
Tiara perlahan membuka kedua matanya, dan melihat sekitar. Tiara merasa asing dengan kamar yang sedang dia tiduri sekarang.
Seketika terkejut melihat Arga berada duduk di sampingnya, lalu Tiara segera duduk dan memundurkan badannya memberi jarak antara dia dan Arga.
"Kamu sudah sadar ...."
Lalu ingatan Tiara terkumpul dan menyadari bahwa dia dan Arga sekarang sudah menjadi suami istri.
"Kamu istirahatlah, biar aku yang menemani tamu di bawah. Jika memerlukan sesuatu panggillah orang yang berada di luar. Dia akan berjaga di luar kamar ini."
Di balas dengan anggukan Tiara.
Lalu Arga kembali lagi ke bawah melanjutkan pestanya.
Tinggallah Tiara di kamar yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin yang sangat indah dan romantis.
Dengan kasur yang bertabur bunga mawar merah berbentuk hati. Dan sepasang handuk yang di pasang menyerupai dua angsa yang sedang berhadapan. Juga suasana yang sudah di atur menjadi tempat yang paling indah untuk memadu kasih bagi sepasang pengantin baru.
"Tiara... Benarkah yang sekarang terjadi padamu?."
Tiara bertanya pada dirinya sendiri.
"Aku sudah membuat keputusan ini, apapun yang terjadi aku akan menanggung semuanya. Nyonya... Aku sudah melakukan permintaan nyonya."
Hingga waktu menujukan jam 10 malam, Tiara masih terduduk di ranjang tanpa melakukan kegiatan lain. Dan masih dengan gaun pengantinnya.
Tersirat bayangan Reyhan muncul di benaknya. Setiap kenangan bersama Reyhan tiba-tiba saja menghantui pikirannya. Kekasih hatinya yang dulu Tiara harapkan bisa hidup bersamanya. Tapi kini orang lain yang mempersunting dirinya.
Jam terus berjalan hingga sekarang menunjukan pukul 11 malam. Tiara merasa gerah dengan gaun yang masih dia kenakan. Dan memutuskan untuk mengganti bajunya.
Tiara pergi menuju toilet dan membersihkan diri. Setelah selesai memanjakan dirinya dengan air hangat, Tiara membuka lemari untuk mengambil baju gantinya. Tapi Tiara merasa bingung ketika melihat isi lemarinya.
"Apa yang harus aku pakai? Masa iya aku harus menggunakan ini??."
Tiara menggantungkan sebuah lengerie dan menatapnya geli. Lalu pikiran kotornya melintas begitu saja tapi Tiara segera menepisnya jauh jauh.
Tiara meyakini kalau Arga malam ini tidak akan tidur bersamanya. Secara sekarang pun dia belum masuk kamar padahal sudah jam 12 malam. Mungkin dia tidur di kamar lain. Tiara terus menganggukkan kepalanya untuk terus meyakinkan.
Akhirnya Tiara memakai salah satu baju yang tersedia di lemari itu. Tiara memilih baju yang menurutnya tidak terlalu sexy, meskipun dia tau, ya... baju haram semuanya tentu sexsoy betul tidak? Ha ha.
Tiara menjatuhkan dirinya di kasur yang super empuk lalu menarik selimut sehingga menutupi seluruh tubuhnya. Kemudian merebahkan dirinya dan menatap langit-langit.
Tiara mematikan semua lampu kecuali lampu tidur yang di biarkan menyala. Dengan sedikit lampu penerangan, matanya mulai mengantuk dan perlahan Tiara memejamkan matanya sampai tertidur lelap.
__ADS_1
"Nayla... Aku masih mengantuk, tolong tutup lagi gordennya..."
Racuan Tiara saat sinar matahari menyilaukan matanya yang masih terlelap tidur. Lalu dia melanjutkan tidurnya kembali.
Setelah beberapa saat, Tiara meregangkan badannya dan terbangun dari tidurnya. Dia melihat di luar sudah sangat terang. Dan segera mencari handphone nya ingin mencari tau jam berapa sekarang.
"Apa? Jam 12 siang?? Aku tidur selama ini. Ya ampun...".
Tiara menggelengkan kepalanya.
"Tunggu dulu.. Tadi malam gorden itu tertutup, tapi sekarang sudah terbuka."
Tiara melihat ke sekitar kamar mencari keberadaan orang lain disana, tapi dia tidak menemukan siapa pun.
"Apakah gorden ini otomatis tutup buka? Atau mungkin pak Arga tadi masuk kesini? Oh tidak! Jangan-jangan dia melihatku seperti ini."
Tiara menepuk jidat dan menggigit bibirnya, membayangkan apa yang sedang di pikirkannya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka. Tiara membelalakan kedua matanya, kemudian segera mengambil selimut lalu menutupi seluruh tubuhnya.
Benar saja yang datang itu adalah Arga dengan menenteng paper bag di tangannya. Arga melihat penampilan Tiara yang di buntel selimut seperti nasi lemper yang siap saji.
"Apa kamu tidak gerah dengan berselimut seperti itu?."
Tiara menggelengkan kepalanya.
Arga menyimpan paper bag yang dia bawa di kasur dekat Tiara, lalu duduk di sofa dan memainkan handphone nya.
"Apa Pak Arga akan tetap duduk di sana?."
Arga melihat Tiara yang sedang berbicara kepadanya. Dan memperhatikan Tiara yang masih belum beranjak dari tempat tidur.
Seolah mengerti alasannya. Lalu Arga pergi ke balkon dan duduk disana.
Dengan secepat kilat Tiara masuk ke kamar mandi dan menyambar paper bag yang berisi pakaiannya.
Tiara sudah nampak fresh dengan setelan elegant nya. Pakaian yang Arga pilihkan sungguh sangat cocok di badan Tiara.
"Duduklah..."
Arga meminta Tiara duduk bersamanya di meja yang sudah di siapkan makanan.
"Jangan di biasakan tidak sarapan di pagi hari, itu tidak baik untuk tubuhmu."
__ADS_1
"Acara semalam sangat membuatku lelah, jadi aku bangun kesiangan."
Tiara membela dirinya lalu memakan makanan yang sudah membuatnya merasa lapar, begitu pun dengan Arga.
Sepiring nasi rasanya belum membuat Tiara merasa kenyang. Lalu dia mengambil nasi dan lauk pauknya lagi.
Saat Tiara akan mengambil air minum bertepatan dengan Arga yang juga akan mengambilnya, tangan mereka bersentuhan sehingga membuat Arga merasa tidak nyaman. Sebaliknya dengan Tiara, dia merasa baik-baik saja dan cuek dengan hal itu.
"Setelah ini kita akan turun ke bawah, ada klien yang menunggu kita untuk mengucapkan selamat."
Tiara hanya mengangguk angguk kepalanya sambil terus mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
"Selamat Pak Arga.... Selamat atas pernikahan anda dan nona. Maaf kemarin kami tidak bisa hadir, karena ada urusan bisnis di luar kota."
"Tidak apa-apa, terima kasih kalian sudah menyempatkan diri untuk kesini."
"Istri anda terlihat sangat cantik dan muda pak Arga. Kalian sungguh pasangan yang sangat serasi."
Arga dan Tiara di sambut oleh beberapa orang dari kliennya yang dari luar kota. Mereka memberi ucapan selamat dan hadiah pernikahan.
Sosok Tiara menjadi pusat perhatian teman klien Arga karena penampilan Tiara yang sangat cantik dan mempesona. Bahkan di antara mereka ada yang curi curi pandang, membuat Arga merasa geram.
"Sepertinya kami permisi dulu, semalam istriku sudah kelelahan dia perlu istirahat."
Setelah bercengkrama sebentar Arga berpamitan pergi dari sana, sebenarnya bukan kenapa. Karena Arga merasa tidak suka jika Tiara menjadikan pusat perhatian teman-teman nya itu.
" Tentu saja pak Arga, silahkan... Kami mengerti kondisi istri anda saat ini. Ha ha ha.."
Mereka semua tertawa karena mengerti dengan apa yang di bicarakan salah seorang di antara mereka. Bahwa tadi malam adalah malam pertama bagi pengantin baru. Tentunya sudah jadi rahasia umum, pasti terjadi sesuatu. Lalu Arga dan Tiara segera pergi dari sana.
"Bukankah mereka klien dari luar kota, kenapa tidak menemui mereka lebih lama?."
"Mereka banyak berbicara hal yang tidak berguna."
Lalu Arga menghentikan langkahnya di ikuti oleh Tiara yang juga berhenti. Arga melihat ke arah Tiara dan memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah.
"Jangan berdandan seperti ini jika bertemu dengan pria lain."
"Maksud pak Arga?."
"Kamu hanya boleh berpenampilan seperti ini di depanku saja."
Pesan Arga membuat Tiara tak habis pikir. Baju itu Arga yang siapkan, tapi dia juga yang tidak menyukainya. Seorang suami yang posesif sepertinya. He he.
__ADS_1
****
Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, favorit, hadiah juga komentar terbaik ny ya... 😊🙏