Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 59 - Teman kecil


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi.


Arga masih terlelap tidur dengan memeluk guling. Tiara mencoba membangunkan Arga, karena hari ini dia ada rapat penting.


"Pak Arga ... Sudah jam 6 pagi. Bukan kah hari ini anda ada rapat?."


Seketika Arga terbangun mendengar suara Tiara. Dia mengucek matanya untuk memastikan apakah ini mimpi atau bukan. Pasalnya semalam mereka tidur terpisah, kenapa pagi ini Tiara ada bersamanya.


Arga melihat sekitar kamar dan yakin dia memang tidur terpisah.


"Jika anda terus melamun seperti itu, anda akan terlambat ke kantor."


Tiara melihat Arga yang terlihat bingung.


Arga segera beranjak dari tempat tidur menuju toilet.


"Lebih baik anda mandi di kamar utama, semuanya sudah di siapkan disana."


Arga pergi ke kamar utama di ikuti Tiara dari belakang. Seperti biasa Tiara melayani Arga dengan telaten. Memakai baju, sisir rambut dan persiapan lainnya. Arga merasa lega karena melihat Tiara yang baik-baik saja setelah kejadian semalam.


Kring ... Kring ... Kring


"Hallo, ibu ...."


"Arga sejak kamu menikah belum pernah mengunjungi ibu."


"Maaf bu, akhir-akhir ini sedang sibuk. Pasti akan di agendakan segera mungkin."


"Lusa ya ibu tunggu, kebetulan om Alex pulang dari Amerika."


"Baik bu."


Arga memberitahu Tiara bahwa keluarganya ingin mereka berkunjung kesana.


Tibalah saatnya Arga membawa Tiara berkunjung ke rumah keluarga besarnya, yang terletak di area perumahan elit juga.


"Ayah, ibu ...."


"Arga kemarilah Nak."


Keluarga besarnya menyambut kehadiran Arga dan Tiara. Disana juga terlihat ibu nya Rama yang juga hadir.


Tiara memberikan salam penghormatan kepada ayah dan ibu mertuanya. Meskipun ibu Arga kurang srek dengan pilihan Arga, tapi dia tidak menunjukan sikap tidak baiknya di hadapan Tiara.


Di tengah acara keluarga, hadirlah seorang laki-laki paruh baya dan satu orang putrinya yang terlihat cantik dan elegant.


"Mas Arga ...!."


Gadis itu langsung berhamburan memeluk Arga yang sedang duduk di samping Tiara.


"Mas Arga apa kabar?."


"Alina, apa kabar?."


"Aku baik."


Alina terus mepet Arga dan terus memeluknya. Mereka terus berbincang sedangkan Tiara berada di belakang Arga melihatnya acuh.

__ADS_1


Alina melihat gadis di samping Arga dan menanyakan keberadaan nya.


"Mas Arga dia siapa?."


"Dia istriku."


"Bukannya istri Mas, kak Reyna.?"


Alina adalah anak om Alex, sahabat ayahnya Arga. Dia tinggal di Amerika setelah Arga menikah dengan Reyna. Jadi yang dia tau istri Arga adalah Reyna.


Arga menceritakan tentang Reyna dan tentang akhirnya menikah lagi dengan Tiara. Alina terharu mendengar cerita Arga dan lagi-lagi Alina memeluk Arga.


"Memang benar, kalau saja dulu Alina yang menjadi istri Arga. Pasti Arga tidak akan ditinggal meninggal olehnya istrinya. Dan mungkin kakak sekarang sudah punya cucu."


Ibu Rama memberi pernyataan yang membuat semua orang saling melirik.


"Sudahlah ... Masalah jodoh tidak ada yang tau. Lagi pula Arga sekarang kan sudah mempunyai istri baru." Ucap ayah Arga.


"Iya kak... Tapi lagi-lagi Arga memilih istri atas pilihan sendiri lagi. Yang dulu masih jelas asal usulnya, tapi yang sekarang kita tidak tau apa-apa tentang nya."


Tiara mengerti yang di bicarakan ibunya Rama, tapi dia tidak menghiraukan nya.


Arga merasa tidak nyaman dengan pembicaraan tantenya itu. Dan mencoba mencairkan suasana.


" Tiara, lebih baik kamu melihat lihat sekitar rumah ini." pinta Arga.


"Iya Nak, Alina akan menemanimu. Dia sudah sejak lama bersahabat dengan Arga. Dan dia sudah terbiasa tinggal di rumah ini." Sahut ibu nya Arga.


"Oh iya, kita belum kenalan. Aku Alina."


"Tiara."


"Yuk kita jalan-jalan, aku akan memperlihatkan seluk beluk rumah ini padamu."


Tiara dan Alina menyusuri setiap tempat yang berada di rumah orang tuanya Arga.


"Tiara, bagaimana kamu bisa mengenal mas Arga?."


"Dulu aku bekerja di kantornya."


Karena keramahan Alina mereka berdua jadi cepat akrab. Ketika sedang berada di taman, Arga menghampiri mereka berdua.


"Eh Mas Arga. Kamu memang jago ya dalam hal memilih pasangan. Tau aja yang bening-bening he he."


Arga melihat ke arah Tiara dan tersenyum senang.


"Bagaimana denganmu? Apa sudah ada laki-laki yang berhasil membuatmu bertekuk lutut?."


"Tidak! Aku tidak menemukan laki-laki yang bisa menggantikan posisi mas Arga di hatiku."


"Kamu ini."


Arga dan Alina berbicara berdua dan tidak menghiraukan Tiara yang sudah tidak ada disana. Tiara merasa bosan harus menyaksikan dua orang yang seperti kekasih dan saling merindukan. Akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana tanpa di ketahui oleh Arga.


Tiara berjalan menyusuri pilar pilar yang berdiri kokoh. Tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang dari belakang dan menyeretnya ke tembok.


"Hei wanita ja*ang!! Jangan kamu pikir kamu sudah bebas berkeliaran. Selama anakku masih di penjara aku tidak akan mengampunimu!."

__ADS_1


"Harusnya kamu ikut di penjara juga. Karena kamulah pembunuh sesungguhnya!. Kelakuan anaknya tidak jauh berbeda dengan ibunya!."


"Kamu!!."


Alina melihat perseteruan Tiara dan ibunya Rama. Lalu menghampiri mereka.


"Tiara ... Kamu disini ternyata."


Tiara tidak menjawab Alina, tapi dia langsung pergi dengan berlinang air mata menahan amarahnya.


"Alina... Yuk kita masuk ke rumah."


Ajak ibu nya Rama.


Sore hari Arga dan Tiara pulang ke rumah. Di perjalanan Tiara hanya menatap ke jendela mobil.


"Tiara, kamu kenapa?."


"Tidak apa-apa."


" Tiara, kamu jangan berpikir macam-macam tentang aku dan Alina. Kami berdua sudah berteman sejak kecil. Dia sudah aku anggap sebagai adikku."


"Tidak masalah. Aku tidak berpikir sejauh itu."


Sepulang dari rumah orang tua Arga. Tiara tidak banyak bicara. Hanya seperlunya. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.


**


Tiara sedang berada di taman kota melepas lelah setelah berolah raga pagi. Tiara melarang Nayla untuk mengikutinya. Dia perlu sendiri.


Dari kejauhan Tiara melihat sosok ibu nya Rama yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang membawa dan menculik tante dari suaminya itu.


Tiara merasa terkejut dan segera meminta pertolongan, tapi tidak ada orang yang berada dekat dengan tempat kejadian.


Tiara mengejar mobil si penculik sambil terus menghubungi Arga, tapi Arga tidak mengangkat telpon dari Tiara.


Tiara mengejar mobil itu dengan gojek. Lalu tiba di sebuah rumah yang tidak berpenghuni.


"Pak ... Pak ... Tolong! Apakah bapak bisa bantu saya? Saya sedang mengejar penculik yang menculik tante saya."


"Nona, lebih baik ini di laporkan pada polisi saja. Sangat berbahaya nona."


"Aaaaaaa."


Tiara dan tukang ojol itu terkejut mendengar suara teriakan dari dalam. Lalu mereka mencoba masuk. Tapi saat tiba di dalam terlihat ibu nya Rama sudah tergeletak di lantai bersimbah darah.


Tukang ojol itu merasa takut dan memutuskan untuk pulang dan pergi dari sana. Tiara merasa panik dan ketakutan. Di saat itu polisi sudah tiba di tempat kejadian dan mendapati Tiara sedang berada di sana bersama jasad ibunya Rama.


Entah siapa yang menghubungi polisi. Karena kejadian itu sangatlah singkat. Seperti sudah di rencanakan oleh seseorang.


Tiara di bawa ka kantor polisi untuk di mintai keterangan. Tapi dia sama sekali tidak berbicara sedikitpun. Dia masih syok dengan kejadian yang baru saja di lihatnya.


Arga segera menyusul Tiara ke kantor polisi dengan membawa seorang pengacara. Setelah berbicara bla bla bla dengan kepolisian. Tiara akhirnya di perbolehkan pulang ke rumah tapi dengan status saksi yang sewaktu-waktu bisa menjadi tersangka.


****


Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...

__ADS_1


__ADS_2