Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 86 - Kehilangan sahabat


__ADS_3

Hari pernikahan Nayla dan Doni tinggal dua hari lagi... Semua persiapan sudah lengkap dan semuanya itu tidak luput dari tanggung jawab Tiara dan Arga.


Pagi hari...


"Nayla kemana ya? Dia belum datang juga. Sibuknya... yang mau jadi pengantin."


Tiara berbicara pada dirinya sendiri karena menunggu kedatangan Nayla untuk tugas rutinnya, tapi orang yang ditunggu tidak kunjung juga. Akhirnya Tiara pergi ke kamar Nayla untuk mengomeli sahabatnya itu sekaligus memberikan beberapa hadiah untuknya.


Tapi, saat Tiara membuka pintu kamar ...


Ceklek...


Tiara menemukan Nayla yang masih terbaring di tempat tidurnya, tanpa Tiara hampiri dia terus menggoda Nayla yang sebentar lagi menjadi seorang pengantin.


Setelah lama mengoceh dan bicara sendiri, Tiara merasa heran dengan sikap Nayla yang diam saja dan tidak menjawab setiap pertanyaan juga perkataannya.


Mendapat respon di diamkan oleh Nayla seperti itu, Tiara merasa kesal dan akhirnya menghampiri Nayla dan berkata,


"Nayla, bangunlah... Mentang-mentang mau jadi pengantin kamu jadi bermalasan begini ya...," goda Nayla sambil hendak membangunkan Nayla.


"Nayla?." masih hening dan tidak ada sahutan.


Tiara membuka kelambu yang menutupi ranjang Nayla dengan hati yang berdebar kencang. Dia merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dan ketika dia melihat dengan lebih dekat, dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut dan tak percaya.


"Aaaaaaaaa!!!"


Tiara terkejut dan terdiam sejenak, tetapi kemudian tubuhnya melemah dan dia jatuh terkulai di lantai. Dia merasa dunia berputar dan dia tidak bisa bergerak atau berbicara.


Ketika Tiara akhirnya kembali ke kesadarannya, dia menyadari bahwa Nayla benar-benar telah meninggal dengan pisau yang menancap di dadanya. Air matanya menetes saat dia memeluk tubuh Nayla dengan erat, meratapi kepergian sahabatnya yang tercinta.


Suara teriakan yang keras membuat semua penghuni di rumah itu terkejut dan menghampiri asal suara yang tak lain berasal dari suara Tiara yang berada di kamar Nayla.


Saat tiba, mereka mendapati Tiara yang berada di pinggir jasad Nayla dan sedang menangis dan meratapi Nayla yang sudah tidak bergerak lagi.


Kabar itupun sudah diketahui Arga yang langsung pulang ke rumah dan memeluk Tiara. Doni calon pengantin pria pun tak luput dari kabar tersebut dan langsung mendatangi rumah Tiara dengan keputus asaan dan rasa tidak percaya.

__ADS_1


"Nona! Nona Tiara, sebenarnya apa yang terjadi pada Nayla? Nona Tiara!."


Doni sudah kehilangan kendali saat melihat kenyataan calon pengantinnya memanglah sudah tiada. Arga berteriak dan menyadarkan Doni saat hendak memegang dan bertanya dengan membabi buta pada Tiara.


" Doni! Sadarlah kamu adalah seorang polisi! Kamu harus bisa menerima apapun yang terjadi. Kamu jangan bertindak seperti ini."


Arga mencoba menasehati Doni yang sedang duduk terkulai di lantai kamar Nayla. Setelah sadar dan merasa tenang, akhirnya Doni menyaksikan penyelidikan yang di lakukan oleh beberapa rekannya.


Setelah di lakukan beberapa penyelidikan, akhirnya mereka memutuskan bahwa kematian Nayla adalah murni bunuh diri. Hal yang membuat Doni merasakan satu pukulan yang sangat hebat.


Seharusnya dua hari lagi dia bersanding sebagai suami istri dengan Nayla, tapi kenyataan sekarang sangatlah pahit.


Proses pemakaman Nayla sudah berlangsung dengan lancar. Tiara berusaha untuk mengatasi kesedihan dan kehilangan yang mendalam atas kepergian Nayla.


Dia menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk merenung dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikirannya.


Saat dia merenung, dia teringat pada banyak kenangan indah yang dia miliki bersama Nayla. Mereka telah melewati begitu banyak hal bersama-sama, dari saat mereka masih tinggal bersama di rumah Reyna dan sama-sama menjadi asisten pribadi. Tiara menyadari betapa berartinya persahabatan mereka dan betapa dia merindukan Nayla yang telah pergi.


Kini dia merasa orang-orang yang telah dekat dengannya satu persatu telah pergi meninggalkannya sendirian.


Tiara memutuskan untuk mengunjungi rumah Reyna, meskipun dia tidak yakin apakah dia siap untuk melihat tempat-tempat yang penuh dengan kenangan tentang Nayla dan Reyna.


Namun, dia merasa perlu untuk melakukan pekerjaannya sebagai asisten Reyna, seperti yang dia dan Nayla lakukan dulu.


Ketika dia tiba di rumah Reyna, dia merasa sedih dan teringat tentang masa lalu. Namun, dia juga merasa tenang dan nyaman dalam lingkungan yang akrab dan terbiasa itu.


Dia mulai bekerja dengan serius, menyapu, membersihkan debu juga menyiram tanaman melati kesukaan Reyna dan mengenang waktu-waktu indah bersama Nayla dan Reyna.


Saat Tiara sedang fokus membersihkan rumah itu, tiba-tiba Reyhan datang dan mencegahnya untuk melakukan semua itu. Tapi Tiara menolak dan terus melakukan pekerjaannya.


Reyhan nampak bersedih melihat Tiara yang sedang terpukul karena kehilangan sahabatnya itu. Lalu Reyhan meraih tangan Tiara dan menyuruhnya untuk berhenti.


Saat Tiara menghadap Reyhan, dua mata mereka beradu dan saling menatap. Tiara terus meneteskan air matanya dan mencurahkan kesedihannya kepada Reyhan.


Tapi setelah beberapa menit, Tiara mulai mengkondisikan perasaannya dan berkata,

__ADS_1


"Kenapa kamu disini, Rey?."


"Karena aku tau, kamu pasti akan bersedih dan merasa kehilangan. Kamu akan ke rumah kakak untuk mengingat semua kenanganmu bersama orang-orang yang pernah tinggal disini."


Tiara berbalik dan memejamkan matanya dan berkata lagi,


"Kamu terlalu percaya diri dan sok tau Rey."


Reyhan tersenyum kecil dan terus menasehati Tiara lalu berbincang-bincang agar Tiara merasa terhibur. Tapi di saat momen keberadaan mereka berdua itu, kini telah di lihat Arga yang baru saja datang untuk menyusul Tiara.


Arga mengepalkan tangannya karena merasa marah dan cemburu. Dia langsung pergi ke luar tanpa memberitahu Tiara bahwa dia berada disana.


Dengan hasutan dari Alina yang datang bersamanya membuat Arga semakin marah kepada Tiara dan Reyhan.


"Ternyata mereka sengaja bertemu disini," batin Arga.


"Rey... Terima kasih karena kamu sudah menemaniku dan mencoba menghiburku. Tapi aku tidak yakin jika Mas Arga melihat kita sekarang dia tidak akan marah kepadaku."


Reyhan mengerti dengan maksud Tiara kemudian pergi terlebih dahulu setelah memberi semangat kepada Tiara.


Saat Reyhan keluar rumah dan hendak masuk ke mobilnya, dia melihat mobil Arga yang berlalu pergi dari sana. Dia sudah menduga jika baru saja Arga melihat nyamper dengan Tiara bersama.


Tersimpan kekhawatiran di hati Reyhan saat memikirkan sikap yang akan Tiara terima dari Arga setelah ini. Reyhan berdiri di depan mobilnya sambil menatap rumah yang Tiara berada di dalamnya.


Saat sore tiba, Tiara masih berada di rumah Reyna dengan kesedihannya. Para pengurus rumah disana merasa iba melihat majikannya itu tapi tidak bisa berbuat lebih selain memperhatikan makanan Tiara yang tidak di sentuh sama sekali.


Setelah hari menjelang malam, akhirnya Tiara pulang ke rumah dan berlalu begitu saja melewati Arga yang sedang menunggunya di ruang tamu. Tiara seolah tidak melihat siapapun disana, jiwanya hampa dan seperti tidak ada semangat hidup.


Arga yang awalnya merasa marah karena momen yang dia saksikan tadi, kini dia melihat istrinya itu dengan sangat kasihan lalu segera menghampiri dan memeluk Tiara.


Melihat Arga yang tiba-tiba saja memeluknya seperti itu membuat Tiara tersadar dan melihat kedua mata Arga dalam-dalam lalu menangis sambil memeluk Arga erat.


😭😭😭😭


Bersambung...

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2