Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 55 - Pernikahan Arga dan Tiara


__ADS_3

Pagi hari.. ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah Tiara.


"Nayla...! Nayla...! Apa kamu memesan grab?"


"Tidak .. Aku tidak mesen grab, lebih tepatnya belum he he.."


Nayla menyembulkan kepalanya di balik pintu toilet.


"Mobil siapa itu ya? Mungkin sedang parkir."


Tiara melanjutkan sarapan nya. Tiba tiba..


Tok... Tok... Tok...


Sepotong makanan yang akan di santap Tiara belum juga masuk ke mulut, Eh.. Ada orang yang datang.


"Ya... Sebentar."


Sebelum membuka pintu, Tiara melihat dulu dari jendela siapa yang datang ke rumahnya.


"Iya pak, cari siapa ya?"


Tanya Tiara tanpa membuka pintu.


Daniel tersenyum melihat ke hati hatian Tiara.


"Dengan nona Tiara?"


"Ya benar."


Jawab Tiara sambil berpikir. Ni orang tau namanya tapi dia tidak tau siapa orang itu. Patut di curigai nih. Hi hi.


"Saya Daniel, asisten nya pak Arga.


Maaf nona, boleh di buka dulu pintunya?."


"Maaf pak... Saya belum pernah melihat anda."


Obrolan mereka terhalang pintu dan kaca. Membuat Daniel semakin menahan rasa tawanya. Lalu dia menelpon seseorang, lebih tepatnya video call.


"Hallo pak... Apakah anda bisa membantu saya?."


"Kenapa Daniel?"


"Lihatlah..."


Daniel memutar handphone nya ke segala arah agar terlihat keadaan nya yang di interogasi di depan rumah. Niatnya ingin menjemput Tiara karena di suruh bos nya. Ini malah di wawancarai tanpa pintu terbuka.


"Nona lihatlah... Ini pak bos."


Tiara menatap Arga yang sedang melihat nya juga di layar handphone.


"Dia Daniel, asisten pribadiku. Aku sengaja menyuruhnya kesana untuk menjemputmu."


"Ada apa?."


"Ikut saja dulu dengannya."


Tiara membukakan pintu untuk Daniel dan mempersilahkan Daniel duduk.

__ADS_1


"Tungu dulu sebentar, aku mengambil dulu sesuatu. Perasaan aku pernah melihatnya, dimana ya?"


Tiara beranjak pergi lalu berhenti dan berbalik.


"Anda mau minum apa?"


"oh tidak nona, jangan repot-repot terima kasih".


Tiara segera ke kamarnya mengambil keperluan nya untuk keluar dan segera menuju mobil, setelah sebelumnya berpamitan dulu pada Nayla.


"Silahkan nona.."


Daniel membukakan pintu mobil untuk Tiara duduk disana.


"Terima kasih, sebenarnya kita mau pergi kemana?."


"Saya disuruh membawa nona ke suatu tempat, pak Arga sudah menunggu anda disana."


****


Tibalah di sebuah butik ternama di pusat kota tersebut. Daniel membawa Tiara untuk masuk ke dalam.


"Silahkan nona, pak Arga sudah menunggu anda di dalam."


Tiara berjalan melewati gaun gaun pengantin yang terpasang di patung. Nampak indah dan elegant.


Seketika langkah Tiara terhenti di depan sebuah gaun yang dia rasa sangat indah di bandingkan yang lain, seraya berkata.


" Dulu aku pernah bermimpi memakai baju pengantin sperti ini."


Tiara memperhatikan setiap desain gaun itu dengan takjub. Senyum di bibir nya melebar saat dirinya membayangkan ketika memakai gaun itu.


"Nona... Tuan Arga sudah menunggu anda."


"Oh iya."


Tiara mengikuti langkah menejer itu menuju ke ruangan Arga. Sambil sesekali melihat ke belakang karena gaun itu masih menjadi fokus penglihatan nya.


Terlihat Arga sedang duduk di kursi tunggu dengan pose yang mempesona. Wajahnya yang tampan dan setelan jas hitam yang dia kenakan, seakan menambah kesempurnaan makhluk Tuhan ini. Tempat yang bernuansa putih semakin mendukung suasana romantis bagi pasangan yang akan melangsungkan fitting baju pernikahan.


Arga menyadari kehadiran Tiara dan melihat penampilan Tiara yang layaknya gadis belia.


Dengan setelan jeans dan kaos pendek juga rambut yang di cepol. Tak lupa dengan tas mini di punggungnya. Membuat Arga bertanya pada diri sendiri. Apakah gadis ini yang akan menjadi teman hidup nya seumur hidup.


"Aku menunggumu cukup lama disini."


"Maaf pak, anda tidak mengabari saya sebelumnya. Jadi jangan salahkan saya atas keterlambatan ini."


Arga menatap Tiara dan tertawa kecil. Merasa benar dengan jawaban Tiara.


"Sebenarnya kenapa anda memanggil saya kemari?."


"Kita akan menikah pekan depan, kita lakukan fitting baju dulu."


"Minggu depan?"


"Jangan katakan kamu sudah melupakan keputusan mu."


Arga melihat dan menelisik wajah Tiara, jika ada keraguan padanya.

__ADS_1


"Baiklah. Tentu saja tidak."


Tiara mencoba beberapa gaun pengantin dengan di bantu para asisten yang bertugas di butik tersebut. Sesekali Arga melirik pada Tiara, lalu menghindari pandangan mata Tiara yang melihatnya dari pantulan kaca.


Ketika di kamar ganti, ada beberapa wanita yang sama sedang melakukan fitting baju. Terdengar dari kamar sebelah sedang membicarakan Tiara dan Arga.


"Siapa gadis yang akan di nikahi pewaris ARGO grup itu? Dia terlihat seperti orang biasa-biasa saja."


"Mungkin dia menggunakan aji mungpung untuk memikat laki-laki setampan dia."


"Selain tampan dia juga tajir melintir, hartanya tidak akan habis sampai tujuh turunan."


"Aku dengar, dulunya dia asisten pribadi mendiang istrinya."


"Sudah aku duga pastinya ada permainan, mereka bermain api di belakang istrinya dulu. Aku jadi curiga atas kematian istrinya dahulu yang mendadak. Jangan jangan ada hubungannya dengan dia."


Tiara mendengar percakapan tiga orang yang berada di kamar itu. Tiara merasa kesal dengan gosip mereka yang seakan akan tau segalanya, apalagi saat mereka menertawakan nasibnya.


" Aaaaaa.... "


Teriakan ketiga gadis tadi sangat nyaring terdengar, ketika lampu ruang ganti di matikan. Dan semua itu ulah Tiara he he.


Tiga hari... Dua hari.. Satu hari... Teng.


Akhirnya hari pernikahan Tiara dan Arga tiba saatnya. Pernikahan itu di laksanakan di sebuah Hotel bertemakan outdoor.


Pernikahan adalah momen yang sangat di tunggu dan di nanti oleh kedua calon pengantin. Tapi berbeda dengan Tiara. Dia melakukan pernikahan ini semata-mata karena wasiat. Tidak ada kebahagiaan yang dia tampakkan selama persiapan ini berlangsung.


Nampak dia sudah siap dengan balutan gaun pengantin yang serba putih. Dengan riasan wajah yang natural semakin membuat penampilannya cantik dan memukau.


Sah....


Dalam hitungan jam akhirnya Tiara dan Arga menjadi pasangan suami istri.


Tamu undangan dari setiap kalangan memberikan hadiah dan ucapan selamat untuk mereka berdua. Tidak terkecuali teman dari kafe coffe yang juga hadir. Sedangkan Nayla dan Rena mereka menjadi


Bridesmaid.


Entah berapa ribu undangan yang menghadiri pesta pernikahan Arga dan Tiara yang di gelar sangat mewah itu. Yang pastinya itu membuat Tiara sangat kelelahan. Tapi dia berusaha untuk tetap menemani Arga demi menjaga citra laki-laki yang sekarang menjadi suaminya.


Di pertengahan acara dan di antara banyaknya tamu. Datanglah ibu dari Rama memberikan selamat. Tentu saja dia juga hadir, secara dia adalah adik dari ayah Arga.


Ibu Rama menyalami Tiara seraya memeluk dan membisikkan beberapa kata :


"Ternyata kamu mempunyai tempat persembunyian yang sempurna. Ingat, pemburuanku belum selesai."


Senyuman dan tatapan menakutkan dari ibu Rama membuat Tiara bergetar. Pasalnya dia masih mengingat kejadian yang dulu hampir merenggut nyawanya.


Badannya yang sudah kelelahan menerima banyak tamu di tambah rasa takut setelah kehadiran ibunya Rama. Membuat Tiara tidak bisa menjaga keseimbangan nya lagi dan hampir terjatuh. Tapi dengan sigap Arga memeluk Tiara.


"Kamu tidak apa-apa?."


Arga terlihat hawatir dengan keadaan Tiara.


Dengan silaunya lampu yang menerangi di setiap sudut, ditambah kepala Tiara yang terasa pusing. Menjadikan dia seolah melihat Reyhan sedang memeluk dan menopang tubuhnya.


"Reyhan..."


Bisikan Tiara yang menyebutkan nama Reyhan menjadi akhir kesadaran Tiara. Yang akhirnya tumbang dan pingsan.

__ADS_1


****


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak like, vote, favorit, hadiah juga komentar terbaik ny ya... 🙏😘


__ADS_2