Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 78 - Masa lalu yang membekas


__ADS_3


Visual pemeran


🌺Tiara 🌺


Semenjak mengetahui kebenaran tentang Arga dan Sarah. Tiara sering menghindari Arga dan lebih suka menyendiri.


Di kantor...


Sarah sedang berada di ruangan Arga. Dia berbicara kepada Arga dan memohon bantuannya agar Reyhan tidak menceraikannya.


"Tuan ... Reyhan telah menyayangi seorang pelayan sehingga rumah tangga kami kini berada di ambang kehancuran. Reyhan bahkan meragukan kalau Sandra adalah anaknya."


Arga merasa risih dengan keluhan Sarah tapi dia terus mendengarkan.


"Oleh karena itu, Reyhan akan menceraikanku. Aku terus menolaknya karena aku tidak mau hal itu sampai terjadi. Hu hu hu."


Dengan banyaknya hal-hal yang di bicarakan Sarah, tak lupa dia juga mencurahkan air matanya sangat banyak. Dia berusaha agar bisa mengelabui Arga.


"Sarah, aku ingin bertanya kepadamu. Sandra, Apakah dia benar-benar anak Reyhan?."


Teg...!


Sarah merasa terpojok dan gelagapan lalu berkata bohong agar Arga tidak mengetahui kebenarannya bahwa Sandra adalah anak Arga.


"Tuan, saya yakin kalau itu anaknya Reyhan. Tapi bagaimanapun aku menjelaskannya, Reyhan tetap tidak mempercayai dan tidak mau mengakuinya."


"Baiklah. Sudahlah... kamu jangan menangis lagi. Sekarang pergilah, aku butuh waktu untuk berpikir dulu."


Kemudian Sarah keluar dari kantor Arga dengan senyum penuh kemenangan. Dia merasa usahanya akan berhasil.




Hari ini adalah hari peringatan kematian Reyna. Tiara berencana untuk berkunjung ke rumah Arga yang dulu untuk mengenang mantan majikannya itu. Tiara pergi di temani Nayla tanpa mengabari Arga terlebih dahulu.



Reyhan yang selesai memakai pakaian yang sudah di keringkan hendak pergi dari rumah Reyna tanpa mengetahui bahwa Tiara juga sedang berada disana.



"Tunggu!."



Reyhan di kejutkan oleh suara seseorang yang selama ini dia rindukan, yaitu Tiara. Reyhan menatap Tiara yang sedang berbicara kepadanya.



"Ternyata kamu masih ada disini, Rey...."



"Aku akan segera pergi, permisi."



Reyhan mengingat pesan Tiara untuk menjauhinya. Oleh karena itu dia tidak ingin berlama-lama bertemu dengan Tiara dan akan segera pergi.



"Tunggu...."



Reyhan menghentikan langkahnya saat Tiara kembali memanggilnya.



"Nayla, kamu berjagalah di luar."



"Tiara...?."


Nayla mengkhawatirkan sesuatu.



"Pergilah."



"Kalau begitu, kalian cepatlah bicara dan jangan lama-lama agar tidak menimbulkan rumor." Pesan Nayla.



Nayla segera pergi meninggalkan mereka berdua dengan rasa khawatir. Lalu Reyhan melihat ke arah Tiara dan menghampirinya.



Sekarang mereka berdiri berdua di hadapan foto Reyna.



"Kenapa masih belum pergi dari sini? Biasanya aku tidak bertemu denganmu disini."



Reyhan mengubah posisinya jadi menghadap Tiara dan menatapnya intens.



"Aku sudah memikirkan hal ini berulang kali, kamu menikahi pak Arga karena ada alasan dan tujuan lain."



"Menurutmu? Aku menikah dengan Pak Arga, kenapa?."

__ADS_1



Reyhan kembali ke posisi sebelumnya menghadap ke depan.



"Rey... Kamu jangan berpikir sembarangan. Aku sudah lelah bekerja keras dan aku tidak ingin lagi menjadi orang rendahan."



"Ada dua kemungkinan. Yang pertama kematian kakak sedikit janggal."



Reyhan memberi jawaban yang menjadi kemungkinannya Tiara mau menikah dengan Arga.



"Nyonya meninggal karena bunuh diri, tidak ada hubungannya dengan orang lain."



Reyhan menatap Tiara kembali dan berkata,



"Jika bukan karena alasan ini, maka karena kamu membenciku."



"Apa yang kamu katakan, Rey?."



"Tiara, selama ini kamu terus membenciku."



"Aku tidak membencimu."



"Dulu aku berjanji akan menikahi mu, tapi malah menikahi Sarah. Dengan kepribadianmu, selamanya kamu tidak akan memaafkan aku."



"Kamu terlalu percaya diri dan sok tau. Masa lalu... Aku sudah melupakannya."



"Jika kamu langsung memarahiku, masalah akan cepat berlalu. Tapi kamu tidak melakukannya. Tiara, aku terlalu mengerti tentang dirimu. Biasanya siapapun yang bersalah kepadamu maka kamu tidak akan memaafkannya...


Tidak! Aku tidak sedang menyalahkanmu. Semua ini adalah kesalahanku. Aku bersedia menanggung akibatnya."



" Rey, aku harap kamu akan hidup dengan baik. Dengan masa depanmu dan melupakan aku."




"Reyhan...."



"Tiara. Tidak peduli apa yang kamu lakukan aku hanya akan mengatakan satu hal. Kakak berharap kamu bisa hidup bahagia. Jangan mengorbankan diri demi siapapun. Kamu harus hidup bahagia demi dirimu sendiri. Jika kamu memerlukan bantuan katakanlah... aku akan bersedia selalu membantumu. Jangan menanggung semuanya sendiri."



"Rey, jika kamu tau... ini adalah permintaan nyonya Reyna. Aku menikahi Arga karena wasiat nyonya Reyna." batin Tiara.



Di saat Tiara dan Reyhan membicarakan dan mengutarakan keadaan mereka, tiba-tiba...



"Tuan Arga , anda lihatlah... Ternyata mereka berkencan diam-diam disini."



Tiara dan Reyhan dikejutkan oleh kedatangan Arga juga Sarah. Tadi di kantor saat Sarah akan pulang dia berinisiatif ingin ikut Arga yang akan pergi ke rumah Reyna ini.



Entah kebetulan atau di sengaja mereka harus mendapati kebersamaan Reyhan dan Tiara disana.



"Mas, kamu kesini juga?."



"Selamat siang Pak Arga."



Keduanya menyapa Arga yang baru saja datang. Tapi Arga tidak membalasnya dan hanya melihat mereka berdua dengan tatapan mematikan.



"Tuan, lihatlah mereka berdua. Dulu saat di rumah ini mereka berdua sangat lengket. Sekarang Tiara sudah menjadi istri anda pun, Reyhan masih belum putus asa dan mereka masih ingin bersama."



Sarah terus mengompori Arga yang sudah terlihat emosi.



"Sarah, kamu jangan bicara sembarangan!."

__ADS_1


Nayla mencelah.



"Hari ini adalah hari peringatan kematian nyonya Reyna. Mereka hanya kebetulan bertemu dan bicara sebentar," lanjut Nayla.



"Di dunia ini bagaimana mungkin banyak sekali kebetulan? Bukankah ini seperti sudah di rencanakan?, " cela Sarah.



Arga terus menatap kediaman Tiara dan Reyhan yang berada di sampingnya. Arga semakin emosi melihat mereka yang sama sekali tidak mencoba membela diri.



"Tuan, hari ini adalah hari peringatan kematian nyonya Reyna. Meraka malah memilih tempat ini untuk berkencan. Tidak hanya tidak tau malu, mereka juga melakukan penghianatan yang sangat besar."



"Berkencan diam-diam?."



Tiara mulai membuka mulutnya saat Sarah sudah bicara sangat keterlaluan.



"Apakah kamu melihat sendiri kami berbicara dengan mesra? Hanya berbicara sedikit, kenapa menjadi kencan diam-diam? Di rumah ini banyak pelayan, apakah mereka semua orang mati?."



"Tuan Arga, pada awalnya mereka sudah memiliki hubungan gelap. Sekarang sudah ketahuan malah mencari alasan. Anda jangan mempercayainya."



Arga menghampiri Tiara... dan berkata,



"Selain kebetulan, apakah ada alasan lain?."



"Tidak ada."


Tiara memberi jawaban singkat dengan senyuman kecil.



"Tiara...?."



"Pak Arga, hari ini adlh hari kematian kakak. Saya datang hanya untuk mengenangnya. Karena kecelakaan saya harus tinggal lebih lama disini. Jadi tidak sengaja bertemu dengan Tiara."



Arga mendengar penjelasan Reyhan tapi tatapan matanya tetap tertuju pada bola mata Tiara.



" Aku tidak bertanya kepadamu Rey! Aku bertanya kepadanya."



"Mas, jika kamu tidak mempercayaiku. Aku juga tidak bisa apa-apa."



Tanpa melepas pandangannya, Arga segera beranjak dari sana dengan menarik tangan Tiara agar ikut pulang bersamanya.



Setelah kepergian Arga dan Tiara, tinggallah Reyhan dan Sarah berdua.



" Kamu sengaja kan membawa pak Arga kemari?."



"Apa maksudmu Reyhan? Aku tidak tau!."



"Kamu tau kalau hari ini adalah hari peringatan kematian kakak. Dan kamu tau kalau aku dan Tiara pasti akan ada disini. Kamu hanya cukup menggiring pak Arga kemari dan membiarkannya melihat kebersamaan kami."



"Hai ha ha ha... Baguslah kalau kamu sudah paham. Aku tidak tau apa yang akan terjadi kepada Tiara sekarang. Tuan Arga menyaksikan sendiri istrinya berduaan dengan pria lain apalagi pria itu adalah mantan kekasih istrinya. Hal itu pasti membuat tuan Arga marah besar. Ini semua gara gara kamu dan Tiara!."



Reyhan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi lalu berkata,



"Kamu memang sama sekali tidak akan berubah!."



Reyhan segera pergi dan meninggalkan Sarah dengan rasa puas yang di milikinya sekarang.



\*\*\*\*



Mampir juga di karya Raja untuk Rani 💞

__ADS_1


__ADS_2