Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 74 - Kecelakaan yang di sengaja


__ADS_3

"Aku tidak akan bisa memiliki Arga seutuhnya jika Tiara masih ada di sini. Aku terlalu meremehkan gadis kampung itu!."


Alina menggenggam dan meremas sebuah foto bergambar Tiara. Dia berada di apartemen miliknya. Apartemen yang hanya dia pakai sesekali.


Alina seperti musuh dalam selimut. Dia telah merencanakan sesuatu yang akan membahayakan Tiara. Sebenarnya bukan hanya kali ini saja.


Saat pertemuan pertama kali di kediaman keluarga besar Arga. Alina sudah melancarkan aksi jahatnya yang mencoba menjebak Tiara menjadi tersangka pembunuh tante V.


Saat itu, Alina yang melihat perdebatan antara tante V dan Tiara mengambil kesempatan untuk menjadikan itu sebagai alibi Tiara.


Alina dan tante V memiliki hubungan yang renggang bahkan bisa di bilang seperti musuh. Sebabnya karena tante V dahulu seolah selalu menghalangi Alina untuk mendekati Arga.


Tante V selalu merendahkan keluarga Alina di mata keluarga Arga. Bahkan tak jarang memanggilnya wanita ja*ang. Dendam di hati Alina selalu dia simpan. Hingga akhirnya saat kejadian tante V meninggal Alina lah pelaku sesungguhnya dengan menyewa pembunuh bayaran.


"Aku tidak akan membiarkan seorang pun menghalangi keinginanku. Dan aku pastikan orang itu pasti akan tersingkir, seperti tante V yang malang. Ha ha ha ha!."


~~


Suasana malam di rumah.


Arga dan kedua istrinya sedang duduk di meja makan dan bersiap untuk makan malam.


"Mas Arga, sini aku ambilkan lauknya."


Alina mencoba melakukan hal yang sama seperti yang Tiara lakukan baru saja saat mengambilkan nasi untuk Arga.


"Terima kasih, sekarang kalian harus makan juga."


Di sela waktu makan, Arga memainkan kakinya di kaki Tiara. Ekspresi wajahnya datar tapi kakinya nakal menjalar kemana-mana. Tiara tidak meresponnya tapi hanya berdehem karena tidak enak dengan orang yang ada di sana juga.


Mendengar isyarat Tiara, Arga menghentikan aksinya. Berganti dengan Alina yang mulai nakal.


"Mas, malam ini kamu mau tidur dimana?."


Pertanyaan monohok yang Tiara ajukan membuat Arga tersedak.


"Uhuk! Uhuk!."


Tiara segera mengambilkan air minum lalu memberikannya kepada Arga.


"Kamu tidak apa-apa Mas Arga?."


Alina menepuk nepuk punggung Arga.


"Mas Arga, mas... Mas!."


Panggilan Alina kepada Arga terngiang di telinga Tiara lalu berkata dalam hati.


"Sangat menggelikan."


Selain mencoba menenangkan Arga yang tersedak, tangan Alina juga mulai merambat ke segala arah hingga ke bagian sensitif Arga.


Arga tersentak saat benda pusakanya di sentuh. Dia menatap Alina yang tersenyum genit kepadanya. Tiara melihat adegan mereka berdua dan merasa gerah.


"Aku sudah selesai makan."


Tiara pergi dan membuyarkan fokus Arga yang sedang menatap Alina intens. Lalu Arga segera menghabiskan makanannya dan menyusul Tiara ke kamar. Sedangkan Alina hanya membiarkannya dan tersenyum licik.


Arga mendapati Tiara yang sudah terbaring dan memejamkan matanya. Entah pura-pura tidur atau sudah benar-benar tidur. Lalu Arga duduk di tepi ranjang menatap tubuh Tiara yang sudah lama tidak dia sentuh.


Sejak Tiara memergoki Arga bersama Alina. Tiara belum lagi memberi pelayan servis di ranjang. Arga pun tidak memaksakan kehendaknya. Meskipun begitu Arga tetap tidur di samping Tiara dan terus memeluknya.




Dini hari di saat semua orang masih terlelap tidur, ada seseorang yang memakai jubah hitam sedang berjalan secara mengendap endap di depan kamar Tiara.



Sebuah cairan bening dia curahkan di tangga pertama. Walau sedikit tapi cairan itu sangat licin. Satu langkah saja menginjak cairan itu maka kecelakaan pun tidak bisa terelakan.



"Hem ... Sebentar lagi kamu akan berakhir."


__ADS_1


Rencana jahat orang yang masih belum di ketahui itu sudah pasti targetnya adalah Tiara. Dia sudah tau pasti bahwa orang yang pertama kali akan menginjakkan kakinya di tangga itu adalah Tiara.



Kring Kring Kring 3x



Nyaring bunyi alarm di kamar Tiara terdengar keras. Segeralah dia membuka mata dan mengumpulkan nyawanya untuk segera bangkit dari tempat tidur yang sebenarnya tidak mau dia tinggalkan.



"Sayang, sudah pagi ...."



Tiara mencoba membangunkan Arga yang masih erat memeluknya. Badannya seakan terkunci karena Arga tidak membiarkannya beranjak dari tempat tidur. Kemudian Arga membalikkan badan Tiara dan menindihnya dari atas.



"Kamu sudah lama tidak memanjakan aku. Sekarang aku akan memintanya."



Tiara merasa ada sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana. Arga mulai menciumi Tiara dan terhenti saat Tiara berkata,



"Mas, ini sudah pagi. Aku harus menyiapkan sarapan."



"Emm... Di bawah banyak art, biarkan mereka bekerja dan tidak membuat gaji yang aku berikan tidak sia-sia."



Cup cup cup



Arga terus mengecup Tiara manja dan tangannya yang sudah bergelia kemana mana semakin tidak bisa di kendalikan.




Saat Arga melucuti semua pakaiannya juga pakaian Tiara, dia mendapati cairan berwarna merah di seprey. Ya... Gagal deh, ternyata Tiara sedang datang bulan wkwkwk.



"Ckkk! Gagal deh...!."



Tiara tertawa lucu saat melihat wajah kecewa Arga.



"Bagaimana dengan nasibmu joni? Sarangmu sedang kedatangan tamu."



Arga mengoceh sambil melihat kepunyaannya yang berdiri. Hal itu membuat Tiara malu untuk melihatnya dan menutup matanya lalu berkata,



"Kan masih ada istrimu satu lagi."



Arga melihat Tiara yang menutup wajahnya lalu menyingkirkan tangan yang menutupinya itu dan men\*ulum bib\*r Tiara. Mereka bergelut di atas kasur sampai Arga \*\*\*\*\*\*\* dan menuntaskan hasratnya meskipun tanpa masuk ke sarang.



"Aku akan menunggu selama satu minggu, persiapkan itu ya. Jika sudah selesai aku tidak akan membiarkanmu beristirahat."


__ADS_1


Tiara berdelik acuh.


Setelah bersih-bersih badan dan bersiap, Tiara akan menuju ke bawah.



Tap... Tap... Tap...!



Langkah Tiara membuat seseorang yang berada di bawah merasa kesenangan dan berkata dalam hati,



" Satu... Dua... Ti~...


Kenapa dia belum terjatuh?."



Alina segera melihat ke arah Tiara yang sedang berbicara dengan Arga.



"Waduh...! Dia bersama Arga! Bagaimana kalau Arga ikut terjatuh??."



Arga dan Tiara melangkah secara bersama tapi saat akan menuruni tangga, tiba-tiba Arga mendapat sebuah panggilan dan bernehti sejenak. Sedangkan Tiara terus melangkah dan...



"Aaaaaaaaaaa....!."



Tiara hampir terjatuh dari ketinggian tangga rumah itu. Tapi dengan secepat kilat Arga menangkap tangan Tiara dan memeluknya, hingga akhirnya mereka berdua terjatuh bersama.



"Mas!."



"Tiara!."



Alina dan Nayla berteriak secara bersamaan dan menyaksikan pasangan suami istri itu terjatuh berguling guling di tangga.



GUBRAKKK!!



Keduanya terjatuh sampai ke bawah. Beruntung kepala Tiara masih terlindungi tangan Arga, jika tidak kepalanya akan membentur sudut keramik.



Semua orang yang berada disana segera menolong dan membawa keduanya ke rumah sakit.



Di dalam ambulan Arga masih memeluk Tiara yang berada di pangkuannya. Meskipun dalam keadaan pusing Arga tidak menghiraukan dan tetap menjaga Tiara yang kehilangan kesadaran.



"Tiara...! Aku mohon sadarlah! Jangan membuatku takut!. Sayang cup cup cup."



Tibalah di rumah sakit. Arga mencoba menggendong Tiara sampai dirinya pun jatuh dan tidak sadarkan diri.



\*\*\*

__ADS_1



Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...


__ADS_2