Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 101 - Naluri


__ADS_3

Satu malam...


Arga masuk ke kamar Tiara dan melihat Tiara sedang menyusui anaknya. Awalnya, Tiara merasa terkejut dan tidak nyaman dengan kedatangan Arga di kamar tidurnya saat ia sedang menyusui anaknya. Namun, Arga langsung meminta maaf dan menjelaskan bahwa ia hanya ingin membantu Tiara.


Arga mengambil posisi duduk di belakang Tiara dan mulai mengobrol dengan lembut. Dia berbicara tentang betapa senangnya dia melihat Tiara dan bayinya, dan betapa bahagianya ia dapat membantu dalam perawatan bayi. Dia juga meminta saran pada Tiara tentang cara terbaik merawat bayi, karena dia tidak terbiasa dengan anak kecil.


Tiara mulai memberikan tips dan saran pada Arga tentang cara merawat bayi dengan baik dan benar. Arga mendengarkan dengan seksama dan mencatat setiap saran yang diberikan oleh Tiara.


Setelah selesai memberikan saran pada Arga tentang cara merawat bayi, Tiara merasa sedikit malu karena merasa tidak rapi saat menyusui anaknya di depan Arga. Dia segera merapikan bajunya dan menata rambutnya yang acak-acakan.


Namun, Arga menyadari bahwa Tiara sedang merasa malu dan buru-buru merapikan dirinya. Dia segera menghibur Tiara dengan memberikan pujian dan mengatakan bahwa Tiara tetap cantik meskipun sedang sibuk dengan perawatan bayinya.


Arga memang merasa sedikit tidak nyaman saat melihat Tiara menyusui bayinya di depannya. Namun, bukan karena ia merasa tidak nyaman melihat Tiara menyusui, melainkan karena dalam hatinya ia merasa panas dan jantungnya berdebar-debar.


Arga merasa tertarik oleh Tiara dan naluri lelakinya sangat menggebu, tetapi ia tidak tahu cara mengungkapkannya. Pasalnya Tiara tidak akan memberinya jatah dan selalu menolaknya.


"Mas, aku titip dulu Kirana ya, aku mau ke kamar mandi dulu,"


"Baiklah, tenang saja... Aku akan bersama putriku yang cantik ini."


__ADS_1


Setelah beberapa menit menunggu, Arga mulai merasa khawatir dengan Tiara yang belum keluar dari kamar mandi. Dia mulai memikirkan apakah Tiara baik-baik saja atau apakah ada sesuatu yang terjadi. Namun, ketika Tiara akhirnya membuka pintu kamar mandi, Arga merasa lega.


"Mas, bisa tolong ambilkan baju ganti? Aku lupa membawanya."


Tiara merasa bingung saat menyadari jika dia tidak membawa baju ganti. Tiara pun merasa malu dan ragu untuk meminta bantuan pada Arga, namun akhirnya ia meminta tolong agar Arga mengambil baju ganti untuknya di lemari.


Arga yang awalnya merasa bingung, lebih tepatnya bingung atas perasaannya yang memikirkan keadaan Tiara sekarang di dalam kamar mandi sana, namun Arga hanya menelan salivanya. Akhirnya segera mengambil baju Tiara dan memberikannya.


"Ini, aku tidak tau harus mengambil baju yang mana."


Seketika bicara Arga terhenti saat melihat pantulan sebuah bayangan dari cermin kamar mandi yang dia lihat dari sela pintu. Ia lebih keras menelan salivanya dan tidak mengedipkan matanya.


Saat Tiara hendak menutup kembali pintu kamar mandinya, tiba-tiba tangan Arga menahannya dan membuat Tiara merasa heran.


"Kenapa, Mas?."


Tiara segera menyadarinya lalu memakai handuknya menyeluruh, tapi sebelum selesai Arga sudah ikut masuk ke dalam dan memegang tangan Tiara yang sedang sibuk memaki handuk.


Tiara tersentak saat melihat Arga menatapnya dan melarangnya mengenakan handuk itu. Tiara mencoba tidak menghiraukan Arga dan hendak pergi dari sana tapi di tahan Arga yang mendaratkan tubuh Tiara di dinding lalu mengungkungnya.


"Mas, apa yang kamu lakukan?."

__ADS_1


"Tiara, aku masih suamimu, dan aku masih berhak atas tempat tubuhmu."


Tiara menatap mata Arga yang sudah sayu dengan hasratnya yang menggebu.


"Mas, Kirana sedang tidur, aku harap Mas bisa mengerti diriku."


Arga semakin mendekatkan wajahnya, namun Tiara menghindarinya. Lalu Arga memeluk tubuh Tiara yang hanya berbalut handuk selutut.


"Aku mohon, Tiara...," lirih Arga.


Tidak mendapat respon dari Tiara, Arga mulia memegang ujung handuk yang Tiara pakai lalu membukanya perlahan. Tidak mendapat penolakan, Arga merasa mendapat lampu hijau dari Tiara dan mencoba membuka seluruh handuknya.


Tiara masih mempertahankan handuk yang masih menutupi kedua buah d*adanya, namun Arga tidak memaksa untuk membukanya.


Arga mulai menciumi leher Tiara yang membuat Tiara merasa nano-nano begitupun dengan Arga. Saat keduanya sudah ter*ngsang, ciuman Arga naik ke wajah Tiara dan hendak mencium bibirnya.


Tapi saat hampir menciumnya, suara tangis Kirana membuyarkan konsentrasi mereka, lalu Tiara segera memakai handuknya lagi dan segera menghampiri Kirana dengan hati yang berdebar-debar dan meninggalkan Arga di puncak hasratnya.


"Gagal deh," celetuk Arga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2