Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 64 - Cemburu


__ADS_3

Bab 64 - Cemburu


Di kantor perusahaan Arga berada. Suasana nya menjadi ribut setelah kedatangan Tiara yang mengunjungi perusahaan Arga tempo hari.


Tidak sedikit karyawan kantor yang membicarakan tentang hubungan Tiara dan Reyhan. Pasalnya dulu mereka berdua adalah pasangan kekasih yang sangat di dambakan oleh banyak gadis.


Oleh karena itu saat mereka melihat kejadian kemarin. Pertemuan antara Tiara dan Reyhan di kantor menimbulkan banyak spekulasi dan anggapan bahwa di antara Tiara dan Reyhan masih ada hubungan masa lalu.


Sebagian karyawan sedang sibuk membicarakan Tiara di jam istirahat.


"Benarkah yang aku dengar?."


"Kenapa?."


"Menurutku bisa jadi antara nona Tiara dan pak Reyhan ada sesuatu di belakang pak Arga."


"Kamu jangan bicara sembarangan!."


Secepat kilat gosip itu menyebar seperti api.


Di ruang lain...


Arga menatap dari kaca jendela, gedung-gedung pencakar langit yang berada tepat di depan kantornya. Keningnya mengerut dengan sorot mata yang tajam seolah memikirkan sesuatu.


Tok tok tok


"Masuk."


"Pak Arga, ini file yang anda minta."


Daniel sang asisten memberikan sebuah berkas perusahan.


"Simpan saja di atas meja."


Saat Daniel akan pergi Arga memanggilnya kembali.


"Daniel ... Menurutmu, hadiah yang aku berikan kepada Reyhan atas keberhasilannya. Apakah itu cukup?."


"Pak Arga, keberhasilan yang di peroleh oleh pak Reyhan adalah kemenangan untuk perusahaan kita. Saya rasa itu cukup. Tapi ... apakah Pak Arga ada memikirkan sesuatu? Anda terlihat masih mengerutkan dahi."


"Hemmm."


Arga tertawa kecil.


"Daniel, apakah untuk seorang perempuan masa lalu bisa dengan mudah hilang?." lanjut Arga.


"Pak Arga ... Saya kurang mengetahui masalah hati perempuan karena saya belum pernah menikah ... Tapi saya rasa anda jangan mendengarkan gosip di belakang. Anda yang lebih tau tentang istri anda. Dan saya merasa nona Tiara memiliki perasaan yang tulus terhadap Pak Arga."


Arga mendengar perkataan Daniel seraya ingin meyakinkan dirinya atas perasaan Tiara yang sesungguhnya.


__


Tiara dan Nayla berada di sebuah taman dengan suasana yang tenang dan banyak tanaman bunga berwarna warni. Mereka duduk di tempat yang teduh, di bawah pohon yang rindang.

__ADS_1


"Nayla ... Sudah berapa lama nyonya Reyna meninggalkan kita?."


"Sudah hampir dua tahun ... Tiara, apakah kamu merindukan nyonya?."


"Bohong jika aku mengatakan tidak merindukan nyonya. Dia sudah aku anggap seperti kakakku sendiri ... Jika nyonya masih ada di dunia ini ... pasti keadaan sekarang tidak akan seperti ini."


Dengan memilih bunga-bunga yang di petik, Tiara berusaha agar air mata yang sudah berlinang di pelupuk matanya tidak jatuh. Perkataan Tiara terdengar seperti banyak penyesalan.


Di seberang jalan terlihat sebuah mobil yang terparkir. Pengemudi mobil tersebut memperhatikan Tiara dari tadi lalu memutuskan untuk keluar dan menghampiri Tiara.


"Tiara ... Ada tuan Reyhan."


Ya, Ketika Reyhan sedang perjalanan menuju kantor dia melihat Tiara yang sedang berada di taman. Cukup lama Reyhan mengurungkan niatnya. Apakah akan menghampiri Tiara atau tidak. Tapi setelah membulatkan tekadnya, akhirnya Reyhan memutuskan untuk menemui Tiara.


"Tiara ... Apa sebaiknya kita pergi saja? Aku hawatir tuan Arga akan melihat dan menyangka yang tidak-tidak terhadapmu."


Tiara menatap Reyhan yang berjalan menuju ke arahnya sambil menatapnya juga.


"Tidak! Aku tidak akan pergi."


Reyhan sudah berada di dekat Tiara. Lalu menyuruh Nayla agar mundur memberi jarak.


"Tiara ... Ada yang ingin aku katakan padamu."


"Kalau begitu, katakan saja disini sekarang."


Tiara dan Reyhan duduk di kursi yang cukup panjang sehingga ada jarak di antara mereka. Sedangkan Nayla berada agak jauh dan mengamati kondisi sekitar.


"Kenapa?."


"Aku tidak ingin menjadi pelayan lagi."


Jawab Tiara singkat tanpa melihat ke arah Reyhan yang sedang menatapnya.


"Kenapa kamu tidak menungguku kembali?. Aku bisa ...."


"Menjadikanku sebagai istri keduamu?."


Percakapan mereka langsung terhubung dan mengerti apa yang mereka bicarakan meskipun tidak menjelaskan panjang lebar.


"Daripada aku menjadi istri keduamu, lebih baik aku menjadi istri kedua Arga. Dia memiliki banyak kelebihan darimu. Dia kaya dan punya segalanya."


"Tiara ... Apapun yang kamu katakan sekarang, aku tidak akan pernah mempercayainya sama sekali."


"Reyhan ... Apakah kamu tau, di luaran sana jika melihat kita seperti ini akan mengira bahwa kita ada hubungan gelap. Kamu adalah orang kepercayaan Arga jadi dia tidak akan mempersulitmu. Tapi aku, dia akan melampiaskan kemarahannya padaku."


"Tiara ...."


"Jadi, tolong menjauhlah dariku ... Apakah kamu mengerti?."


Tiara melihat Reyhan yang terkesiap mendengar permintaan Tiara.


"Tiara, aku hanya ingin melihatmu, aku hanya ingin membantumu."

__ADS_1


" Tapi kamu bukan hanya tidak dapat membantuku, kamu hanya akan menyusahkanku."


"Apakah ini isi hatimu?."


Tiara tersenyum dan mengingatkan Reyhan kejadian dulu.


"Apakah kamu masih ingat ... di hari kamu memutuskan ku? Kamu meninggalkanku dan menikahi gadis lain. Dan di hari kamu dan Sarah berdiri berdua di kafe tempatku bekerja?."


Flashback ...


Saat itu Tiara terkejut melihat Reyhan dan Sarah yang berada di tempat kerja Tiara. Atas keterkejutanya itu Tiara sampai jatuh karena jalan sempoyongan. Reyhan hanya melihat tanpa menolongnya karna Sarah yang melarangnya.


Sekarang ....


"Aku melihat kalian seperti sepasang manusia yang sangat bahagia. Sejak hari itu, aku bersumpah kepada diriku sendiri. Bahwa kita sudah menjadi orang asing. Aku tidak ada hubungan lagi denganmu."


Dengan laju yang pelan Arga mengendarai mobilnya menuju rumah. Lalu dia teringat perkataan Tiara.


" Mas ... Hari ini aku akan jalan-jalan sekitar komplek."


" Aku akan memberi kejutan untuknya."


Lalu Arga melacak hp Tiara untuk mencari lokasinya berada. Tibalah di taman tempat Tiara berada.


Arga berjalan menyusuri taman dengan membawa sebuket bunga mawar merah untuk di berikan kepada Tiara. Dengan sesekali mencium harum baunya dan tersenyum.


Tiba-tiba...


Jederrrrr!


Saat dari kejauhan, Arga melihat pemandangan yang membuat darahnya mendidih. Seketika senyum yang dari tadi menghiasi wajah Arga berubah menjadi amarah yang tidak bisa di sembunyikan.


Kebersamaan Tiara dan Reyhan telah memberikan satu pukulan yang dahsyat untuk Arga. Di tambah dengan kabar-kabar yang berseliweran yang dia dengar setelah kepulangan Reyhan.


Saat ini rasa cemburu telah menguasai Arga. Dia langsung pergi dari taman dan membanting bunga yang dia bawa ke sembarang arah hingga berantakan.


Nayla yang baru kembali dengan membawa minuman yang dia beli dari minimarket melihat kepergian Arga yang penuh dengan emosi. Nayla langsung menduga bahwa tuannya itu melihat Tiara dan Reyhan berdua di taman.


"Tuan Arga ...? Apakah dia melihat Tiara yang sedang berdua bersama tuan Reyhan!?."


Nayla segera berlari menemui Tiara dan mengabarinya dengan nafas yang cepat.


"Tiara ... Hah hah hah ...."


"Ada apa Nayla? Kenapa kamu berlari seperti ini?."


"Apakah tuan Arga tadi kesini?. Tadi aku melihatnya pergi dari taman."


Reyhan dan Tiara terkejut mendengar tutur Nayla. Lalu Tiara beranjak dan akan segera pergi tapi berhenti sejenak.


"Jangan terus tinggal di masa lalu ... Jagalah keluarga yang sudah kamu bina, dan seorang putri yang sudah terlahir dari hasil pernikahan kalian."


Tiara mengucapkan kata terakhir tulusnya kepada Reyhan dengan melihat kedua mata Reyhan. Lalu pergi meninggalkan Reyhan yang menatap kepergian Tiara dengan mata nanar.

__ADS_1


****


Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...


__ADS_2