
Beberapa tahun berlalu dan tidak terdengar kabar, kini Alina mantan istri Arga berulah lagi di episode ini.
Alina merencanakan untuk menculik anak-anak tanpa sepengetahuan Arga dan Tiara. Alina yang masih menyimpan dendam dan tidak terima atas perceraian mereka, ingin mengambil harta paling berharga Arga dan menjauhkan mereka dari Arga dan Tiara.
Dia bekerja sama dengan seorang pria bernama Rico yang memiliki latar belakang kriminal dan memiliki pengalaman dalam penculikan anak. Alina dan Rico merencanakan segala sesuatunya dengan detail dan memilih waktu yang tepat untuk melakukan aksinya.
Suatu hari, Tiara sedikit terlambat menjemput anak-anak ke sekolah karena jalanan macet. Setelah sampai di sekolah, Tiara terkejut karena tidak melihat Kirana dan Sandra di tempat biasanya mereka menunggu. Tiara merasa cemas dan mulai mencari tahu keberadaan anak-anaknya.
Tiara segera ke kantor sekolah dan meminta bantuan dari guru dan staf sekolah untuk mencari Kirana dan Sandra. Mereka mencari di seluruh area sekolah, namun tidak menemukan anak-anak tersebut.
Tiara pun memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan segera membuat pengumuman di media sosial agar masyarakat dapat membantu mencari Kirana dan Sandra.
Keesokan harinya, Tiara dan Arga didatangi oleh seorang wanita yang mengaku telah melihat Kirana dan Sandra bersama seorang wanita dalam sebuah mobil menuju jalan xx. Arga dan Tiara pun segera menuju tempat yang di sebutkan.
Reyhan yang sudah mengetahui kabar tersebut pun mengikuti Arga dan Tiara di belakang. Setelah sampai di tempat yang di tuju, mereka segera menghubungi kepolisian setempat dan di lakukan pencarian besar-besaran.
__ADS_1
"Ha ha ha ha... Saat ini mereka pasti sedang kalang kabut mencari dua bocah ini!... Arga, Tiara... Kalian akan tau bagaimana rasanya orang yang kalian cintai di renggut!."
Ya, Alina... Ungkapan yang sesuai adalah tidak ada kata tobat untuknya. Sejahatnya orang pasti ada sadarnya juga, tapi tidak untuk Alina. Kini dia sedang menatap dua bocah kecil yang sedang terlelap tidur di tumpukan jerami yang berada di sebuah gudang tua.
Sejenak matanya menjadi hangat saat melihat wajah mungil putri Arga itu dan hendak membelai mereka, tapi tiba-tiba tatapan matanya berubah menjadi menakutkan dan berkata,
"Jika Tiara tidak mengacaukan hidupku, aku pun akan mempunyai anak dengan Arga! Aku akan mempunyai anak yang lucu-lucu seperti mereka! Tiara... Karenamu aku bahkan kehilangan Arga orang yang aku cintai! Tapi sekarang putrimu ada di tanganku a ha ha ha...."
Mendengar suara tawa Alina membuat Kirana bangun dan merasa asing di tempat dia berada sekarang, "Kakak... Bangun kakak... Kita ada dimana?."
Kemudian Kirana melihat Alina yang sedang menatapnya, "Tante... Ini bukan rumah mamah, kota sedang dimana tante?."
Sandra yang baru terbangun juga merasa cemas lalu memanggil Kirana untuk tinggal bersamanya.
Dretttt drettt!
__ADS_1
" Hallo! Alina! Apa anak-anak ada bersamamu?," tanya Arga di sebrang telepon sana.
"Arga... Untuk apa anak-anak mu ada bersamaku, harusnya kan mereka ada bersama kalian...."
"Alina! Aku sedang tidak bercanda! Lebih baik kamu katakan sekarang, dimana anak-anakku?!."
"Makin sini kamu makin galak ya Arga... Aku semakin suka denganmu... A ha ha ha ha...."
Mendengar Alina berkata bertele-tele, Tiara meminta Arga memberikan teleponnya agar dua bisa bicara dengannya.
"Alina, apapun maksudmu, jangan libatkan anak-anak... Kembalikan mereka padaku," ucap Tiara.
"Baiklah.. Aku akan mengatakan tempatnya, dengan satu syarat, kalian tidak boleh membawa polisi, jika tidak... Kalian akan menemukan kedua bocah lucu ini tidak bernyawa."
"Alina!."
__ADS_1
Tut Tut Tut...
Bersambung...