
Merasa dirinya berada semakin dalam bahaya, Tiara mendorong Rama sekuat tenaga hingga Rama sedikit menjauh.
Tiara berlari sekuat tenaganya akan tetapi langkah Rama lebih lebar dan lebih cepat darinya lalu berhasil menangkapnya kembali.
"Kamu tidak bisa lari dariku!!."
Tiara di banting ke lantai sehingga terlentang dan Rama menindihnya dari atas.
"Rama aku mohon kamu jangan seperti ini!"
Kemudian Tiara membayangkan kejadian yang menimpa kakaknya pasti tidak jauh berbeda dengan yang terjadi kepadanya sekarang.
Rama tidak menggubris walau Tiara menangis memohon. Malah semakin menjadi dan merobek baju Tiara.
"Reyhan... tolong aku! aku mohon selamatkan aku." batin Tiara.
Dengan air mata yang terus mengalir meratapi atas ketidak berdayaannya. Tiara berharap Reyhan datang dan menolongnya.
"Aaaaaa! lepaskaaaaan...!."
Tiara menggigit bahu Rama sehingga dia meringis kesakitan. Tiara menggunakan kesempatan itu untuk terbebas dan berlari.
" Toloooooong...! Toloooooong...!."
Tiara lari berhamburan ke sembarang arah dan Rama terus mengejarnya.
Arga yang masih berada di kantor mendengar seseorang meminta pertolongan. Suara yang samar-samar terdengar dari kejauhan.
"Daniel apa kamu mendengar sesuatu?."
"Maaf, pak?."
"Toloooooong! Toloooooong! siapapun tolong aku!!."
Dari kejauhan Tiara melihat orang dan segera menghampirinya. Setelah mendekat,
"Pak Arga! tolong pak! tolong aku ada orang yang mau mencelakai ku tolong aku!."
__ADS_1
Tiara bersembunyi di belakang Arga dengan sangat ketakutan dan berharap Arga memberinya perlindungan.
"Bohong kak! tadi dia ingin menjebakku!gadis ini sudah berbohong kak!." sangkal Rama.
Arga bingung dengan apa yang sedang terjadi. Dia melihat penampilan Tiara yang berantakan dan melihat Rama yang ngos ngosan kecapean.
"Ada apa ini sebenarnya!?." Bentak Arga menggelegar.
"Pak! pak...! tolong saya tadi dia mencoba menodai saya pak... Hiks hiks hu uuu hu.." Tiara menangis.
"Bohong kak! dia berbohong! Dia memutar balikan fakta. Dia tadi yang duluan menggoda ku, setelah aku menolaknya dia marah dan ingin mengadu padamu."
"Apa yang di katakan Rama benar Tiara?."
"Bohong pak!." bantah Tiara.
"Lalu kenapa malam-malam begini kamu masih di kantor? Bukannya sudah harus pulang dari tadi!!?"
"Hari ini saya bekerja lembur pak, saat saya di gudang tiba-tiba dia datang menghampiriku dan ingin memeprkosaku!!!."
Plakkkkk,,,!!! Plakkkkk,,, Plakkkkk,,,!
Satu tamparan keras telah melayang ke pipi Rama. Mendengar penjelasan Tiara, secara spontan Arga melakukannya tanpa pikir panjang. Padahal selama ini Rama adalah saudara kesayangan nya. Semua orang terkejut dengan apa yang sudah di lakukan Arga barusan.
"Kakak!." pekik Rama, dia tidak menyangka kakaknya akan membela Tiara.
"Kurang ajar !! Kamu berani membohongiku!? Dan mencoba memperkosanya!. " Arga sangat marah.
"Kakak... kenapa kakak lebih percaya gadis ini dari pada aku adikmu sendiri?."
Arga melihat ke arah Tiara dan melihat bajunya terbuka karna robek. Lalu dia membuka jas nya dan memakaikannya ke tubuh Tiara.
"Daniel, cepat periksa cctv. Kita akan segera mengetahui kebenarannya."
Untuk pembuktian, mereka berempat berada di ruang kerja Arga untuk memeriksa cctv. Saat pemutaran video Rama terlihat sangat gusar dia takut kakaknya mengetahui yang sebenarnya.
Terlihat lah video detik-detik Rama yang mulai menggangu Tiara. Hingga akhir kejadian.
__ADS_1
Plakkkkk!!
Sekali lagi Arga menampar Rama.
"Pergi kau sekarang juga!!!!" Arga benar-benar marah.
"Aku tidak mau melihat wajahmu lagi di kantor ini!."
" Kakak... Aku bisa menjelaskan semuanya." Rama memelas.
" Pergi!."
Dengan terpaksa Rama pun pergi dari sana.
" Daniel, Laporkan dia ke polisi."
Kemarahan Arga kali ini tidak terelakkan. Dia memberi hukuman yang tidak sungkan kepada saudaranya itu. Perasaan marah dan kecewa terlukis jelas di wajahnya.
" Apa? Pak Arga ingin memasukkan Rama ke penjara? Sejauh ini tindakannya? Terima kasih pak Arga, anda telah melakukan yang seharusnya aku lakukan." batin Tiara.
" Pak Arga, apa anda benar-benar ingin melaporkan nya?." Tanya daniel.
" Selama ini dia sudah bertindak semen-mena dan semaunya. Biarkan dia merenungi semua perbuatannya di balik jeruji besi. Antarkan gadis ini pulang. Jangan sampai orang melihatnya berpenampilan seperti itu. " perintah Arga sambil melihat Tiara.
"Terima kasih pak Arga, tapi anda tidak usah repot-repot mengantarkan saya pulang. Saya akan pulang sendiri."
Arga berdelik tidak menyangka gadis ini akan menolak perintahnya.
"Apa kamu ingin semua orang tau apa yang terjadi padamu!??."
Tiara terdiam.
"Pulanglah... Daniel akan mengantarmu." tegas Arga.
****
Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...
__ADS_1