
Di tempat yang berbeda. Di sebuah rumah berwarna putih yang nampak mewah dan megah. Tertata indah tanaman bunga melati yang sedang bermekaran. Harum baunya tercium hingga jarak yang jauh.
"Nyonya...!! "
Terdengar suara nyaring yang memanggil majikannya.
Orang yang di panggil menoleh ke belakang melihat pada orang yang memanggilnya sambil tersenyum.
Terlihat seorang perempuan yang cantik dan anggun sedang menata bunga melati tanamannya dan mencium harum baunya.
Wajahnya yang teduh juga sepasang mata yang sayu membuat orang yang melihatnya merasa damai.
"Nyonya... Sekarang sudah siang saatnya anda makan dan minum obat."
Ucap Sarah dengan hormat, salah satu asisten yang menemani Reyna.
Reyna adalah istri dari Arga wijaya, sekaligus kakak kandung dari Reyhan.
Dengan kondisi fisiknya yang lemah, Reyna hanya berkegiatan di rumah saja di temani dua asisten nya yaitu Sarah dan Nayla.
"Selamat siang Kak ...."
Sapa Reyhan yang tiba-tiba datang menemui kakaknya.
"Reyhan... Ada apa kemari? Kamu tidak kerja.?" tutur Reyna dengan lemah lembut.
__ADS_1
" Aku ingin melihat kakak ku, apa aku tidak boleh main kesini?? " tanya Reyhan sambil tersenyum.
" Ayo masuk, " mengajak adik semata wayang nya itu untuk masuk ke rumah.
"Bagaimana keadaan ibu dan ayah, apakah mereka baik dan sehat?" Reyna bertanya hawatir.
"Ayah, ibu baik. Ayah sedang sibuk ke luar kota untuk urusan bisnis. Ibu belum bisa kemari karena ada urusan juga. Tapi ibu selalu berdo'a agar kakak selalu di beri kesehatan."
"Kakak baik-baik saja, katakan pada ibu jangan terlalu mengkhawatirkanku." Pesan Reyna.
"Tuan silahkan teh nya...." Sarah menyodorkan secangkir teh kesukaan Reyhan.
"Terima kasih, " ucap Reyhan.
Sarah membalasnya dengan tersenyum, lalu pergi meninggalkan kakak beradik itu.
" Sarah... Tuan Reyhan itu sangat tampan dan dari keluarga terpandang. Berkali-kali nyonya menyuruhnya untuk segera menikah, tapi tuan Reyhan seolah tidak mengindahkan permintaan keluarganya itu, kenapa ya? " tanya Nayla dengan polos.
"Mungkin belum ada jodohnya atau tuan Reyhan belum menemukan gadis yang cocok yang dia idamkan." Jawab Sarah sambil tersenyum.
Kurang lebih, selama satu jam kedua saudara itu bercengkrama.
" Kakak aku pamit dulu Masih ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan"
"Baiklah... Hati-hati di jalan, salam untuk ayah dan ibu".
__ADS_1
"Baik Kak... Jangan lupa minum obat dan jaga kesehatan kakak".
Reyhan segera pamit dan pergi.
"Sarah..."
"Ya Nyonya..."
"Tolong simpankan ini di meja kamarku. Reyhan sengaja membawa nya jauh-jauh dari Jawa. Selain untuk tanaman hias ini juga untuk terapi obat tradisional."
Reyna memeriksa tanaman obat yang Reyhan bawa sebagai oleh-oleh.
" Di Jawa itu banyak tanaman obat herbal yang tumbuh di sana. Kalau ada waktu aku ingin pergi untuk jalan-jalan dan menikmati berbagai tempat pariwisata yang terkenal akan keindahan dan kenyamanan nya."
Reyna melirik ke arah Sarah dan Nayla dengan penuh harapan. Kedua asisten nya saling menatap dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Nyonya anda bisa pergi kesana, tapi nyonya harus sehat dulu dan ini makan obatnya dulu," sahut Nayla.
Bermacam obat yang setiap harinya di makan oleh Reyna, dengan dosis tiga kali sehari. Terkadang membuat Reyna malas untuk memakannya. Tapi dia memaksakan diri karna bukan hanya untuk dirinya. Kesehatannya juga untuk semua orang, keluarga, terutama suaminya Arga Wijaya.
"Nyonya ... Ini, silahkan di minum."
Sarah menyipkan obat dan air minum untuk majikannya yang selama lima tahun ini dia temani.
****
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, vote, favorit dan komen nya ya kak... Terima kasih atas dukungannya 🙏