Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 25 Pindah rumah


__ADS_3

Bab 25


Reyna mendekati Tiara lalu memegang tangannya seraya berkata,


"Tiara... jika nanti kamu sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit ini, kamu tinggalah bersamaku, hmm?." Bujuk Reyna tapi membuat Tiara merasa heran.


"Kamu tidak usah tinggal sendirian lagi di rumah mu. Di rumahku banyak orang, nanti kamu bisa berteman dengan mereka." ajak Reyna.


"Tapi..., " sela Tiara.


"Aku tidak mau ada penolakan ya... agar tidak ada lagi orang yang terlalu mengkhawatirkanmu."


Reyna tersenyum. Seakan sudah mengetahui perasaan adik laki-laki satu-satunya itu. Padahal Reyhan belum mengatakan apapun.


"Ini makanlah buah-buahan ini biar cepat pulih. Aku akan pulang sekarang. Ingat... pesan ku tadi ya...." pamit Reyna sambil tersenyum.


Tiara hanya mengiyakan.


Sore itu Reyhan tidak kembali lagi ke rumah sakit, karena memang benar-benar banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan.


" Taraaaaa... surprice....!."


" Rena....? bu Mira...?." Tiara bahagia atas kedatangan mereka.


"Aku sangat kesal sama kamu Tiara! kamu sakit tidak memberi tahu aku, kamu sudah tidak menganggapku teman, ya?." rajuk Rena.


"Aku tidak apa-apa kok! Hanya kecapean saja, sekarang sudah sembuh."


"Untung pak Reyhan mengabari kami dan kami pun langsung kemari, ya bu Mira?." Rena nyerocos.


"Sudahlah Rena... orang sedang sakit malah kamu ganggu. Hemm... Tiara, memang benar kami sebelumnya tidak tau kabar tentangmu sebelum pak Reyhan memberi tau kami. Apa kedekatan mu dengan pak Reyhan sudah sejauh itu? Dia tidak masuk kerja dua hari berturut-turut hanya untuk menemani mu. " bu Mira tersenyum senang.


Sore itu mereka mengobrol hingga larut malam, dan akhirnya mereka pulang.


Dretttt... Dretttt...

__ADS_1


Tiara menerima panggilan Reyhan.


" Hallo! Rey...?."


"Tiara maaf, hari ini aku belum bisa kembali ke rumah sakit. Kamu tidak apa-apa sendiri?." Reyhan hawatir.


"Tidak apa Rey, aku sudah sembuh. Besok pun dokter sudah membolehkan aku pulang."


"Pak Reyhan... tolong tanda tangani berkas ini."


Dari sebrang telepon terdengar suara menandakan kalau Reyhan benar-benar sedang sibuk.


"Rey... nampaknya kamu sedang sibuk. Aku juga mau istirahat dulu YA."


"Baiklah kalau begitu, Selamat malam...."


"Selamat malam juga...."


"Sebenarnya aku ingin bicara lebih lama lagi denganmu Rey...." batin Tiara.


Pagi pun tiba.


Ceklek! pintu terbuka.


"Rey... kamu tidak kerja?."


"Pekerjaan ku sudah selesai."


" Rey, soal aku tinggal di rumah nyonya Reyna sepertinya aku tidak bisa. Aku tidak mau merepotkannya."


"Siapa yang akan merepotkan?."


Pertanyaan Reyna yang baru datang di temani Sarah.


"Aku sudah katakan tidak ada penolakan. Yuk! kita pulang.... " ajak Reyna.

__ADS_1


Tibalah di rumah mewah kediaman Arga Wijaya.


"Tiara, ayo masuk."


Nampak Nayla menyambut di depan pintu dengan tatapan yang sinis.


" Sarah! kenapa nyonya membawa gadis ceroboh ini?." Nayla berbisik.


"Nayla, nyonya yang mengajaknya kemari, nyonya hawatir padanya... dia tinggal sendirian di rumah. Lagi pula di rumah ini akan semakin ramai, benar kan? Dia akan jadi teman kita." jawab Sarah.


Reyhan mengekor di belakang Tiara dan Reyna.


"Rey... sekarang kamu kembali saja ke kantor. Dia sudah aman disini, hmmm."


Reyna bergiliran melirik Reyhan dan Tiara, sambil tersenyum. Reyhan menjadi kikuk dan salah tingkah.


"Baiklah kak, tolong jaga dia. Kakak aku pamit dulu. Tiara, aku pulang dulu. Sekarang kamu aman disini."


Reyhan segera pergi dari sana.


"Sarah... Nayla... tolong tunjukan kamar Tiara."


"Baik nyonya."


Jawab Sarah dan Nayla bersamaan.


"Nyonya, apakah kedua gadis itu asisten nyonya?." tanya Tiara.


"Benar...."


"Bisakah aku juga menjadi asisten nyonya? aku tidak mau tinggal disini secara percuma."


"ha ha ha ha, kamu ini... baiklah kamu bisa jadi asisten ku juga." Reyna tertawa lepas mendengar ucapan Tiara.


"Anak ini! Baru juga masuk ke rumah ini sudah banyak permintaan, apalagi nanti." ketus Nayla.

__ADS_1


Sarah menggelengkan kepala melihat tingkah Nayla.


Bersambung.....


__ADS_2