Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 45 - Rencana kedua


__ADS_3

"Pada awalnya obat itu aku pesan untuk diriku sendiri. Dengan penuh harapan aku akan segera hamil dan memiliki keturunan dari Reyhan. Tapi dia telah menghancurkan semua harapan dan cita-citaku!."


Begitu banyak kebencian yang di pancarkan dari wajah Sarah.


" Ketika aku tidak ada disini tentunya nyonya sangat mempercayai Tiara. Tapi sekarang aku ada disini dia tidak akan merasa sombong dan paling berkuasa lagi. Sampai saatnya aku akan membalas mereka satu persatu."


Malam sudah larut. Arga meregangkan tubuhnya yang mengajaknya untuk beristirahat setelah seharian penuh lelah dengan pekerjaan.


Arga memasuki kamarnya dan melihat lampu kamar sudah dalam keadaan gelap. Karena tidak biasanya Reyna akan mematikan lampu sebelum Arga masuk kamar.


Akhirnya Arga mencari keberadaan sikring lampu untuk di nyalakan kembali. Tanpa di duga dan tanpa di minta. Telah nampak sosok yang sedang bersandar di tepi ranjang dengan posisi yang menggoda dan hanya menggunakan baju haram yang sangat transparan.


Seketika kepemilikan Arga pun bangun dari tidurnya. Setelah sekian lama tidak menemukan kandang nya untuk menyemburkan benih - benih yang akan menjadikannya sebagai anak nantinya.


Tanpa pemanasan terlebih dahulu Arga langsung berhamburan menerjang kasur dan melakukan pergulatan yang sangat panas dan penuh gairah dengan durasi yang sangat lama bersama istrinya itu. Karena bukan hanya satu kali tapi beberapa kali pelepasan.


Setelah malam itu dan malam - malam selanjutnya pasangan suami istri itu tidak pernah absen dalam jadwal malamnya.


Hingga beberapa minggu kemudian.


Bagaikan cacing kepanasan. Tiara berjalan kesana kemari bagaikan setrika yang sedang menggosok pakaian. Tiara mengkhawatirkan Reyna yang sedang memeriksakan kesehatannya oleh dokter yang sengaja di panggil ke rumah.


"Pak dokter, sebenarnya nyonya kenapa? Dan kenapa dokter memeriksa keadaan nyonya sangat lama belum ada hasilnya.

__ADS_1


Nyonya belakangan ini tidaklah ingin makan dan minum, badan juga mulai kurus, sebenarnya karena apa?".


Sang dokter tetap fokus mendiagnosis Reyna tanpa menjawab rentetan pertanyaan yang Tiara berikan. Semakin membuat Tiara merasa tidaklah sabar.


Toba - tiba...


Ekspresi dokter membuat Tiara semakin merasa khawatir. Dokter mengucapkan selamat atas sakitnya Reyna ini. Tiara yang kebingungan karna orang yang senang sakiti malah di berikan selamat. Hanya orang mabok yang melakukannya pikirnya.


"Nyonya... Selamat! Anda jangan hawatir sakit nyonya ini sudah terbiasa untuk seorang yang akan menjadi ibu. Sekali lagi selamat nyonya.!"


Betapa kaget nya Tiara saat mendengar kabar sebesar itu. Semua orang mengucapkan rasa syukur dan selamat kepada Reyna. Hanya Tiara yang nampak diam dan mematung masih mencerna hasil diagnosis dokter tersebut. Karena kehamilan adalah sesuatu yang mustahil untuk Reyna saat-saat ini.


"Nayla...berhenti disana!"


"Apakah kamu mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui"?.


Benar saja tanpa basa basi Tiara langsung menanyakan hal pada intinya.


" Aku tidak tau apa yang kamu bicarakan Tiara."


Melihat Nayla menjawab pertanyaanny tanpa melihat padanya dan berusaha menghindari sorot matanya. Tiara memegang kedua bahu Nayla dan mencoba menjelaskan sesuatu.


"Dokter ahli yang menangani kesehatan nyonya telah memberikan resep untuk mengobatinya. Dan juga resep agar nyonya tidak hamil. Dokter itu mempercayaiku agar aku selalu menjaga kesehatan nyonya dan mencegahnya dari kehamilan. Tapi sekarang nyonya telah hamil. Berarti kalian telah menghentikan obat yang di berikan dokter itu."

__ADS_1


"Tiara..aku...aku...".


Ketika Nayla yang biasanya bicara nyerocos mendadak gagap karna tidak bisa menjawab pertanyaan Tiara. Dari arah belakang Sarah memanggil Tiara dan berjalan menghampiri mereka dengan angkuh. Membusungkan dada dan mendongakkan kepalanya.


"Tiara...!


Segala urusan nyonya apakah harus memberitahukannya dulu kepadamu?"


"Ternyata semua ini ada hubungannya denganmu!"


"Lebih jelasnya, jika tidak ada aku di rumah ini tidaklah akan ada kabar sebahagia ini."


Tiara menatap Nayla yang tidak mempercayai dia akan melakukan sesuatu tanpa sepengetahunanya.


"Jadi kalian mengetahui ini semua. Hanya menutupinya semuanya dariku".


Tiara beranjak pergi dengan perasaan yang telah tercampur aduk menjadi satu. Nayla mengejarnya dan meminta maaf karna sudah membohongi dan menyembunyikannya.


"Tiara... Maafkan aku! Aku tidak sengaja melakukannya. Tiara..!"


****


Jangan lupa.. Tolong kasih like, vote, favorit dan komennya ya..

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca mohon dukungannya 😊🙏


__ADS_2