
Suatu hari, setelah Arga mengetahui kenyataan yang besar, Arga merasa sangat kecewa dan tidak tahan lagi. Dia memutuskan untuk pindah keluar dari rumah itu dan meninggalkan Tiara.
Arga pindah ke sebuah rumah baru bersama Alina. Sebenarnya dia merasa sedih meninggalkan rumah yang sudah dia tinggali bersama Tiara, tetapi dia juga merasa lega karena bisa meninggalkan semua masalah dan ketegangan yang terjadi di rumah mereka.
Sementara itu, Tiara harus menghadapi kesepian di rumah yang besar sendirian. Dia merindukan kehadiran Arga dan menyesal atas kesalahannya. Dia mencoba untuk menghubungi Arga dan meminta maaf lagi, tetapi Arga tidak merespon. Tiara merasa sedih dan sendirian, dan dia mulai menyadari betapa pentingnya Arga dalam hidupnya.
Beberapa waktu telah berlalu, Tiara menjalani hidupnya sendiri tapi tanpa status perceraian. Ia masih istri Arga dan masih menerima nafkah lahir hanya nafkah batin saja yang tidak Arga berikan.
"Nayla... Besok temani aku pergi ke mal. Ada beberapa hal yang harus beli."
"Baiklah."
Nayla merasa sedih melihat Tiara dan Arga yang bertengkar dan dia ingin mengatakan sesuatu, namun takut hubungan mereka akan semakin memburuk jika dia membuka mulut.
Tiara dan Nayla pergi ke mal dan menghabiskan waktu disana. Saat mereka sedang melihat-lihat barang, tiba-tiba Arga dan Alina muncul di hadapan mereka.
"Hey, apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Alina dengan nada mencemooh.
Tiara terkejut melihat Arga yang datang tiba-tiba. Dia melihat suaminya itu tidak memandangnya sedikitpun. Arga hanya membuang mukanya dan melihat ke sembarang arah.
"Kami hanya ingin menghabiskan waktu bersama-sama dan sedang mencari beberapa barang yang kami butuhkan," jawab Tiara dengan wajah tersenyum tipis.
"Baiklah, lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan. Aku hanya ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja," kata Alina lalu melihat ke arah Arga yang tidak peduli dengan Tiara.
Alina mengajak Arga segera pergi dari sana dan sengaja menabrak Tiara hingga hp yang Tiara pegang terjatuh. Saat Tiara menjulurkan tangannya yang akan mengambil hp, Alina sengaja menginjak tangan Tiara sehingga memekik kesakitan. Tapi hal itu tidak membuat hati Arga tergugah dan tetap bersikap dingin.
"Oh, maaf... Aku tidak sengaja. Maaf ya Tiara."
Alina berpura-pura minta maaf dengan tatapan meledek. Tiara hanya diam dan tidak mempermasalahkannya. Lalu Nayla segera melihat tangan Tiara.
"Tiara, apa tanganmu baik - baik saja?."
__ADS_1
"Tidak apa-apa Nayla, ayo kita pulang."
Akhirnya, Tiara memutuskan untuk pergi meninggalkan Arga di mol. Dia pergi dengan perasaan kecewa dan sedih, Tiara merasa bahwa Arga tidak lagi memperhatikan dan menghargai hubungan mereka seperti yang dia lakukan sebelumnya.
Seperginya Tiara, Arga merasa sangat marah dan kecewa dengan Alina ketika dia mengetahui bahwa Alina sengaja menginjak tangan Tiara. Arga tidak bisa mengerti mengapa Alina melakukan hal itu dan merasa bahwa tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan.
"Kenapa kamu melakukan hal seperti itu, Alina?" kata Arga dengan nada marah.
"Bagaimana bisa kamu sengaja menginjak tangan Tiara seperti itu? Apa yang membuatmu merasa senang melihat orang lain menderita?."
Alina terkejut dengan reaksi Arga dan mencoba membela diri,
"Aku tidak sengaja Mas, dan aku tidak akan mengulanginya."
"Seharusnya kamu berpikir dulu sebelum bertindak."
Alina berdelik kesal karena Arga sudah memperhatikan Tiara. Padahal dia pikir Arga sudah tidak perduli pada Tiara.
Saat Tiara keluar dari mal, dia tidak sengaja bertemu dengan Reyhan. Awalnya, Tiara terkejut melihat Reyhan di sana, tapi dia mencoba untuk tetap tenang dan berbicara dengannya. Lalu Reyhan menghampiri dan menyapa terlebih dahulu.
"Aku baik...."
"Baguslah, apa kita bisa bicara?."
"Jika itu tentang masalah Sarah... ~."
"Tiara... Tidak ada hubungannya dengan Sarah, dia meninggal mungkin itu lebih baik baginya."
"Kamu tidak merasa sedih sudah kehilangan kehilangan istrimu."
"Hmm... Tidak ada alasan bagiku untuk bersedih atas kematiannya."
Tiara mengernyitkan dahinya dan berpikir bahwa Reyhan sudah mengetahui hubungan gelap Sarah dan Arga.
__ADS_1
Reyhan mengajak Tiara untuk duduk berbincang di restoran Mol, Tiara setuju dengan ajakan Reyhan dan mereka langsung menuju ke restoran tersebut.
Sesampainya di restoran, Reyhan, Tiara dan Nayla duduk di sebuah meja yang terletak di sudut ruangan. Mereka memesan minuman dan makanan untuk dinikmati selama mereka berbincang.
"Tiara... Maaf bukannya aku ingin mencampuri urusan rumah tangga mu. Tapi aku hanya ingin memberi saran, lebih baik kamu segera berdamai dengan pak Arga. Perselisihan antara kamu dan Arga tidak baik jika terus berlanjut."
"Bagaimana kamu tau tentang hubungan kami?."
"Aku selalu memantau keadaan mu dari jauh, karena aku ingin melindungimu."
Reyhan melihat reaksi Tiara yang tergerak oleh perkataan nya barusan lalu mengalihkan topik pembicaraan.
"Tapi bukan hal itu yang ingin aku bicarakan sekarang. Alina... Dia bukan gadis yang sembarangan. Kamu harus mewaspadai nya dan menjaga pak Arga dari semua siasatnya."
"Apa maksudmu?."
"Alina dan ayahnya, Alex, adalah ayah dan anak yang sangat ambisius dan tamak. Mereka memiliki rencana jahat untuk mengambil alih semua aset perusahaan pak Arga."
"Apa?." Tiara terkejut dengan informasi yang Reyhan berikan.
Pada awalnya, Alina masuk dan memulai pekerjaannya di perusahaan Arga sebagai seorang sekretaris. Namun, dengan aksesnya ke informasi rahasia perusahaan, ia mulai membuat rencana untuk membantu ayahnya mengambil alih perusahaan.
Alex, yang memiliki pengalaman dalam bisnis dan akses ke beberapa investor, memimpin rencana untuk memanfaatkan kelemahan dan kekurangan perusahaan untuk mengambil alih semua asetnya dalam waktu yang cepat.
Alina memanfaatkan kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh beberapa karyawan kunci Arga untuk memperoleh informasi rahasia perusahaan yang sangat penting. Informasi ini kemudian digunakan oleh ayahnya untuk memperoleh keuntungan dalam perdagangan saham.
Sementara itu, Alex menggunakan koneksi dan pengaruhnya untuk menempatkan orang-orang yang setia pada perusahaannya di dalam dewan direksi perusahaan Arga. Mereka berusaha mempengaruhi keputusan-keputusan strategis perusahaan sehingga memudahkan Alina dan ayahnya untuk mengambil alih perusahaan secara penuh.
Setelah mengumpulkan informasi yang cukup dan menempatkan orang-orang yang tepat di posisi penting di perusahaan, Alina dan ayahnya melakukan serangan yang cepat dan efektif. Mereka menempatkan tawaran yang sangat menguntungkan dan dengan mudah memperoleh kendali penuh atas perusahaan.
Arga adalah orang yang percaya pada kejujuran dan integritas, dan ia selalu mempekerjakan orang-orang yang memiliki sikap dan prinsip yang sama dengannya. Namun, dia tidak menyadari bahwa ada rencana jahat yang sedang dipersiapkan oleh dua orang terdekatnya yaitu Alina dan ayah mertuanya.
Setelah mengetahui semua rencana Alina, Tiara berencana dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Arga untuk menyelamatkan suami dan perusahaannya.
__ADS_1
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂