
Tap... Tap... Tap!
Terdengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berjalan di koridor kantor. Nampak dia adalah seorang pemuda yang berbadan tinggi dan kekar, mempunyai wajah tampan dan karismatik. Dia berjalan dengan penuh wibawa dan memancarkan pesona yang membuat hati kaum hawa berdebar-debar.
Bahkan tidak sedikit kaum wanita yang di buat terpana bahkan terjatuh ketika melihatnya.
Bruk!!
Dina menjatuhkan dirinya sendiri karena ingin menarik perhatian pria yang di sukai nya itu yang tak lain adalah Reyhan. Tapi Reyhan tetap berjalan dan tidak menghiraukan Dina yang terjatuh.
"Aduh ... aduh! sakit!!! Aku terjatuh terlalu kencang! sakitnya ... duh ...!tidak apa-apa, ini semua demi mendapatkan perhatian Reyhan. Semangat Dina!!"
Dina bicara pelan-pelan sambil memekik kesakitan lalu dia mencoba bangun kembali dan menyusul langkah Reyhan kemudian pura-pura jatuh lagi,
"Aduh ...!."
Kali ini dengan suara yang lebih keras.
Tiba-tiba Tiara datang dan membantu Dina agar segera berdiri dan menariknya ke sebuah ruangan.
"Lepaskan! Apa sih kamu Tiara, hampir saja aku bertemu dengan Reyhan."
Dina merasa kesal karena rencananya gagal lagi, kemudian dia planga plongo melihat keberadaan Reyhan.
"Kamu yang kurang kerjaan. Kita ini disuruh bu Mira mengecek bahan, kamu malah kabur mengejar orang yang bahkan dia tidak peduli sama kamu , ck ck ck ha ha ha."
Ledekan dan tertawaanTiara membuat Dina semakin kesal.
"Laki-laki ... yang kata orang tampan dan berasal dari keluarga kaya biasanya seorang playboy lho... Kamu mau jadi korban selanjutnya??," lanjut Tiara.
"Aku tidak peduli!! yang penting aku bisa bersama dengan laki-laki yang aku suka." jawab Dina girang.
__ADS_1
"Dia gak cocok sama kamu, siapa tau kamu akan dapat laki-laki yang lebih baik darinya," Tiara meyakinkan.
"Terserah aku saja!! Kamu urus saja diri kamu sendiri"
Dina beranjak pergi meninggalkan Tiara tanpa menghiraukan nya.
Tiara berjalan sendiri menuju ruangan penyimpanan bahan, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menghalangi jalan Tiara.
Tiara menoleh dan bergeser ke kiri dan segera pergi lalu di halangi lagi.
"Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Tiara.
"Laki-laki yang berasal dari keluarga kaya dan tampan semuanya playboy dan tidak baik benarkah begitu?."
Reyhan menghadang perjalanan Tiara dan mengulangi perkataan Tiara mengenai dirinya yang sempat dia dengar. Ternyata, ketika Tiara berbicara dengan Dina, Reyhan ada di balik tembok dan mendengar semua pembicaraan mereka.
" Maaf pak, apa maksud Bapak?," tanya Tiara pura-pura tidak tau.
"Memang anda tidak salah. Kita memang harus lebih mengenal seseorang, tapi aku tidak mau mengenal laki-laki manapun."
Tiara berkata dengan begitu tegas lalu melihat ke arah Reyhan dan melemparkan satu senyuman untuk meyakinkan orang yang dia ajak bicara kemudian berlalu pergi.
Reyhan melihat kepergian Tiara sampai tubuhnya tidak terlihat lagi.
"Siapa gadis itu?." batin Reyhan.
Tiara bertemu lagi dengan Dina di divisi bahan dan menyerahkan catatan milik Dina.
"Ini catatan mu, lain kali aku tidak akan membantumu untuk hal seperti tadi buang waktu saja." ledek Tiara.
"Awas kamu ya!!." kesal Dina.
__ADS_1
Tiara hanya tersenyum dan menggeleng - gelengkan kepala melihat tingkah Dina.
Setelah tugas mereka berdua selesai, mereka segera kembali ke tempat kerja di lantai bawah.
"Tiara, nanti makan siang bareng yuk!." ajak Rena.
"Boleh ... tapi giliran kamu yang traktir ya,"kata Tiara sambil tersenyum.
Tiara dan Rena berteman semenjak mereka masuk bekerja, awalnya Tiara tidak ingin dekat atau berteman dengan siapapun.
Tapi melihat kepolosan dan kebaikan Rena dia mengecualikannya. Hanya saja Tiara tidak terlalu menampakkan kepedulian nya pada siapapun.
*******
Arga Wijaya
Tiara
Reyhan
Jangan lupa kasih like, vote, favorit dan komen nya ya kak... Terima kasih atas dukungannya 🙏
__ADS_1