Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 85 - Nayla dan Doni


__ADS_3

Doni dan Nayla telah berpacaran selama dua tahun. Selama itu, mereka telah melewati banyak hal bersama dan semakin merasa dekat satu sama lain. Suatu hari, Doni memutuskan untuk melamar Nayla.


Nayla merasa senang dan bahagia saat menerima lamaran Doni. Mereka merencanakan pernikahan mereka dan menentukan tanggal untuk acara itu.


Namun, sebelum itu, Nayla ingin meminta restu dari sahabatnya sekaligus majikannya, Tiara.


Tiara adalah sahabat Nayla sejak di rumah Reyna dahulu dan mereka telah melewati banyak hal bersama. Nayla sangat menghargai pendapat Tiara dan ingin memastikan bahwa Tiara mendukung keputusannya untuk menikah dengan Doni.


"Tiara, Aku dan Doni telah berencana untuk menikah dalam waktu dekat. Tapi sebelum itu, aku ingin meminta restumu. Aku tahu bahwa kamu selalu menjadi sahabatku dan aku sangat menghargai pendapatmu."


Saat Nayla memberitau Tiara, dia merasa sedikit terkejut ketika Nayla memintanya untuk berbicara, tapi dia juga merasa senang bahwa sahabatnya percaya padanya.


Tiara merasa senang mendengarnya dan tersenyum kecil lalu berkata,


"Aku sangat senang mendengar itu, Nayla. Kamu tahu aku selalu mendukungmu dalam segala hal."


"Aku tahu, Tiara. Tapi aku juga tahu bahwa kamu juga tau tentang Doni dan aku ingin tahu apa pendapatmu tentang pernikahan kami."


Tiara mengangguk dan memberikan pandangannya dengan tulus.


"Sudah saatnya kamu dan Doni menikah. Kalian berdua saling mencintai dan kalian sudah melalui banyak hal bersama. Aku yakin kalian akan menjadi pasangan yang bahagia dan sukses."


Nayla mengucapkan terima kasih dengan mata yang berkaca-kaca. Keduanya berpelukan dan merayakan momen spesial tersebut.


Nayla merasa lebih percaya diri dan tenang untuk melanjutkan persiapan pernikahan bersama Doni, karena dia tahu bahwa sahabatnya mendukungnya dengan sepenuh hati.


Tiara ingin membuat momen spesial tersebut menjadi sesuatu yang tak terlupakan untuk sahabatnya. Oleh karena itu, Tiara sibuk menyiapkan pesta lamaran di rumahnya.


Tiara memilih tema yang indah dan elegan untuk pesta lamaran Nayla. Dia memilih dekorasi bunga yang indah dan lampu yang lembut untuk memberikan suasana yang romantis. Tiara memilih kue dan makanan yang lezat untuk dihidangkan di pesta tersebut.


Saat Doni melamar Nayla, suasana menjadi hening dan romantis. Doni mengucapkan kata-kata yang indah kepada Nayla dan berlutut sambil menunjukkan cincinnya. Nayla, yang terharu, tidak bisa menahan air matanya dan menyetujui lamaran Doni.


Setelah pertunangan diumumkan, semua tamu merayakan momen tersebut dengan mengucapkan selamat dan makan makanan yang lezat.

__ADS_1


Tiara sangat bahagia melihat sahabatnya bahagia dan senang dengan pesta lamaran yang telah dia siapkan.


Saat semua orang sedang merayakan pesta. Nayla yang sedang berada di kamarnya menekan dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. Dia meringis dna hampir terjatuh beruntung ada seorang artikel yang membantunya.


Ya... Saat Nayla sakit dahulu dan di rawat di rumah sakit, dokter mendiagnosis Nayla bahwa dia menderita sakit jantung. Tapi Nayla tidak pernah menampakkan sakitnya bahkan masih merahasiakannya dari Tiara.


Saat momen Nayla sedang kesakitan hal itu di lihat oleh Alina dan membuatnya tertawa sinis dan merencanakan sesuatu. Alina menghampiri Nayla dan berpura-pura perhatian kepadanya.


"Nayla? Kamu kenapa?." tanya Alina dengan nada cemas. Lalu Nayla berpura-pura tegar dan tidak terjadi apa-apa. Tapi Alina segera bicara lagi bahwa dia tadi melihat Nayla yang kesakitan.


Dengan terus di tanya dan di desak Alina dan berani dia tidak akan memberitahu Tiara, akhirnya Nayla menceritakan semuanya dan membuatmu Alina mempunyai banyak kesempatan.


"Nayla... dengan sakitmu itu, kamu yakin akan melanjutkan pernikahanmu dengan Doni?."


Nayla terdiam dan menatap Alina tidak mengerti.


"Maksudku, jika dengan pengakitmu itu suatu hari kamu akan meninggalkan Doni, apa kamu tidak merasa kasihan dengan membiarkannya menjadi seorang duda."


"Nayla... Sakit jantung yang kamu miliki itu bisa saja tiba-tiba merenggut nyawamu. Coba pikirkan jika kamu menikahi Doni dan kamu meninggal, bukankah hal itu akan membuat Doni merasa terpukul karena kehilanganmu?."


Nayla berpikir kerasa, lalu Alina melenggang begitu saja setelah mengatakan hal yang membuat Nayla memikirkannya. Di saat Nayla sedang dalam pikirannya, Tiara datang dan menemukannya secara dari tadi dia sudah mencari Nayla.


Tiara merasa hawatir saat melihat Nayla yang terus melamun, dia mencoba bertanya ada masalah apa tapi nyala tidak mengatakan apapun dan hanya mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.


🍁


🍂


Semenjak Nayla mendengar semua yang Alina katakan tempo hari, Nayla menjalani hari-harinya dengan tidak fokus. Seringkali dia membuat kesalahan bahkan saat di depan Tiara dan Arga pun, Nayla tidak fokus.


"Nayla, kamu sedang memikirkan apa? Apa kamu ingin aku dan Mas Arga meminum teh asin?."


Nayla sedang membuatkan teh untuk Tiara dan Arga di kamar mereka, tapi bukannya gula yang Nayla masukan ke gelas tapi garam. Nayla meminta maaf kepada majikannya itu dan segera ke dapur untuk membawa gula.

__ADS_1


" Mas... Bukankah Nayla terasa sedikit aneh setelah hari lamarannya?."


"Aneh bagaimana? Menurutku dia memang sedikit aneh."


Tiara berpikiran dan menerka nerka, sebenarnya apa yang terjadi kepada Nayla.


Tiara yang ikut sibuk karena bekerja lagi di kantor membuat dia tidak banyak waktu untuk terus bersama Nayla.


Pagi itu, di saat Tiara sudah berangkat ke kantor... Alina datang ke rumah menemui Nayla. Alina yang masih dalam waktu scor dan tidak di perbolehkan je kantor dulu oleh Arga menggunakan kesempatan itu untuk sering berkunjung ke rumah Tiara.


Pada kesempatan ini, Alina membawa sekotak yang dia katakan adalah sebuah hadiah lamaran untuk Nayla. Di rumah itu Alina dan Nayla berbicara banyak secara empat mata. Setelah selesai Alina segera pulang ke rumahnya.


Malam hari, saat Tiara sedang bersiap untuk beristirahat dan Nayla sedang menyiapkan kamarnya, dia duduk di hadapan Tiara dan mengatakan bahwa dia tidak akan menikah dengan Doni.


Keputusan Nayla yang tiba-tiba saja dan tidak mengatakan alasan yang sebenarnya membuat Tiara menolaknya, Tiara merasa bahwa mungkin Nayla merasa gugup menghadapi pernikahannya jadi dia anggap wajar dan terus menyemangati Nayla agar tidak membatalkan pernikahannya.


"Kamu jangan sesekali menjelaskan tentang penyakitmu itu kepada Tiara. Tiara adalah orang yang sangat mengkhawatirkanmu. Kamu tau sendirian di dalam hidupnya, Tiara sudah memiliki masalah yang banyak jadi jika kamu memberitahu nya itu hanya akan menambah masalah nya saja."


Di saat Nayla sedang bengong memikirkan perkataan Alina, Tiara menyuruhnya mengambilkan sesuatu dari dalam lemarinya.


" Nayla... Bukalah."


Tiara menyuruh Nayla untuk membuka paperbag yang di ambil Nayla barusan. Lalu Nayla pun menurutinya. Saat sudah terbuka...


"Kamu suka? Aku sengaja memilihkannya untukmu... Untuk sahabatku...."


Tiara memeluk Nayla saat melihat ekspresi Nayla yang terharu melihat gaun pengantin yang Tiara berikan untuknya.


"Nayla, cobalah... Aku ingin melihatmu memakai gaun ini."


Setelah Tiara meminta Nayla untuk mencobanya, Nayla pun segera mengganti bajunya dan memakai gaun pengantin itu.


Tiara merasa terpukau dan merasa senang saat melihat sahabatnya itu sangat cantik dan pas mengenakan gaun yang dia pilihkan dan mengatakan dia ingin segera melihat dia memakainya di pelaminan.

__ADS_1


__ADS_2