
"Tiara...!" pekik Arga yang terkejut dengan kedatangan istrinya.
"Tiara... Kamu jangan salah paham aku akan menjelaskan semuanya."
Tiara tidak bergeming dan tidak merespon apa yang sedang dia saksikan. Dia hanya berdiri mematung. Hal itu justru membuat Arga semakin merasa bersalah dan menyesal.
"Tiara...!"
Arga memegang tangan Tiara dan mencoba berbicara padanya.
"Aku tidak ingin berbicara denganmu dalam keadaan telanjang seperti ini. Pakailah dulu bajumu Mas."
Tiara berbicara tanpa melihat ke arah Arga lalu berjalan lurus menuju kursi lalu duduk disana membelakangi suaminya yang sedang mengenakan pakaian, begitu pun dengan Alina.
Kini Arga dan Tiara sudah duduk saling berhadapan.
" Alina kemarilah...."
Tiara menyuruh Alina yang sedang duduk di pojokan kasur dengan muka sedih, tepatnya pura-pura bersedih untuk ikut duduk bersama mereka.
"Aku tidak akan bertanya dua kali. Jawaban dari kalian itulah kebenarannya."
Arga menatap Tiara yang sama sekali tidak melihat kepadanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?. Kenapa kalian berada di kamar yang sama?."
"Tiara ... Kemarin aku mabuk, dan aku tidak tau apa yang terjadi kepadaku. Ketika bangun tidur tiba-tiba saja aku sudah berada disini."
"Mas Arga, maafkan aku. Ini semua kesalahanku. Hiks hiks."
Alina duduk bersimpuh di hadapan Tiara dan Arga.
"Kemarin aku melihat mas Arga yang mabuk parah di bar. Lalu aku membawanya ke hotel ini karena jarak rumah mas Arga jauh dan karena kondisi mas Arga yang tidak sadarkan diri. Tapi saat tiba di kamar mas Arga ... hiks hiks... Dia ... hiks hiks...."
"Jangan lanjutkan Alina!."
Bentak Arga.
"Lanjutkan! Aku ingin mendengar kebenarannya." timpal Tiara.
"Mas Arga memaksaku ... dia melecehkanku ... Hiks ... Hiks ...."
Arga menepuk jidatnya lalu berdiri dan menendang kursi. Sambil berkacak pinggang Arga mencoba mencerna apa yang terjadi semalam.
"Tiara maafkan aku... Ini semua terjadi di luar kendali mas Arga. Aku mohon jangan salahkan dia."
Dengan berlinang air mata buaya Alina memohon kepada Tiara.
"Tiara ini pasti ada kesalahan! Aku tidak mungkin melakukan sesuatu pada Alina."
Tiara berdiri lalu berkata,
"Nikahi Alina! Dan cobalah untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah mas lakukan."
Seketika Arga melepas pegangan tangannya dari Tiara. Seakan tak percaya dengan yang baru saja Tiara katakan. Kemudian Tiara pergi dari tempat tersebut.
"Agghhhh...!!!!."
Arga berteriak kesal dan mengutuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Tiara memejamkan matanya sambil duduk di mobil yang Daniel kemudikan.
"Nona, apa anda baik-baik saja?." Daniel bertanya hawatir.
"Aku tidak apa-apa."
Setibanya di rumah, Tiara langsung masuk kamar dan menguncinya. Lalu membaringkan tubuhnya di kasur sehingga terlelap tidur. Setelah sebelumnya berkata,
"Aku harap ini semua hanyalah mimpi."
Tiara menatap Arga yang pergi meninggalkannya. Sekeras apapun Tiara memanggilnya Arga terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.
"Mas Arga mau kemana? Mas!"
Lalu dari arah samping Alina hadir dengan menggandeng tangan Arga. Mereka berdua berjalan beriringan dengan sangat mesra.
Tiara terkulai lemas dan jatuh berlutut.
"Mas Argaaaa!!."
Tok tok tok...
Tiara terbangun dari tidurnya karena suara pintu kamarnya di ketuk. Lalu dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Tiara duduk di kasur dengan berpikir keras. Entah apa yang sedang di pikirkannya. Yang pasti sesuatu yang sangat mengganggunya.
Setelah mandi dan rapi, Tiara bersiap untuk sarapan pagi. Nayla melihat Tiara yang kurang bersemangat tapi mengurungkan niatnya bertanya saat ada seorang tamu yang datang. Yaitu Alex ayahnya Alina.
Tiara menghampiri dan menyambut kedatangan Alex.
"Selamat pagi om."
Sebelum Tiara menjawab pertanyaan Alex, Arga sudah berada di belakang Alex. Lalu Tiara melihat ke arah Arga diikuti dengan Alex yang juga melihat Arga.
"Aku disini om. Silahkan duduk."
Mereka berdua duduk sedangkan Tiara menyuguhkan minuman yang di bawa Nayla. Lalu ikut duduk di samping Arga.
Arga menatap Tiara dan merasa hawatir.
"Arga, om ingin penjelasan darimu. Walaupun Alina anak om, tapi om tidak akan langsung mempercayai omong kosong yang dia bicarakan pada om."
"Silahkan, om ingin penjelasan apa?."
"Apakah benar kamu menduri Alina semalam?."
Dengan cepat kabar itu langsung sampai ke telinga ayah Alina.
"Iya om!." Arga memekik menyesal.
"Jadi benar!!."
Alex langsung berdiri dan emosi.
"Apa yang akan terjadi dengan masa depan Alina! Siapa yang akan menikahi anakku jika laki-laki mengetahui kebenaran tentang Alina??!."
"Aku akan menikahi Alina om. Aku akan bertanggung jawab atas kesalahanku."
Tiara merasa hatinya teriris mendengar penuturan Arga. Pasalnya di saat hatinya sudah mulai terbuka untuk Arga, Tiara harus menerima penghianatan Arga walau tidak di sengaja.
__ADS_1
" Benarkah? Jadi kamu akan menjadikan Alina sebagai istri keduamu?."
" Iya."
Arga meyakinkan Alex lalu meraih tangan Tiara dan menggenggamnya.
"Baiklah, om akan mengadakan acara pernikahan dengan secepatnya."
Lalu Alex melihat ke arah Tiara dan berkata,
"Nak Tiara, apa kamu tidak keberatan dengan semua ini?."
"Tidak om, karena ini adalah jalan yang lebih baik."
Tegas Tiara di iringi senyuman yang membuat Arga takut dan hawatir.
Setelah Alex pergi, Tiara langsung menawarkan sarapan untuk Arga dan di setujui oleh Arga.
Seperti biasa Tiara menyiapkan sarapan Arga dengan telaten. Sedangkan Arga menatap Tiara dengan heran. Dia mengira Tiara akan memperpanjang masalah yang mereka hadapi. Atau melakukan hal-hal yang pasti akan di lakukan oleh para istri ketika mendengar suaminya akan menikah lagi. Tapi berbeda dengan Tiara, dia tetap tenang dan berperilaku seolah tidak terjadi sesuatu.
"Tiara, apa kamu sungguh tidak apa-apa, jika aku menikahi Alina?."
"Untuk sekarang tidak ada pilihan jalan lain. Terutama untuk Alina dia sudah tidak punya jalan hidup."
"Aku hanya menghawatirkan kamu sayang...."
Arga menangkupkan kedua tangannya di pipi Tiara.
"Mas ... Aku juga seorang perempuan, jika itu terjadi padaku, mungkin aku akan bernasib sama seperti kakakku. Harus menanggung aib dari laki-laki yang merenggut kesucian nya. Aku tidak mau Alina harus mengalami hal yang sama."
"Baiklah ... Dengan satu syarat. Apapun yang terjadi kamu tidak akan pergi meninggalkan aku. Ya?."
Tiara menatap mata Arga dengan lekat lalu berkata,
"Aku tidak akan melepasmu jika kamu tidak melepaskanku terlebih dahulu."
Lalu Arga memeluk Tiara dengan sangat erat begitu pun Tiara yang membalas pelukan Arga.
Dukungan yang Tiara berikan untuk Arga semata-mata karena Tiara ingin menyelamatkan kehormatan seorang perempuan.
Tanpa mereka ketahui bersama, bahwa semua ini adalah rencana Alina. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Arga bukanlah orang pertama yang meniduri Alina.
Hanya saja Arga melakukannya dengan keadaan tidak sadar, jadi dia tidak mengetahui dengan jelas keadaan Alina yang sudah tidak di segel lagi alias sudah tidak perawan.
"Tiara ... Apakah kamu yakin kamu mau di madu?."
Nayla sangat menghawatirkan Tiara.
"Sudahlah Nayla, mungkin ini sudah jalan takdirku."
"Kamu ini memang orang yang sangat berbeda dari orang lain Tiara. Suami sendiri akan menikah lagi kamu malah santai begini. Malah aku yang kebakaran jenggot!."
"Hi hi gadis ini ...! Aku sudah bilang jangan mudah cemberut nanti cepat tua. Lihat ini! Ini kerutanmu tambah banyak tau ha ha."
Yah begitulah Tiara, author bikin cerita begini sepertinya hati emak emak dan reader menjerit tidak setuju ya he he.
****
Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya 😊🙏
__ADS_1