Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 65 - Terulang kembali


__ADS_3

Arga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kenyataan yang dia lihat di taman membuatnya merasa marah pada dirinya sendiri.


Bayangan Tiara dan Reyhan yang sedang bersama juga perkataan mendiang istrinya terngiang ngiang di telinga dan pikirannya.


Arga mengendarai mobilnya tanpa arah dan tujuan. Dia hanya mengikuti arus jalan hingga sampailah di sebuah bar. Arga memarkirkan mobilnya dan masuk ke tempat buruk tersebut.


"Selamat malam tuan ...."


Pelayan bar menyambut kedatangan Arga yang terlihat prustasi. Lalu Arga mendudukkan dirinya di barisan kursi pelanggan.


Arga mengingat kejadian malam yang kelam saat dia bersama Sarah telah berhubungan terlarang. Dia merasa bersalah dan pikirannya kacau.


"Berikan aku minuman itu."


Pinta Arga menunjukan pada salah satu minuman yang ada di depannya.


Arga terus meminum setiap satu gelas minuman dalam satu tegukan.


Arga meminta kepada pelayan bar untuk menuangkan minuman nya lagi dan lagi hingga Arga mabuk parah. Dia terus berkata apa yang ingin dia katakan tanpa masuk akal.


"Mas Arga??sedang apa dia disini?."


Alina yang kebetulan sedang berada di bar itu melihat keberadaan Arga yang sudah tidak berdaya. Lalu menghampirinya.


"Mas Arga!Mas ...! Sadarlah Mas!."


Arga tidak mendengar panggilan Alina yang mencoba untuk menyadarkan Arga.


"Tambah lagi! Cepat tuangkan minumannya...!!gelasku sudah kosong... emmm...."


Ketika pelayan akan menuangkannya, Alina melarang dan meminta pelayan tadi untuk membantunya membawa Arga masuk ke mobil.


"Mas ... Kamu kenapa? Kamu tidak pernah minum sampai seperti ini!."


Alina memapah Arga yang jalan sempoyongan dengan mata teler hampir tertutup di bantu pelayan tadi.


"Tiara ... Sayangku ... Itu kamu? Kemarilah sayang...."


Arga sudah tidak mengenal sekitarnya dan terus meracu tidak jelas.


"Terima kasih pak!."


Alina memberi tips kepada pelayan yang sudah membantunya memapah Arga ke mobil Alina. Tidak di ragukan lagi keadaan Arga sekarang yang berada di dalam mobil. Sangat kacau!.


"Jarak rumahnya darinya sini sangat jauh, lebih baik aku akan membiarkannya menginap di hotel dulu." ungkap Alina.


Alina memarkirkan mobilnya di depan sebuah Hotel dan membawa Arga masuk untuk beristirahat di sana.


Di rumah, Tiara merasa gelisah menantikan kepulangan Arga. Dia tidak mencoba menghubungi handphone Arga karena sudah tidak aktif dari tadi siang.


"Nayla sudah jam berapa ini?."


"Sudah jam 11 malam."


"Kunci saja pintunya mungkin mas Arga menginap di rumahnya dulu. Aku akan pergi istirahat."

__ADS_1


"Baiklah...."


Arga sedang terbaring tidur di kasur hotel dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Di sampingnya ada dua pasang mata yang menatapnya dengan penuh siasat.


"Mas Arga ... Hidupku hancur karena tidak bisa memilikimu. Kenapa?! Kenapa kamu malah menikahi orang lain, bukan aku??."


Alina berbicara sendiri karena orang di hadapannya sudah tidak sadarkan diri.


"Dan sekarang kamu malah sudah punya pengganti yang bahkan dia terlihat licik. Tiara seakan tidak memberi celah untuk aku masuk ke hidupmu lagi!."


Dengan senyuman licik, Alina membuka setiap kancing bajunya. Dan membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya sehingga sekarang dia berada dalam keadaan polos.


"Aku tidak akan membuang kesempatan yang tidak akan datang berulang kali! Tidak mengapa kita melakukannya dalam keadaan kamu tidak sadar. Tapi lihatlah besok apa yang akan terjadi."


Alina naik ke kasur yang Arga terbaring di sana dan mulai melucuti pakaian Arga juga.


Alina memberikan sentuhan demi sentuhan lembut yang membuat Arga merasa teran*sang dan terkadang membuka matanya.


" Tiara...! Sayang... Aku mencintaimu."


Yang Arga lihat sekarang di depannya seperti bayangan Tiara. Lalu Arga membalikkan posisi Alina sehingga berada di bawah kungkungannya.


"Mas Arga...."


Alina tersenyum senang karena Arga merespon sentuhannya dan terbangun. Lalu Alina mengalungkan tangannya ke leher Arga dan me*umat bibir Arga dengan begitu rakusnya.


Setiap de*ahan yang Alina keluarkan membuat Arga semakin tera**sang. Lalu langsung memasukan senjatanya ke lubang buaya yang akan jadi pemicu kerusakan rumah tangganya.


"Oooh... Yes! Aaaaah... Terus Arga! Auch... Ah...."


"Mas Arga!kamu sangat ni*mat."


Alina memeluk Arga yang tumbang di atas tu*uhnya.


"Tiara aku sangat mencintaimu."


Alina mengangkat juru bibirnya tersenyum puas karena keinginannya sudah tercapai.


Pagi hari di rumah Tiara.


"Tiara ... Ada tamu di bawah." Ucap Nayla.


"Siapa?."


"Asisten tuan Arga."


Tiara turun ke bawah dan menghampiri Daniel.


"Selamat pagi nona."


"Pak Daniel... Ada apa pagi-pagi kemari?."


"Apa pak Arga ada?."


"Kemarin malam mas Arga tidak pulang ke rumah. Mungkin dia pulang ke rumah dulu."

__ADS_1


"Saya tadi sudah dari sana dan pak Arga tidak berada di sana."


Tiara terkejut mendengar perkataan Daniel dan mulai hawatir.


"Kalau dia tidak pulang kesana lalu kemana?." Tiara bertanya pada dirinya sendiri.


"Nona saya akan melacak ponsel pak Arga."


Dengan secepat kilat Daniel menemukan keberadaan Arga.


"Nona, saya sudah menemukan pak Arga. Saya akan segera kesana. Permisi."


Daniel pamit undur diri dan segera mencari Arga. Saat akan melajukan mobilnya, tiba-tiba Tiara masuk dan duduk di kursi belakang mobil Daniel sehingga membuat Daniel terkejut.


"Nona! Anda mengagetkan saya."


"Aku akan ikut."


"Apa tidak sebaiknya Nona menunggu saja di rumah?."


"Tidak! Aku harus ikut. Sepertinya ada kesalah pahaman yang harus segera aku luruskan."


"Baiklah, pasang sabuk anda Nona."


Setelah beberapa jam perjalanan.


Dengan panduan bah google akhirnya Tiara dan Daniel menemukan tempat keberadaan Arga.


Tiara melihat hotel yang tidak di sangka menjadi tempat Arga beristirahat. Bahkan tempat yang terbilang jauh dari rumahnya.


Arga terbangun dari tidurnya dan mengelus rambut orang yang sedang terbaring di tempat tidur bersamanya. Arga merasa heran dengan suasana kamarnya sekarang yang terlihat tidak seperti kamarnya.


"Sayang ... Kita ada dimana?."


Arga menyingkapkan rambut yang menghalangi wajah yang dia kira sebagai istrinya. Ketika Arga akan mencium kening wanita yang berada di pelukannya, dia terkejut bukan kepalang. Ternyata dia mendapati perempuan itu adalah Alina.


" Alina! Apa yang kamu lakukan disini?!."


Alina terbangun karena mendengar teriakan Arga dan berpura-pura menangis seolah olah dia telah menjadi korban Arga.


"Mas Arga ... Hiks hiks hiks."


"Alina! Kenapa aku berada disini? Bersamamu?!."


Tit Tit Tit Tit....


Ketika keributan terjadi di kamar tersebut, suara pintu kamar hotel pun terdengar tandanya kunci pintu itu terbuka. Sehingga membuat Arga dan Alina penasaran siapa orang yang memasuki kamarnya itu.


Dengan hanya di balut selimut Arga segera mencari keberadaan baju yang sudah berantakan di sembarang tempat.


Saat Arga memungut baju, dia melihat orang yang datang itu adalah Tiara.


Tiara menyaksikan pemandangan yang sangat membuat hatinya beku dan hancur berkeping keping.


****

__ADS_1


Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...


__ADS_2