Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 27 Harapan dan dukungan


__ADS_3

Pertanyaan Reyhan membuat Tiara berfikir.


"Ini hari selasa."


jawabnya singkat.


Reyhan terlihat kecewa dan akan pergi.


"Kamu mau kemana? Kalau kamu pergi seperti itu, ya sudah... Padahal ada sesuatu yang ingin aku berikan untukmu."


Reyhan tersenyum dan menghadap Tiara.


Lalu menengadahkan tangannya untuk meminta. Tiara mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah jam tangan yang indah, lalu dia memberikannya pada Reyhan.


" Selamat ulang tahun...!. "


Reyhan menerima hadiah nya dan langsung memakainya.


" Bagus tidak?."


"Bagus...."


"Aku kira kamu melupakan hari ini."


Reyhan mendekati Tiara dan memegang tangan Tiara. Lalu... cup. Satu ciuman mendarat di kening Tiara.


"Terima kasih." Ucap Reyhan.


Kedua pasang mata saling memandang penuh kebahagiaan dan kasih sayang Mendekat... lebih dekat... lebih dekat lagi... dan...


"Rey...."

__ADS_1


Suara Reyna mengejutkan mereka berdua, yang lalu berbalik arah saling membelakangi dan menjadi salah tingkah.


" Kalian disini... ?." Reyna menatap keduanya.


"Nyonya, saya permisi dulu. Ada yang harus saya selesaikan." pamit Tiara.


"Pergilah...."


Reyhan menatap kepergian Tiara.


"Semenjak ada seseorang disini, kamu jadi lebih sering mengunjungi kakak," seru Reyna sambil tersenyum.


"Kakak... aku hanya mengunjungi kakak."


Reyhan merasa malu.


"Reyhan... kamu boleh menyukai siapapun, tapi untuk dijadikan istri kamu harus lebih memikirkannya matang-matang. Kamu tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri."


"Ayah dan ibu selalu memikirkan masa depan mu apalagi kamu anak laki-laki satu-satunya di keluarga kita. Tiara seorang anak yatim piatu, kakak hawatir ayah dan ibu tidak akan merestui."


"Kakak... untuk masalah ayah dan ibu aku akan meyakinkan nya. Dan kalaupun tidak bisa, aku masih punya seorang kakak untuk membantu ku. Apalagi sekarang adalah hari ulang tahunku. Anggap saja ini hadiah untukku." berharap.


"Kamu ini...." merasa tak percaya atas keyakinan adiknya itu.


" Hanya satu yang aku khawatirkan... Tiara. Dia memiliki hati yang kukuh untuk bertekad. Dia masih memiliki perasaan dendam yang belum hilang. Walaupun aku sudah membujuk agar dia meninggalkan dendam nya itu dan memintanya untuk hidup bersamaku. Dia tetap menolak. "


Sarah meremas bajunya di balik pintu setelah mendengar percakapan Reyna dan Reyhan. Lalu pergi dari tempat itu.


" Awww! sakit!." pekik Nayla


Tangannya terkilir ketika mengangkat kursi. Dia terus memijat tangannya agar nyeri pada tangannya menjadi reda.

__ADS_1


Tiara berada di belakang Nayla dan memperhatikan nya. Lalu Nayla menyadarinya.


"Kamu jangan sombong dan terlalu berbesar hati ingin mendapatkan tuan Reyhan. Dia itu dari keluarga yang terhormat dan terpandang. Jangan harap kamu bisa menikah dengannya!."


Tiara tertawa konyol mendengar Nayla mengoceh kepadanya tapi dia tidak meladeni Nayla.


" Hei! Apa kamu tidak mendengarkan aku?, " lanjut Nayla.


" Sebenarnya apa masalahmu padaku? Dari pertama kali aku datang kemari... bahkan saat pertama kali kita bertemu, kamu selalu bersikap sperti ini?."


"Kau ini!!."


Nayla merasa tersinggung dan akan melayangkan satu tamparan ke Tiara.


Kep! tangannya di tangkis dan di tahan oleh Tiara.


"Awwww! tanganku!." Nayla kesakitan.


"Kamu kenapa? Aku hanya memegangnya pelan-pelan."


"Tadi aku terkilir saat memindahkan kursi dan ini sangat sakit sekali." rintih Nayla.


Tiara menarik tangan Nayla kemudian memijatnya sehingga tangan Nayla sembuh dan tidak terasa sakit.


"Sekarang coba putar - putar tanganmu." pinta Tiara. Nayla pun menurutinya.


"Wah... tanganku sudah sembuh. Ini sudah tidak sakit. Kamu hebat Tiara. Kamu berbakat juga ternyata. Terima kasih ya...."


Nayla berterima kasih sambil memeluk Tiara.


"Jika tuan Reyhan ingin memilihmu untuk jadi istrinya, sekarang aku tidak keberatan. Lagi pula dia juga tidak menyukaiku." dukungan Nayla.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2