Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 35 Permohonan


__ADS_3

Di rumah yang kecil namun asri. Terlihat Tiara yang sedang merapihkan bajunya untuk bersiap melamar pekerjaan lagi. Dia harus bangkit, dia tidak boleh terus berada dalam keterpurukan. Dia tidak bisa hanya berada di masa lalu dan dia harus menata masa depannya.


"Nyonya...."


Nayla membawa sepiring makanan menghampiri majikannya yang sedang duduk di kursi roda.


"Nyonya... anda harus makan. Nyonya... "


Reyna tidak mendengarkan Nayla yang terus memanggilnya. Ia hanya menatap jendela dengan pandangan kosong. Arga melihat dan menghampirinya lalu mengambil piring makan Reyna dan mencoba menyuapinya.


"Tidak perduli kamu marah karena apa, tapi tidak boleh menyakiti diri sendiri dengan mogok makan." nasihat Arga.


Reyna menoleh saat Arga berbicara.


"Mas disini?."


"Ya... aku disini, tapi sangat jelas pikiranmu sedang tidak berada disini. Istriku... apakah kamu bisa memberitahu ku, apa yang sedang kamu pikirkan?."


Mendengar seperti ada kesempatan Reyna bersemangat dan berkata,


"Mas... aku ingin memohon padamu, apakah bisa membatalkan pernikahan Reyhan?."


"Tidak mungkin." tolak Arga.


Terlihat wajah Reyna kecewa dan murung kembali.


"Jika mas mengatakan tidak, aku juga tidak bisa berkata apa-apa lagi."


"Istriku... aku tidak mengerti. Sarah sopan, baik, cantik dan pintar. Dia juga sudah lama bersamamu. Semua orang bahagia dengan pernikahan ini. Kenapa hanya kamu yang bersedih?."

__ADS_1


"Semua orang berbahagia? Mas... apakah mas berfikir seperti itu? Aku ingin bertanya padamu, kenapa mas ingin memisahkan Reyhan dengan orang yang dia cintai ya?."


Arga terkejut mendengar pertanyaan Reyna, lalu berdiri dan berkata,


"Aku sudah mengatakannya berulang kali. Gadis itu tidak pantas untuk Reyhan."


"Mas... pantas atau tidak pantas, Reyhan saja tidak peduli. Kenapa Mas sangat memperdulikannya?."


Arga berfikir dan berkata lagi,


" Menikahi istri harus orang yang tepat. Reyhan adalah adik iparku aku tidak ingin dia menikahi gadis yang mempunyai niat jahat dan memanfaatkannya. Aku sedang melindunginya dari melakukan kesalahan yang besar dalam hidup Reyhan."


Reyna tertawa konyol mendengar perkataan Arga dan menarik nafasnya dalam-dalam. Arga melihat istrinya itu dengan kebingungan.


" Apa yang kamu tertawakan?." tanya Arga.


"Haha ha ha ha... istriku, apa karena kamu sudah terlalu lama koma, sehingga kamu berbicara ngawur?."


Padahal dalam hati Arga, dia membenarkan pernyataan Reyna hanya dia menutupinya karena keegoisannya.


"Mas... aku mohon padamu batalkan pernikahan ini, Mas?."


"Hal ini tidak mungkin!."


"Mas... Reyhan bukan orang yang mudah pindah ke lain hati. Aku adalah kakak kandungnya aku mengerti tentangnya. Mas... jika kamu menginginkan seseorang, lebih banyak perempuan di luar sana. Aku mohon padamu tolong restui perasaannya!."


Reyna memohon - mohon hingga terjatuh dari kursi rodanya, akan tetapi Arga malah pergi berlalu tanpa menghiraukan nya.


Reyna menangis di temani Nayla yang juga ikut menangis.

__ADS_1


" Reyhan adalah keluargaku, dia adikku... aku pikir setidaknya Reyhan dan Tiara, mereka berdua bisa hidup bahagia tapi... tapi...." Reyna tidak melanjutkan perkataannya dan terus menangis.


Nayla pergi ke taman di dekat rumah itu, lalu menendang-nendang pohon yang ada di depannya hingga menarik perhatian seseorang. Melihat gadis berperilaku konyol orang itu menghampirinya.


" Nona anda kenapa? Apakah pohon ini bersalah padamu?."


Orang itu adalah Doni, sahabat Reyhan yang sedang berpatroli sekitar tempat itu.


Mendengar seseorang bicara padanya, Nayla langsung meluapkan amarah nya.


"Ini tidak adil!! Ini tidak adil! Seharusnya mereka bersama dan tidak boleh dipisahkan. Kenapa takdir mempermainkan mereka?."


Emosi Nayla.


"Siapa yang dipisahkan? Dan siapa yang di permainkan nona?."


Nayla melihat pada Doni dan kesal.


"Semua laki-laki sama!."


Jekuk!


Nayla menendang kaki Doni sekuat tenaga, dan segera meninggalkannya.


"Awwww! " pekik Doni.


"Kenapa gadis itu menendangku?? Siapa gadis itu? awwww! kakiku sakit! Tendangannya keras juga."


Itulah awal pertemuan Nayla dan Doni.

__ADS_1


__ADS_2