Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 36 Malam yang menjadi saksi


__ADS_3

Bab 36


Di basecamp tempat berehat, Reyhan memandangi jam tangan yang di berikan Tiara dengan pilu, tiba-tiba datanglah Doni. Sahabatnya itu datang dengan keadaan gusar, sedangkan Reyhan terus melamun dan meratapi nasibnya.


" Reyhan... sebentar lagi adalah hari pernikahanmu. Kamu yakin tidak akan menyesal?." Doni meyakinkan.


"Tidak akan menyesal." tegas Reyhan.


"Aku merasa ini sesuatu yang tidak benar. Jelas-jelas gadis yang kamu cintai adalah Tiara. Kenapa kamu malah menikahi gadis lain?. Aku tidak habis pikir, kalian yang menjalani aku yang ikut pusing, hah...!." Keluh Doni.


Reyhan melihat kekecewaan sahabatnya itu. Walau di luar nampak tegar, tapi hatinya sudah sangat hancur berkeping keping.


" Tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalannya takdir. Kita sebagai manusia hanya bisa berencana. Yang menentukan hanyalah sang pencipta," tutur Reyhan.


"Aku dan Tiara memiliki jalan yang berbeda. Sebagaimana waktu pertama kali kami berjumpa adalah sebagai orang asing. Dan sekarang takdir juga yang akan menjadikan kami kembali menjadi orang asing." lanjutnya.


"Terserah kamu saja, untuk pernikahan ini... aku ucapkan selamat menempuh hidup baru. Semoga saja aku tidak akan memiliki kisah rumit sepertimu." Do'a Doni.


Tok... tok... tok!


Suara pintu ruang kerja Arga berbunyi. Reyhan menemui Arga untuk melaporkan hasil kerjanya. Tidak ada raut muka kebahagiaan layaknya seorang yang menanti hari pernikahannya. Kini Reyhan bermuka datar saat bertatap muka dengan Arga.


"Bagaimana persiapan pernikahanmu? Apakah kamu merasa puas dengan semua persiapan yang aku berikan?." tanya Arga.

__ADS_1


"Iya, terima kasih." jawab Reyhan singkat.


Arga melihat ekspresi Reyhan.


"Reyhan, satu minggu lagi adalah hari pernikahanmu. Kenapa wajahmu murung seperti itu? Apa kamu tidak bahagia?."


"Anda jauh lebih tau apa yang saya rasakan."


Jawab Reyhan.


Arga mengertakan gigi rahangnya. Seakan mengerti perasaan Reyhan.


"Pergi! Pekerjaanmu sudah selesai."


Reyhan melihat ke arah Arga dan tersenyum getir. Lalu berkata,


Preee!


Arga melempar gelas kaca yang ada di hadapannya untuk meluapkan amarahnya.


Sekarang...


Tiara bekerja di sebuah kedai kofee. Dia mendapat pekerjaan setelah bersusah payah melamar kesana kemari. Dengan sifatnya yang gigih dan telaten, dia membuat kedai kofee yang awalnya sepi menjadi ramai pengunjung.

__ADS_1


Hari-hari telah berlalu, tibalah waktu pernikahan Reyhan dan Sarah dan akhirnya pada hari itu mereka sah menjadi suami istri.


Di malam pernikahan, nampak Reyhan sedang berdiri di luar halaman rumahnya memandangi cahaya bulan yang menerangi langit malam itu.


Salah satu kerabat dekat Reyhan menghampiri dan memintanya untuk segera masuk ke rumah.


Di dalam kamar pengantin, nampak Sarah sedang duduk di pinggiran tempat tidur menanti kedatangan laki-laki yang dia cintai, yang sekarang menjadi suaminya. Gaun pengantin yang dia gunakan masih tertata rapih.


Tibalah Reyhan di depan pintu kamar. Dia terus berpikir dan terus meyakinkan hatinya, bahwa ini keputusan yang terbaik untuk Tiara. Lalu Reyhan membuka pintu dengan di sambut hangat oleh Sarah.


Reyhan menuju sebuah kursi dekat jendela dan duduk disana. Sedangkan Sarah menatap Reyhan dengan penuh harapan lalu melangkah mendekati Reyhan dan berkata,


"Aku bersyukur bisa menikah denganmu.... Sekarang aku sudah menjadi istrimu, tolong jaga dan lindungi aku."


Reyhan melihat ke arah Sarah dan berkata,


"Sarah... terima kasih kamu sudah mau membantuku. Seperti yang kamu tau aku menikahimu bukan karna aku mencintaimu.


Karna dalam hatiku hanya ada satu orang yang aku cintai. Tapi sekarang kita sudah menjadi suami istri. Aku akan mencoba untuk perlahan mengosongkan hatiku dan melupakan dia. Tapi sebelum itu, aku tidak bisa memenuhi kewajibanku sebagai suami."


Sarah duduk dan bersimpuh di hadapan Reyhan lalu menggenggam tangan lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.


" Reyhan... aku akan menunggumu. Aku akan menunggu sampai pintu hatimu terbuka untukku. Aku akan menunggu sampai Tiara hilang dari hatimu. Aku akan selalu mendukungmu. Aku akan selalu berada di sisimu." tutur Sarah.

__ADS_1


Lalu Sarah mengangkat tangan Reyhan agar menyentuh pipinya, kemudian Sarah memegang tangan Reyhan, meneguhkan.


" Aku akan bersabar. "


__ADS_2