga yang juga sama-sama menikmati.
Dua gunung kembar yang terus di re*as dan di kulum bagaikan permen loli menjadikan has*at Tiara cepat memuncak dan lagi rasa itu hadir lagi. Saat Tiara sudah lemas pun Arga terus memom*anya hingga tumbang dan berendam berdua di bathub.
"Sayang ... Aku berharap suatu saat kita akan di karunia anak-anak yang lucu. Kelak anak kita, jika dia seorang anak perempuan dia akan cantik dan baik sepertimu. Jika laki-laki tentunya dia akan mirip sepertiku. Atau kita program anak kembar saja, betul tidak?."
"Terserah mas saja."
"I Love you."
"I love you too."
Kali ini dengan mengalir begitu saja, Tiara membalas ungkapan Arga dengan tulus.
*
Hari-hari yang di lewati ... mereka jalani rumah tangga dengan penuh cinta dan kasih sayang. Arga menemukan kebahagiaan nya lagi setelah di tinggal pergi oleh Reyna. Tiara adalah obat yang mujarab untuk menyembuhkan sakit Arga.
Pagi hari ...
"Mas ... Nanti aku akan pergi jalan-jalan dengan Nayla. Tidak jauh kok hanya sekitaran komplek ini saja. Boleh kan?."
"Boleh ... Tapi jangan terlalu lelah, karena nanti malam kita akan berolah raga lagi."
Arga menarik Tiara dan memeluknya, tangannya mulai nakal tapi secepat kilat Tiara mencegahnya. Karena jika tidak yang ada Tiara akan kelelahan dari sejak pagi ini, dan Arga akan mengabaikan pekerjaan nya. Hoalah... He he.
__ADS_1
*****
Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya... 😊🙏