Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 94 - Hamil


__ADS_3

Tiara tersentak saat mendengar berita bahwa dia hamil. Dia terdiam dan menatap kosong ke arah jendela, tak tahu harus berbuat apa.


Semua pikirannya bercampur aduk, bingung, dan takut. Bagaimana dia akan menghadapi ini? Bagaimana dia akan menjaga bayinya dengan baik? Bagaimana dia akan membesarkan bayi itu tanpa bantuan ayahnya.


Tiba-tiba, Reyhan menenangkan Tiara dan memberinya dukungan yang dia butuhkan.


"Aku akan selalu berada di sisimu, menjaga dan melindungimu dan anakmu yang ada di dalam kandungan," ujarnya dengan tegas.


Tiara menoleh ke arah Reyhan dengan mata sendu. Dia merasa sangat beruntung di sisinya ada Reyhan yang selalu mendukung dan bahkan masih mencintainya sekaligus juga anak mereka yang akan datang.


Reyhan menenangkan Tiara dan mengelus rambutnya lembut. Dia meyakinkan Tiara bahwa mereka akan berjuang bersama untuk membesarkan bayi itu dengan penuh kasih sayang dan perhatian.


Tiara mengangguk perlahan dan tersenyum kepada Reyhan. Dia merasa lebih tenang dan yakin bahwa dia akan menghadapi masa depan dengan baik.


Di kantor...


Arga sedang berkutat dengan laptopnya dan beberapa berkas yang sedang dia cek, lalu Daniel masuk dan mengatakan sebuah informasi.


"Pak, saya sudah menemukan tempat tinggal Nona Tiara."


Arga terkejut ketika asistennya memberitahunya tentang keberadaan tempat tinggal Tiara, istrinya yang telah lama ia cari. Namun, kejutan itu langsung berubah menjadi kebahagiaan yang tak terkatakan. Dia merasa seperti ada yang hilang selama ini telah kembali kepadanya.


Tanpa membuang waktu, Arga segera bergegas ke tempat yang telah diinformasikan oleh asistennya. Hatinya berdegup kencang saat ia mengendarai mobilnya dan melaju ke apartemen Tiara dan berharap Tiara ingin bertemu dengannya.


Tidak berhitung lama, akhirnya Arga sampai di depan pintu apartemen Tiara. Dengan rasa bahagia dan sedikit keraguan Arga mencoba mengetuk pintu dan menunggu Tiara membukanya.


Setelah beberapa saat, pintu akhirnya terbuka dan Tiara muncul di depannya. Arga melihat istrinya itu dengan tatapan penuh cinta dan harap. Mereka saling memandang, lalu Arga memeluk Tiara dengan erat.


"Tiara, akhirnya aku menemukanmu," ucap Arga dengan suara terdengar penuh haru.


Tiara merasa tidak nyaman melihat Arga tiba-tiba datang di hadapannya. Dia masih merasa kesal dan kecewa atas perlakuan Arga yang telah membuatnya menderita selama ini.


"Kenapa Mas Arga ada disini?."

__ADS_1


Pertanyaan telak dari Tiara membuat Arga melepaskan pelukannya lalu menatap Tiara tidak percaya. Tapi Arga berusaha tidak memperkeruh keadaan dan dia mencoba merayu dan meminta maaf, tapi Tiara tidak bisa memaafkan Arga begitu saja.


" Tiara... Aku sudah mencarimu ke seluruh tempat, tapi ternyata kamu ada disini. Aku sangat bersyukur sudah menemukanmu."


Tiara mengabaikan Arga dan mencoba untuk menjaga jarak darinya. Dia tidak ingin terbawa emosi dan merasa bahwa Arga tidak pantas untuk diberi kesempatan kedua.


Tiara berusaha untuk tetap tenang dan tidak memperlihatkan emosinya, namun Arga bisa merasakan ketidaknyamanan yang ada di antara mereka.


Saat Arga mencoba untuk membujuk Tiara dengan kata-kata yang lembut dan penuh kasih, Tiara memilih untuk tetap diam dan tidak merespons.


Tiara merasa tidak bisa menuruti permintaan Arga hanya karena perasaan kesepian atau rasa rindu yang ia miliki. Tiara tetap kukuh pada pendiriannya dan tidak akan memberi Arga kesempatan tanpa pertimbangan yang matang.


"Siapa Tiara?."


Saat ketidaknyamanan meliputi Arga, tiba-tiba saja dia mendengar suara laki-laki dari dalam yang tidak lain adalah suara Reyhan. Tidak mendapat jawaban Tiara, akhirnya Reyhan menghampiri dua manusia yang masih berstatus suami istri itu dan hanya berdiri di depan pintu.


Tiara berdiri di antara Arga dan Reyhan, merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi. Kedua lelaki itu sama-sama terkejut melihat keberadaan satu sama lain di dekat Tiara. Tidak ada yang berbicara, hanya saling menatap dengan tatapan yang bingung dan penuh tanya.


Reyhan hanya tersenyum sinis dan berkata,


"Aku hanya berkunjung ke rumah Tiara dan mencoba tidak mengabaikan dan akan selalu melindunginya."


Arga tidak bisa menahan perasaannya.


"Kalian tinggal bersama?."


Tiara merasa kewalahan dengan situasi yang tidak diinginkannya. Dia tidak ingin terlibat dalam perseteruan antara Arga dan Reyhan. "Berhentilah kalian berdua," ujarnya dengan suara lirih. "Aku tidak ingin melihat kalian bertengkar."


Kedua lelaki itu saling menatap, Reyhan menyadari perasan Tiara dan memberikan waktu berdua dengan suaminya sekarang, lalu Reyhan memutuskan untuk pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Kini, Arga dan Tiara pun hanya tinggal berdua. Mereka berbicara tentang situasi yang terjadi dan mencoba untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang bijaksana.


Setelah kepergian Reyhan, Tiara masuk di ikuti Arga yang walaupun tidak di persilakan masuk tapi nyelonong aje.

__ADS_1


Arga sangat merindukan Tiara dan begitu ia melihat Tiara di depan matanya, dia merasa sangat ingin memeluknya. Namun, ketika Arga mencoba untuk memeluk Tiara, Tiara menghindarinya dengan lembut, sehingga Arga merasa sangat kikuk dan malu.


"Maaf Mas Arga, aku tidak siap untuk berdekatan denganmu seperti dulu."


Arga mencoba untuk memahami perasaan Tiara, namun ia merasa sangat sulit untuk menahan dirinya untuk tidak memeluk Tiara.


Arga merasa sedih karena merindukan kehangatan dan kebersamaan mereka, namun sekarang Tiara tampaknya masih merasa kesal dan jauh darinya lalu Arga berkata,


"Maafkan aku Tiara. Aku sangat menyesal atas apa yang terjadi. Aku ingin memperbaiki hubungan kita dan membuatmu bahagia."


Namun, Tiara masih mempertahankan jarak dan tidak ingin terlalu dekat dengan Arga. Arga merasa tidak tahu harus berbuat apa lagi, karena ia ingin memperbaiki hubungan mereka dan membuat Tiara bahagia, tetapi ia merasa kesulitan untuk memahami perasaan Tiara.


"Aku tidak tahu Mas. Aku butuh waktu untuk merenungkan semuanya. Hatiku masih sakit, sakit jika mengingat semuanya. Sekarang aku merasa damai tinggal sendiri, aku harap Mas tidak mengusikku dengan keadaan siapapun."


Arga mengerti jika yang di maksud tersebut Tiara adalah Alina.


" Aku akan selalu mendukungmu dan siap menunggu sampai kamu siap untuk kembali berada di dekatku. Aku mencintaimu Tiara, dan tidak akan pernah berhenti mencintaimu."


Tiara diam tidak bergeming...


Akhirnya, Arga sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan besar dan tidak bisa memaksa Tiara untuk memaafkannya dengan segera. Dia meminta maaf dan pergi dengan hati yang hancur.


Tiara masih merasa tidak nyaman dan tidak bisa memaafkan Arga begitu saja, namun ia juga merasa lega karena akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya dengan jujur dan tidak memaksakan diri untuk mengambil keputusan yang salah.


Dengan langkah kaki yang berat Arga terus berpikir dengan berbagai macam pikiran yang bermunculan, apa lagi saat mengingat jika Reyhan selama ini selalu berada bersama Tiara. Tiba sampai di benaknya muncul pertanyaan,


"Apakah mereka akan bersama kembali?." batin Arga.


Langkah Arga terhenti sejenak dan segera menepis pikirannya barusan dan berkata lagi,


"Tidak! Aku akan berusaha meyakinkan Tiara dan berusaha memperbaiki hubunganku dengannya. Dan syukurlah Tiara, sekarang aku tau tempat tinggal tinggalmu."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2