
"Pak.. Dua es krim ya."
Tiara dan Nayla duduk di kursi sambil memakan es krim. Tiba-tiba seorang badut menghampiri mereka dan memberi sebuket bunga mawar pada Tiara. Dengan bingung sekaligus senang, Tiara menerima bunga itu.
"Terima kasih..."
Badut itu membersamai keseruan Tiara dan Nayla. Memberikan beberapa pertunjukan meskipun sepertinya badut itu tidak terlalu ahli. Tapi justru itu membuatnya semakin lucu.
"Nayla... Coba ambil fotoku dengan badut ini. Yan bagus ya..."
Jeprat... Jepret.
Keduanya melihat hasil foto-foto yang mereka ambil dengan senang dan sesekali menertawakan pose mereka yang konyol. Di samping itu badut yang bersamanya terus menatap Tiara.
" Tiara... Tunggu sebentar lagi, aku akan datang untuk bersamamu lagi. Aku akan menjadi pelindung mu lagi, hanya kamu. Aku tidak perduli bagaimana sikapmu nanti padaku, apakah menolakku atau memarahiku. Aku akan terima semuanya, tapi aku tidak akan menyerah lagi. Tunggu aku Tiara... Hanya 6 bulan. Setelah itu aku akan memberikan semua kebahagian untukmu." batin Reyhan, yang berada di balik kostum.
Ya... Reyhan, dia sengaja menyewa kostum badut agar bisa bersama dengan Tiara. Dia tidak menampakkan diri, karena jika itu terjadi yang ada Tiara akan menghindarinya.
Jadi dia rela berpanas panasan. Memakai kostum badut yang tebal dan berat hanya demi Tiara.
Flasback....
Ketika Tiara dan Nayla berjalan di trotoar, Reyhan melihat keberadaan mereka dan terus mengikutinya. Sampailah di taman hiburan. Awalnya Reyhan ingin menghampirinya langsung, tapi dia mengurungkan niatnya dan melakukan ide dengan menyamar jadi badut. Dan akhirnya bisa membuat Tiara terhibur tanpa mengetahui bahwa orang yang di sampingnya itu adalah Reyhan.
Setelah bermain sepuasnya di taman hiburan layaknya anak kecil. Bahkan mereka bermain hingga malam hari. Mereka akan kembali pulang. Kali ini Reyhan menjadi penguntit sejati. Pasalnya dari semenjak Tiara dan Nayla sampai di taman hiburan itu, Reyhan selalu meninjau mereka dari kejauhan. Bahkan sampai saat akan pulang . Gelak tawa Tiara di sepanjang jalan membuat Reyhan ikut tersenyum bahagia. Reyhan mengikuti kendaraan umum yang Tiara naiki sampai tiba di rumah kontrakan nya. Dan Reyhan bersyukur karena sekarang Tiara tinggal dengan aman bersama sahabatnya.
Besoknya Reyhan pun pergi ke luar negeri, selain untuk urusan bisnis dia juga ingin menghindari Sarah yang selalu menuntutnya untuk tidak menceraikannya. Tapi keputusan Reyhan sudah bulat. Tinggal menunggu 6 bulan lagi, setelah Sarah melahirkan anaknya dia akan melayangkan surat perceraian.
Perjalanan kehidupan seseorang tidak ada yang tau, semua itu sudah ada yang menentukan. Manusia hanya bisa berencana, tapi sang penciptalah yang menentukan. Kalau cerita ini author yang menentukan jalan ceritanya he he.
Satu bulan... Dua bulan... Setiap pemeran yang ada di tokoh cerita ini melakukan aktifitas nya masing masing tanpa, mencampuri urusan orang lain. Damai kayaknya... Hingga suatu hari.
Kring.. Kring... Kring.. Kring...
Terlihat seorang laki-laki yang berdiri di atas gedung tinggi di negara Inggris London. Dia memeriksa handphone nya yang sedari tadi berdering nyaring di telinganya.
"Hallo... "
"Hallo Pak Arga... Renovasi rumah sudah selesai."
"Ok"
"Pak.. saya menerima sebuah kotak yang sepertinya berisi surat wasiat dari nyonya Reyna. Para pekerja menemukannya ketika membereskan kamar nyonya."
"Baiklah, kamu urus tiket pesawatku. Pekan depan aku akan pulang ke Indonesia."
__ADS_1
Sepertinya benar, Arga pergi ke luar negeri untuk menyembuhkan luka hatinya, dan tercerahkan. Sekarang penampilannya lebih mempesona daripada dahulu. Penampilan sempurna yang selalu di gilai kaum perempuan.
Menjadi Duren, Duda Keren.
Arga tiba di Indonesia dengan waktu yang lebih cepat. Dia mengambil penerbangan jam pertama. Saat tiba di depan rumahnya dia melihat tidak ada perubahan yang segnifikan. Halnya cat warna yang lebih di perbaharui, dan ruangan bagian dalam radang banyak di renovasi.
Saat turun dari mobil, Arga membayangkan saat pertama kali membawa Reyna ke rumah ini. Setiap kenangan bersama Reyna terbayang bayang di kepala Arga. Tapi sekarang itu tidak membuatnya menjadi stres, tetapi menjadikan semua itu suatu kenangan terindah dirinya dengan Reyna.
Bayangan Reyna terlihat di setiap sudut rumah itu, bahkan di setiap tempat yang ada di rumah itu.
"Selamat datang tuan Arga, selamat kembali lagi je rumah ini."
Seluruh karyawan dan asisten rumah tangga menyambut kehadiran tuan rumah mereka.
"Pak Arga, silahkan ikut saya."
Daniel menuntun Arga ke kamar mendiang Reyna.
"Ini adalah kotak peninggalan nyonya Reyna."
Arga segera mengambilnya dan membuka kotak tersebut. Sedangkan Daniel segera pergi dengan membawa koper Arga untuk disimpan di kamarnya.
Perlahan kotak itu di buka, saat sudah terbuka terlihat hanya ada sebuah surat yang tersimpan di dalamnya.
" Mas... Kepergianku adalah suatu perpisahan. Hanya, aku ingin mengatakan kalau Tiara itu adalah gadis yang sangat setia juga baik hati, tidak ada maksud yang lain. Tolong jaga dia baik-baik, jangan membiarkan hidupnya kesusahan. Dan aku ingin agar Tiara menggantikanku sebagai pendamping hidup dan matimu. Aku yakin dia akan menjadi pasangan yang baik untukmu. Jadikanlah dia sebagai istrimu. Salam dari istrimu. Reyna. "
Arga memijit keningnya memahaminya isi surat wasiat yang di berikan Reyna.
" Surat ini hanya membahas tentang Tiara. Tidak ada kata-kata selain untuku. Istriku, benci di dalam hatimu apakah begitu dalam untukku."
Tok... Tok... Tok...
" Permisi tuan apa anda memanggil saya?"
"Gadis yang dulu menjadi asisten nyonya dimana?"
"Tidak lama setelah anda berangkat ke luar negeri, nona Nayla mengundurkan diri dari rumah ini tuan."
"Baiklah.. Kamu boleh pergi."
Arga memikirkan isi surat yang Reyna berikan. Itu sangat menggangu pikirannya.
"Silahkan tuan, anda mau pesan apa?"
"Nona... Anda bekerja disini?"
__ADS_1
Pertemuan antara Nayla dan Doni di cafe coffe menjadi pertemuan yang kedua di antara mereka.
"Anda siapa?" Nayla tidak mengenali laki-laki yang tiba-tiba saja sok mengenal dirinya.
"Aku.. Di taman, pohon yang kamu tendang tendang."
Nayla berpikir sejenak dan dia mengingat laki laki ini adalah orang yang dulu kakinya dia tendang karena emosi. Dan dia menyadari kesalahannya dan ingin segera berlari, tapi tangan Nayla di tarik Doni.
" Eh... Tunggu.. Tunggu. Dulu kamu belum menjawab siapa namamu?"
"Nayla... Permisi."
Tiara melihat gelagat Nayla yang kelihatan aneh.
"Kamu kenapa Nayla?"
"Tiara... Tolong selamatkan aku. Kamu lihat orang disana itu?."
Nayla menunjuk ke arah Doni yang sedang mencari keberadaan Nayla.
"Kenapa dia?."
"Dia itu polisi".
"Lalu kalau polisi, kenapa memangnya?."
"Duh.. Nayla, dulu aku pernah menendang kakinya. Saat itu aku marah karena tuan Reyhan malah memutuskan akan menikahi Sarah, bukannya kamu. Jadi aku marah dan menendang kakinya. Aku takut sekarang dia akan menangkapku."
"ihi.. Hi.. Nah hayoo.. Nayla."
"Tiara..."
Nayla sembunyi di belakang Tiara, dan Tiara malah semakin menggoda nya.
"Tiara... Kamu yang melayani meja itu ya."
"lah.. Kok gitu?."
"Tiara plis...".
"Ternyata singa ini ada takutnya juga ya ha.. Ha..."
****
Jangan lupa like, vote, favorit, hadiah juga komentar nya ya..
__ADS_1