Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 109 - Hingga nafas terakhir


__ADS_3

Tiara dan Reyhan terjatuh dari ketinggian tebing dan terbawa arus sungai yang deras. Mereka terpisah saat terhempas ke dalam air yang bergelombang.


Tiara berjuang untuk tetap berpindah ke permukaan air, mencoba mencari jalan keluar dari arus yang kuat.


"Tiara!."


Sementara itu, Reyhan juga berusaha melawan arus sungai yang deras. Ia mencari-cari Tiara dengan penuh tekad, tak ingin kehilangan wanita yang sangat dicintainya.


"Tiara...!."


Ia berenang dengan semua kekuatannya, mengatasi rintangan dan berjuang melawan arus. Akhirnya, Reyhan melihat Tiara yang berjuang keras untuk bertahan hidup.


Dengan kecepatan dan keahlian yang dimiliki, ia berenang mendekati Tiara dan segera meraihnya. Reyhan memeluk Tiara dengan erat, memberinya kekuatan dan rasa aman.


"Tiara, aku mendapatkanmu dan aku tidak akan melepaskanmu."


"Reyhan...."


Mereka berdua saling menatap, saling memberikan semangat untuk melawan arus bersama. Dengan kekuatan yang mereka miliki, mereka berenang dan berusaha mencari jalan keluar dari sungai yang deras.


Di tengah arus deras dan hantaman gelombang air, terdapat sebuah kayu runcing yang menusuk perut Reyhan sangat dalam, namun Reyhan tetap bertahan dan tenang di hadapan Tiara. Ia tidak ingin membuat Tiara khawatir lebih parah.

__ADS_1


Merasakan sakit atas lukanya, perlahan pegangan tangan Reyhan mengendur dan kehilangan Tiara dari pelukannya tapi berusaha meraihnya kembali.


Namun saat sudah mendapatkannya lagi, Tiara terbentur batu besar di hadapannya dan tidak sadarkan diri dan sempat tenggelam sehingga menghirup banyak air.


"Tiara! Tiara! Sadarlah Tiara...! Akh... Aw!," pekik Reyhan yang juga sama kesakitan.


Darah mengalir deras dari luka yang dalam itu, namun Reyhan memaksakan dirinya untuk terus bergerak. Dengan sekuat tenaga yang tersisa, ia mencoba menepi dari arus deras dan mencari tempat yang lebih aman.


Setiap gerakan membuatnya merasakan nyeri yang tak tertahankan, tetapi ia tetap gigih melawan rasa sakitnya dan memeluk Tiara agar tidak terus tenggelam.


"Kamu harus bertahan Tiara... Kamu harus bertahan!." Reyhan merasa putus asa saat melihat Tiara tidak bergerak namun belum juga mendapat tempat untuk mendarat.


Berkat kegigihan dan ketekunan Reyhan, mereka akhirnya berhasil menemukan sebidang tanah yang cukup tinggi untuk berlindung dari arus dan ombak. Reyhan membaringkan Tiara dan ia pun jatuh terlentang, mencoba menahan rasa sakit yang tak tertahankan.


Sementara itu, bantuan datang dengan cepat karena timsar sudah menyiapkan tim di sana. Mereka berhasil mengevakuasi Reyhan juga Tiara dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Dokter melakukan operasi mendesak untuk mengangkat kayu yang menusuk perut Reyhan dan menghentikan pendarahan. Sementara Tiara juga mendapat perawatan darurat karena kemungkinan dia mengalami gagal jantung.


Reyhan berjuang dalam kondisi kritis di rumah sakit. Meskipun kesadarannya terbatas, satu-satunya hal yang terus mengisi pikirannya adalah Tiara. Ia terus bertanya-tanya tentang kabar dan keadaan Tiara.


"Dokter... Bagaimana keadaan Tiara? Apa dia baik-baik sa-ja?."

__ADS_1


Dokter dan perawat dengan sabar menjawab pertanyaan Reyhan, mencoba memberikan informasi terbaru tentang Tiara. Mereka menjelaskan bahwa Tiara juga sedang dalam perawatan dan tidak perlu cemas.


"Dok-ter katakan se-jujur-nya, hal terbu-ruk apa yang akan ter-jadi pada Ti - ara?."


"Maaf, kami tidak bisa memberitahu Anda."


"Dokter, aku mohon."


"Nona Tiara terlalu lama terendam dan banyak meminumnya, kemungkinan dia akan mengalami gagal jantung dan kemungkinan selamat hanya beberapa persen jika tidak ada pendonor dengan segera."


Alangkah terkejut Reyhan mendengar penjelasan dokter itu, lalu Reyhan meminta agar dokter membawanya menuju ruangan Tiara. Juga dia berkata kalau dia akan mendonorkan jantungnya untuk Tiara.


Dengan perasaan terharu, para dokter itupun mengabulkan keinginan terakhir Reyhan yang juga sama-sama kritis tapi rela berkorban untuk orang yang sangat berarti.


Setelah berada di ruangan yang sama, dalam keadaan terbaring, Reyhan menggenggam tangan Tiara yang nampak lemah dan tidak bergerak. Dia meneteskan air matanya lalu tersenyum karena bahagia bisa melakukan perlindungan terakhir untuk gadis yang selama ini dia cintai.


"Aku mencintaimu untuk selamanya, Tiara...."


Akhirnya, Tiara berhasil menjalani operasi jantung yang sukses dengan donor jantung dari Reyhan. Namun kini Reyhan telah meninggalkan dunia ini dengan banyak kenangan darinya untuk Tiara dan meninggalkan jantung yang selama ini memberikan cinta yang tulus untuk Tiara.


Selamat tinggal Reyhan... 😭😭😭

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2