
Pertemuan pertama antara Kirana dan Rafi ternyata membuat mereka semakin dekat dan sering bertemu entah dimana atau kapan saja hingga membuat kedua insan itu merasa saling tertarik. Kebetulan yang bisa dibilang mungkin jodoh 😅.
Seringnya pertemuan Kirana dan Rafi nyatanya telah diketahui oleh Arga, sang ayah. Hingga pada suatu saat, Kirana di minta untuk menghadap ayahnya itu untuk berbincang.
Ayah dan anak itu janji bertemu di sebuah restoran sambil makan siang. Pada awalnya Arga bicara dan mengobrol layaknya ayah dan anak. Tapi sesaat kemudian Arga berkata dengan hati-hati.
"Kirana... Papah dengar kamu sedang dekat dengan seorang laki-laki."
Pertanyaan ayahnya itu sontak membuat Kirana merasa senang sekaligus gugup. Karena ia sama sekali tidak menyangka jika ayahnya akan tau secepat ini. Tapi karena sudah terlanjur, jadi Kirana akhirnya bicara terus terang.
"Iya Pah... Sebenarnya Kirana sedang dekat dengan seseorang, tapi gak lebih dari teman Papah ...."
Arga tersenyum lebar. "Baguslah kalau begitu... Papah berharap, kamu tidak akan melangkahi kakakmu untuk menikah."
"Idih Papah ... Nikah? Aku masih belum cukup umur buat nikah he he," jawab Kirana bercanda sambil cengengesan.
Di saat Kirana dan Arga asyik berbincang, Sarah yang sedang berada di persimpangan jalan sedang berdiri menunggu lampu merah. Tiba-tiba saja ia melihat sebuah mobil yang kehilangan arah karena rem blong dan melaju kencang hampir menabrak seseorang yang berdiri tidak jauh darinya.
__ADS_1
Dengan spontan Sarah berlari menghampiri orang itu yang tidak fokus karena sedang bermain ponsel. Lalu ia menghindarkan pria itu dari bahaya tertabrak mobil dan malah Sarah lah yang terserempet sehingga ia terpental.
Seketika suasana disana menjadi ramai dan memberi pertolongan pada Sarah juga pria tersebut yang tidak lain adalah Rafi. "Nona! Anda tidak apa-apa?." Rafi segera meminta seseorang memanggilkan ambulan yang tak lama langsung datang karena jarak yang lebih dekat dan terjangkau.
Dengan paniknya Rafi segera menggendong Sarah naik ambulan dan membawa mereka ke rumah sakit. Selama perjalanan, Sarah nampak tidak sadarkan diri karena benturan di kepalanya yang cukup kuat.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka tiba di rumah sakit dan Sarah pun langsung di bawa ke UGD untuk mendapat pertolongan pertama.
Setelah beberapa jam di rawat di UGD, akhirnya Sarah di pindahkan ke tempat inap yang lebih nyaman dan di temani oleh Rafi. "Apa kamu merasa baikan? Maaf... Gara-gara aku kamu jadi celaka."
"Aku tidak apa-apa, hanya luka kecil."
"Sarah, maaf... Sepertinya aku harus pulang dulu, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan...."
"Ya udah gak papa... Sebentar lagi keluargaku juga akan kemari."
"Kamu tidak apa-apa aku tinggal sendiri?.
__ADS_1
"Pergilah... Tapi jangan lupa, kamu haus sering datang kemari... Karena kamu harus bertanggung jawab atas lukaku ini, ok!?."
"Baiklah... Dah...."
Momen itu membuat Sarah sangat berkesan pada Rafi walaupun mereka baru pertama kali bertemu. Sarah merasa baru kali ini ia bertemu dengan laki-laki yang menggetarkan hatinya dan membuatnya berbunga-bunga.
"Kakak...! Kakak, Kakak baik-baik saja?." Kirana sangat panik saat ia baru memasuki ruangan Sarah di rawat. "Ada apa si Kirana... Kakak gak apa-apa kok... Hanya luka kecil."
"Luka kecil? Di perban dan di rawat di rumah sakit, Kakak bilang luka kecil?."
Kirana memperhatikan setiap luka di tubuh kakaknya itu dan merasa khawatir. "Katakan padaku Kak, siapa yang melakukan hal ini pada Kakak? Aku akan cari dan balas dia!."
Sarah hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu. "Kirana, ini hanya kecelakaan dan bukan di sengaja, kamu tenang deh...."
"Kakak... Aku sangat khawatir pada Kakak... Hiks hiks Hiks...."
Ikatan persaudaraan antara kedua adik kakak itu sangatlah kuat. Akhirnya mereka pun berpelukan dan saling menguatkan. Pemandangan yang sangat mengharukan.
__ADS_1
Bagaimana jika persaudaraan mereka ancur karena seorang laki-laki ya??? 😅
Bersambung...