
Petikan jari Reyhan menyadarkan lamunan Tiara.
"Malah bengong. Sepertinya kamu harus ke rumah sakit"
"Tidak usah... terima kasih salepnya. Perihnya sudah agak mendingan, aku pergi dulu."
"Silahkan."
Lalu Tiara pergi kemudian berbalik badan.
"Pak Reyhan apakah anda mengenal Tina karyawan dulu yang bekerja disini?"
Pertanyaan Tiara membuat Reyhan terkejut dan langsung menjawab,
"Tidak ... Aku tidak mengenalnya." menegaskan.
"Oh... Sebenarnya Tina itu kakak ku. Ya sudah kalau pak Reyhan tidak mengenalnya."
Lalu Tiara pergi sambil bergumam.
"Dari exspresi nya setelah mendengar nama kakak, aku yakin dia mengenal nya dan menyembunyikan sesuatu, jangan harap kamu bisa lari!"
Jam makan siang sudah tiba.
"Bu Mira, aku sudah memutuskan akan mengejar orang yang telah mencelakai kakak ku."
"Tiara, apa kamu berprasangka orang yang melakukan nya adalah pak Reyhan?."
"Aku akan memastikannya.!"
__ADS_1
"Kamu ini, kadang-kadang suka membuat orang khawatir. Kamu ini seorang perempuan. Bisa-bisanya ingin melakukan balas dendam," kata bu Mira sambil mencubit hidung Tiara merasa gemas.
"Aaaaaa..... Aaaa.... Aaa...!"
Tiara berteriak sambil memaki dan menghentak-hentakan kaki.
"Aku tidak akan melepaskanmu! aku akan membuat mu menjadi martabak... Huh!!."
"Kenapa kau sangat berisik."
Terdengar suara dari belakang. Suara yang sudah tak asing lagi. Suara dari presdir tempat ia bekerja yang tak lain adalah pak Arga.
Mereka berdua sedang berada di atas balkon gedung. Pak Arga sedang duduk beristirahat sambil mengamati sekitar. Tiba-tiba Tiara datang menggangu ketenangan nya.
"Pak Arga ... Maaf pak, saya tidak tau anda disini, saya hanya~."
" Huh! orang ini, mengganggu saja saat orang mau marah-marah. Kalau bukan majikan sudah aku buat juga jadi martabak."
Tanpa disadari Arga masih mendengar ocehan Tiara.
"Apa yang kamu katakan barusan??"
Tiara terlonjak kaget.
"Waduh! Mati aku!." mengumpat dalam hati.
"Siapa yang akan dijadikan martabak??" tanya Arga.
"Bukan pak! Itu ... Teman-teman ku ... Mereka suka makan martabak dan suka titip pesan pada saya soalnya saya suka lewat depan tukang martabak. Jadi lebih baik sekali - kali saya akan membuatkannya untuk mereka."
__ADS_1
Tiara beralasan sambil garuk garuk kepala merasa salah tingkah.
Arga menatap intens Tiara dari bawah sampai atas dia memicingkan matanya dan bersikap dingin pada Tiara. Karna sesungguhnya Arga mendengar dengan jelas semua yang di katakan Tiara. Lalu pergi dari tempat itu.
"Hmmmp... Untung saja."
Semenjak Tiara mengetahui bahwa pin yang selama ini di simpan baik-baik oleh kakak nya itu adalah milik Reyhan, Tiara semakin mendekatkan dirinya pada Reyhan.
Tiara mencurigai bahwa kakaknya dan Reyhan dulunya itu sepasang kekasih. Lalu Reyhan merenggut kesucian kakak nya sehingga hamil. Lalu membunuh kakaknya untuk menghilangkan bukti.
Ketika duduk di kursi kebesarannya, Arga menyadari kalau gadis yang dia temui di atas balkon tadi sengaja mengutuknya dan berbohong agar lepas dari hukuman.
"Beraninya dia mengataiku... Hmmm."
"Daniel cari orang yang sudah mengatakan akan menjadikan aku martabak!!!" perintah Arga pada asisten nya itu.
"Maaf Pak, anda sedang mencari siapa?."
"Gadis yang berada di atas balkon tadi, dia karyawan disini cepat pecat dia!."
"Baik pak saya akan mencarinya."
Lalu Daniel pergi meninggalkan Arga yang terlihat kesal sambil berguman,
"Siapa gadis itu ya, aku benar-benar tidak melihatnya".
****
Jangan lupa kasih like, vote, favorit dan komen nya ya kak... Terima kasih atas dukungannya 🙏
__ADS_1