Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 31 Pemaksaan


__ADS_3

Brukkk! brakkk!


Terdengar kegaduhan yang sangat keras di ruang CEO ARGO grup itu, lalu Reyhan menghentikan langkahnya dan berfikir sembari memicingkan matanya. Dia menerka nerka, sebenarnya apa yang terjadi pada kakak ipar nya itu.


"Suara apa di dalam? Apa pak Arga sedang marah?."


"Mungkin pak Arga bertengkar dengan pak Reyhan."


Terlihat para pegawai yang berada disana berbisik bisik, lalu Reyhan segera pergi dari sana.


Arga duduk termenung di kursi kebesarannya dengan tatapan nya yang tajam dan terlihat seperti orang prustasi lalu mengambil jas dan pulang ke rumah.


" Mas... ini teh nya."


Seperti biasa, Reyna selalu melayani suaminya itu dengan penuh perhatian. Dia merasa heran saat melihat tatapan suaminya yang kosong.


"Mas... apa ada masalah dengan pekerjaanmu?."


Seketika Arga tersadar dan menghangatkan suasana.


"Aku tidak apa-apa... hanya saja tadi di kantor ada beberapa masalah tapi sudah terselesaikan."


"Mas, jangan terlalu capek bekerja baru juga pulih. Mas, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."


Arga menoleh sesaat lalu menyeruput air teh yang ada di mejanya.


"Ada apa?."

__ADS_1


"Reyhan... dia mengatakan kalau dia ingin menikah. Dan apakah kamu tau siapa gadis yang dia sukai? Dia Tiara." jelas Reyna sambil tersenyum bahagia.


"Anak itu... aku sudah mengetahuinya sejak dia sangat memperhatikan Tiara di rumah sakit. Selama ini, ayah dan ibu menyuruhnya untuk segera menikah tapi selalu menolak. Akhirnya, sekarang dia menemukan gadis yang dia inginkan." lanjut Reyna panjang lebar.


" Istriku... Reyhan itu adikmu satu-satunya dia juga adik iparku. Aku tidak ingin dia menikah dengan orang yang salah. "


" Tiara anak yang baik dia juga perhatian. Dan yang paling penting, itu pilihan Reyhan sendiri." jelas Reyna.


"Aku tidak setuju kalau Reyhan menikah dengan gadis ceroboh itu! Lebih baik dia mencari gadis yang lain yang lebih baik.


Sarah, dia lebih baik."


Lalu Arga beranjak pergi dari kamar dan mencari udara segar untuk menghilangkan kekesalannya.


"Mas?,"


Kini, Tiara sedang berada di teras atap menjemur pakaian dan terlihat oleh Arga laku menghampiri nya.


"Pak Arga... ada yang bisa saya bantu?."


tanya Tiara.


Bukannya menjawab pertanyaan Tiara. Arga malah mencengkeram tangan Tiara dengan keras dan menarik nya hingga mendekat. Pakaian yang di pegang Tiara pun terjatuh ke lantai.


"Kau! Kamu benar-benar gadis yang licik. Pendapatku tentangmu memang tidak salah. Kamu memang wanita penggoda! Apa maksudmu dengan menjerat Reyhan!?. Kamu ingin menghancurkan masa depannya!? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!.."


Arga geram dan penuh dengan emosi. Tiara bingung dengan perlakuan Arga dan mencoba melepaskan tangannya, lalu menjauh.

__ADS_1


" Apa maksud pak Arga?? Kenapa anda selalu memperlakukan saya seperti ini? Anda bisa bersikap baik pada Sarah dan Nayla. Kenapa sikap padaku berbeda?."


"Kamu!! Jangan mengalihkan pembicaraan!"


Arga menarik dan memeluk Tiara. Wajahnya sangat dekat hampir menciumnya. Tiara menghindari tatapan Arga yang sudah seperti ingin memakannya lalu melakukan pemberontakan, tapi dia tidak bisa melepaskan dirinya.


"Kenapa Reyhan? Kenapa harus Reyhan!? Kalau kamu menginginkan harta dan kedudukan, aku bisa memberikanmu lebih banyak dari apapun yang di miliki Reyhan." ucap Arga penuh hasrat dan ambisi.


Tiara berdelik mendengar perkataan Arga lalu mendorongnya.


"Perasaanku pada Reyhan sangat tulus bukan karena harta atau tahta!. Terima kasih anda sudah menilai saya dengan salah...! Dan satu lagi, sepertinya anda tidak sadar diri. Anda sudah mempunyai istri yang sangat baik seperti nyonya Reyna. Apa anda pikir ini bukan suatu pengkhianatan? Anda tidak lebih baik dengan apa yang anda pikirkan tentang saya, permisi."


Tiara pergi dengan berurai air mata, meninggalkan Arga yang di kuasai amarah karna penolakan.


Arga segera menyusul Tiara yang turun ke bawah. Saat di pojok tangga Arga menahan jalan Tiara dan mendorongnya ke tembok lalu Arga mencium Tiara dengan paksa.


" Mmpppmmph.... "


Akhirnya Arga mendapatkan ciuman pertama Tiara dengan paksa. Tiara pasrah tiada berdaya karena tangan nya di kunci dan tiada celah untuk melarikan diri. Setelah satu menit, Arga menghentikan ciuman nya karena melihat Tiara yang sudah hampir kehabisan nafas.


Plakkkkk!


Satu tamparan keras Tiara berikan untuk Arga atas apa yang sudah dia lalukan padanya. Arga melihat Tiara yang menangis dan menatapnya penuh kebencian lalu Tiara segera pergi dari hadapannya.


Arga duduk bersandar di tembok dengan nafas dan dada yang berdebar-debar. Dia tidak menyangka dirinya akan berbuat sejauh itu.


****

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca...


__ADS_2