
Bab 23
"Hukuman yang sedang di berikan pada anak ibu tidaklah setimpal dengan apa yang sudah dia perbuat."
Air mata terurai membasahi kedua pipi Tiara.
"Kakak ku meninggal dengan cara yang tidak wajar. Dia telah membunuhnya!."
Teg!
"Apa yang kamu maksud? Siapa yang meninggal?."
"Anak ibu sudah merenggut dan menodai kakakku!. Betapa Malang kakakku, setelah kesuciannya di renggut dia harus menanggung malu karena hamil. Dia tidak bisa menahan aib sehingga stres yang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri."
Ibunya Rama terkesiap mendengar tutur kata Tiara yang mengingatkannya pada seseorang.
"Siapa nama kakakmu?."
"Tina, kak Tina."
Teg!
"Ternyata kamu adik perempuan sialan itu."
Ibunya Rama memahami semua sambil memundurkan dirinya ke belakang.
"Sia*an??? Oh... Jadi ibu juga mengetahui apa yang terjadi pada kakakku?."
Selintas bayangan Reyhan muncul di pikiran Tiara saat mengatakan,
" Rama memang ceroboh, tapi dia tidak akan sampai melakukan pembunuhan, apalagi saat itu dia sedang di luar negeri."
" Ternyata kamulah pembunuh sebenarnya. Kamu yang merencanakan pembunuhan kakak ku dulu, benarkah itu?."
__ADS_1
Dengan rasa tak percaya Tiara meminta penjelasan dari ibu Rama.
" Keputusanku saat itu sangat tepat. Aku sudah menyingkirkan duri yang menggangu anakku, tapi sekarang telah muncul satu lagi. Seharusnya dulu aku juga menyingkirkan seluruh keluarganya agar tidak ada bibit penggganggu lagi."
Tiara melangkah mundur ke belakang dan mencerna semua penjelasan dari ibunya Rama kemudian pergi dari tempat itu.
Tiara berjalan sempoyongan dan tidak menghiraukan apapun yang ada di depannya. Bahkan panggilan Reyhan pun dia abaikan.
Reyhan tidak mengejarnya karna Tiara langsung naik lift.
"Tiara kenapa?" batin Reyhan.
Jam waktu pulang sudah tiba. Saat akan pulang dan mengendarai motornya, Tiara berdiri melamun di parkiran.
Tidid! suara klakson menyadarkannya. Lalu
Tiara pulang mengendarai sepeda motor.
Di tengah perjalanan, di jalanan yang sepi sebuah mobil menghentikan kendaraan Tiara. Lalu keluarlah dua orang laki-laki bertubuh besar dari mobil itu dan langsung menyekap Tiara dan membawanya masuk ke mobil secara paksa.
Tiara meraih ponselnya dan memanggil nomer Reyhan.
Di dalam mobil Reyhan...
Drrtrrtrt...! Drtrtrrttt!
Satu panggilan dari Tiara. Lalu Reyhan mengangkatnya.
" Hallo... Tiara kamu dimana?. "
" Reyhan! tolong aku Rey! aku di.. ~." tiba-tiba suaranya mati.
"HALLO! Tiara??."
__ADS_1
Reyhan merasa cemas lalu melacak lokasi handphone Tiara. Tapi lokasinya tidak terlacak.
"Akh!."
Reyhan memukul stir mobil karena kesal tidak bisa melacak keberadaan Tiara. Lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tiara di bawa ke sebuah gudang kosong. Dia berusaha berontak tapi kalah tenaga.
"Cepat! kita harus segera melaksanakan tugas ini. Agar uang kita cepat cair ha ha ha ha." dua pria jahat itu tertawa bahagia.
Tiara terperanjat mendengar perkataan mereka dan berkata,
"Ternyata mereka pembunuh bayaran." batinnya.
Penjahat 1 :
"Bro! apa tidak sayang jika langsung kita bunuh perempuan ini. Dia sangat cantik sayang jika di lewatkan."
Penjahat 2 :
"Kita tidak punya waktu untuk itu, jika dia kabur atau ada orang yang datang menyelamatkannya gagal kita kaya mendadak. Benar tidak?."
"Benar juga ya... Cepat laksanakan, kita lakukan seperti yang kita lakukan pada gadis 3 tahun lalu saja."
" Apakah kalian juga pembunuh bayaran yang membunuh kakakku?."
"Oh ternyata ini adiknya ya... Sama-sama cantik ya, hanya saja yang ini lebih aktif bro hua ha ha."
Kep! leher Tiara di ce*ik hingga Tiara susah bernafas dan nyaris pingsan.
Tiba-tiba...
Jekukkk! para penjahat itu di pukul dari belakang.
__ADS_1
"Rey...." dengan setengah sadar Tiara melihat Reyhan datang menyelamatkan nya hingga akhirnya...
Brukkkk... Tiara jatuh pingsan.