Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 99 - Suami siaga


__ADS_3

Setelah Tiara pulang ke rumah lamanya, Arga semakin memperhatikannya dengan lebih intens. Ia terus berusaha untuk membuat Tiara merasa nyaman dan bahagia dengan memperlihatkan perhatian dan kasih sayangnya.


Arga menjadi sangat perhatian terhadap kebutuhan Tiara dan calon anaknya, ia selalu memastikan bahwa Tiara merasa nyaman dan tidak kelelahan. Ia selalu mengantar Tiara ke tempat-tempat yang dibutuhkan, dan selalu menanyakan kabarnya.


Tiara awalnya merasa sedikit terganggu dengan perhatian Arga yang terlalu intens. Namun, seiring berjalannya waktu, Tiara mulai menyadari bahwa Arga memang peduli dan ingin membantunya. Ia mulai merasa nyaman dengan perhatian dan kasih sayang Arga yang masih resmi sebagai suaminya.


Arga juga sering mencoba untuk bersikap romantis dan mesra di hadapan Tiara. Ia ingin menunjukkan bahwa Tiara adalah miliknya dan ingin memperlihatkan perasaannya pada Tiara.


Namun, Tiara hanya tersenyum dan menganggapnya sebagai sikap konyol Arga dan tidak membiarkan Arga untuk menyentuhnya lagi terlebih sekarang dalam usia kandungan yang sebentar lagi melahirkan.


"Tiara... Kita masih suami istri, apa aku boleh tidur denganmu? Kita tidak berdosa jika melakukannya bukan?."


Tiara tidak menjawab dan hanya melihat Arga dengan tatapan yang sulit di artikan.


Malam itu begitu sunyi, perasaan campur aduk yang Tiara rasakan saat Arga berkata demikian. Karena naluri manusia


memang sangat perlu memuaskan hasratnya, apalagi Tiara dan Arga sudah lama tidak melakukannya.


"Aku ingin istirahat, Mas...." jawaban telak dari Tiara membuat Arga harus segera pergi dari sana dan tidak memaksakan kehendaknya.


~


Tengah malam, Tiara tiba-tiba merasa gelisah dan merasakan kontraksi yang semakin kuat. Ia merasa bahwa saatnya sudah tiba, ia akan segera melahirkan. Tiara mencoba untuk tetap tenang dan mengatur napasnya.


"Ade... Tenang ya dek... Bantu mamah agar mamah lancar untuk melahirkan kamu ya nak...."


Ucap Tiara sambil mengelus perutnya yang semakin terasa mulas.


Tiara segera menelpon Arga yang berada di kamar sebelah dan memberitahunya bahwa ia akan segera melahirkan. Arga pun panik dan merasa tidak tahu harus melakukan apa. Namun, ia mencoba untuk tetap tenang dan memberikan dukungan pada Tiara.


"Sayang tenang... Apa yang kamu rasakan sekarang?," tanya Arga dengan penuh hawatir.

__ADS_1


"Perutku terasa sangat mulas dan lebih sering, Mas...."


"Ok, kita sekarang akan ke rumah sakit. Kamu bisa bertahan bukan?."


"Iya, Mas."


Arga segera menggendong Tiara dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Tiara diperiksa oleh dokter dan dikonfirmasi bahwa ia benar-benar dalam proses persalinan. Dokter segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk persalinan Tiara.


"Dokter... Lakukan yang terbaik untuk membantu persalinan istriku, Dok."


"Baiklah Pak, kami akan berusaha sebaik mungkin. Kami harap Anda tenang dan selalu mendampingi istri Anda."


"Baik Dok, terima kasih."


Arga tetap berada di samping Tiara dan memberikan dukungan serta memastikan bahwa Tiara merasa nyaman. Ia memegang tangan Tiara dan memberikan kata-kata semangat. Tiara merasa sangat terbantu dengan kehadiran Arga dan merasa lebih tenang.


" Sayang... Apa kamu kesakitan?."


Arga bertanya lirih saat melihat Tiara mengerang menahan sakit dan menitikan air mata. Arga seolah merasakan penderitaan Tiara.


"Bertahanlah, sayang."


Akhirnya, setelah beberapa jam, Tiara melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat. Arga merasa sangat bahagia dan bersyukur atas kelahiran bayi mereka. Ia merasa sangat terharu melihat Tiara dan bayi perempuan mereka yang baru lahir.


Tiara juga merasa sangat bersyukur dan senang. Ia merasa lega setelah melewati proses persalinan yang cukup berat. Tiara pun merasa berterima kasih pada Arga yang selalu berada di sampingnya dan memberikan dukungan pada dirinya.


"Terima kasih, Mas... Kamu sudah ada di sisiku."


"Itu adalah kewajibanku sebagai suami dan ayah dari anak kita. Aku sangat bersyukur atas kelahiran putri kita, aku yakin dia akan membawa keberuntungan untuk hubungan kita." kata warga sambil melebarkan senyumnya.


Tiara hanya melihat senyum bahagia Arga yang terpancar lalu Tiara memikirkan kembali keputusannya untuk bercerai dari Arga. Menimbang putri kecilnya itu sangat membutuhkan kedua orang tuanya demi tumbuh kembangnya.

__ADS_1


~


Setelah melahirkan bayi perempuan yang sehat, Tiara segera dibawa ke kamar untuk istirahat. Namun, beberapa jam kemudian, Arga mengajak Tiara untuk melihat bayi mereka yang baru lahir yang berada di ruang bayi.


Tiara setuju dan mereka berdua pergi ke ruang bayi. Arga mendorong kursi roda yang Tiara duduki menuju ruang bayi. Sesampainya di sana, mereka melihat bayi mereka yang baru lahir tidur dengan tenang di dalam inkubator.


"Lihatlah Tiara, itu putri kita. Dia sangat cantik mirip sekali denganmu."


"Betul, Mas...."


"Kamu tidak ingin kan, putri kita tumbuh besar tanpa di dampingi ayahnya dan melihat kedua orang tuanya berpisah?."


Hening...


Tiara hanya terus menatap putrinya dengan perasaan tidak menentu.


Arga merasa sangat terharu dan terpesona melihat bayi perempuan mereka. Ia tidak bisa menahan tangisnya dan menangis tersedu-sedu di hadapan Tiara.


"Putriku... Akhirnya aku menjadi seorang ayah, hiks."


Arga merasa bahwa bayi mereka adalah anugerah terbesar dalam hidupnya dan ia sangat bahagia dan bersyukur atas kelahiran bayi perempuan mereka.


Tiara juga merasa tersentuh dengan perasaan Arga. Ia merasa bahwa mereka berdua telah melalui banyak hal bersama-sama dan sekarang mereka memiliki satu amanah yang harus mereka jaga bersama.


Tiara dan Arga menghabiskan waktu sejenak di ruang bayi, memandang bayi perempuan mereka yang tidur dengan tenang di dalam inkubator.


Ketika waktu sudah larut malam, mereka akhirnya kembali ke kamar untuk beristirahat. Arga merasa sangat bersemangat untuk memulai kehidupan barunya sebagai seorang ayah dan ia bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk Tiara dan bayi perempuan mereka.


Setelah beberapa hari di rawat, akhirnya


Mereka pun kembali ke rumah dengan membawa si kecil yang baru lahir. Arga memberi nama anak mereka dengan nama KIRANA.

__ADS_1


Bersambung...


Nantikan update episode selanjutnya ya 😊


__ADS_2