Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 34 Cinta dan luka


__ADS_3

Di kontrakan...


Tiara sedang duduk termenung di teras rumahnya dan menekuk kedua kakinya. Tiba-tiba Reyhan datang dan berdiri di depannya. Tiara menyadari kehadiran Reyhan lalu melihatnya, melihat Reyhan yang sedang menatapnya dengan sendu.


"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kamu tau aku disini?." Tiara bertanya.


Tanpa aba-aba dan tanpa basa basi Reyhan langsung mengatakan hal yang sangat berat.


"Aku akan menikah dengan Sarah."


JEDERRR!!


jawaban Reyhan sangat membuat Tiara terkejut dan langsung berdiri dengan berurai air mata.


"Coba kamu ulangi sekali lagi," pinta Tiara.


Dengan menelan saliva dan dengan sangat menyesal Reyhan mengulangi perkataannya.


"Aku akan menikahi Sarah."


Hening...


Tiara menatapnya tidak percaya dan mencoba mencari kebenaran dari dalam mata Reyhan dan itu tidak ada kebohongan, lalu beranjak pergi. Reyhan memegang tangan Tiara tapi Tiara melepaskan tangannya dan mendorong Reyhan sambil berteriak,


"Lepaskan aku!!."


Tiara memberikan respon yang sangat kasar dan dingin.


"Aku bukan datang untuk meminta maaf padamu... tapi hanya ingin mengembalikan ini padamu." terang Reyhan.


Reyhan meraih tangan Tiara dan mengembalikan hadiah jam tangan yang dulu Tiara berikan padanya.


"Hadiah ini... dulu kamu berikan padaku. Sekarang... aku kembalikan padamu."


Tiara menatap jam tangan yang ada di tangannya dan mengepalkannya.


"Barang yang sudah aku berikan tidak akan aku terima kembali. Jika kamu tidak menginginkannya, buang saja!."


Tiara melemparkan jam tangan itu ke sembarang arah lalu pergi.


"Tiara...!."


Tiara menghentikan langkahnya dan menangis. Tanpa berbalik badan Tiara berkata,


"Reyhan... kamu mengatakan perasaanmu berkali-kali... tapi walaupun aku tidak pernah mengatakan apa-apa, aku sungguh mempercayainya. Jadi... saat orang mengatakan apapun tentang kita, aku tidak menghiraukannya, karena ini adalah kenyataannya... Aku pikir... Kamu akan bersamaku ... tapi kamu menyerah terlebih dahulu, kamu yang mundur dahulu... kamu yang lebih dahulu melanggar janji. Sekarang, aku tidak perlu bertanya apa alasanmu... mulai sekarang, kamu jangan mencariku lagi!." kemudian Tiara masuk ke rumah dan menangis.

__ADS_1


Reyhan juga menangis melihat kepergian Tiara yang terluka atas keputusannya. Reyhan mengambil jam tangan yang di buang Tiara lalu terbayang kenangan saat Tiara dulu memberikan hadiah itu padanya.


Di dalam rumah, Tiara terus di bayangi setiap kenangan saat bersama Reyhan dan semua yang di katakan Reyhan.


"Aku akan menunggumu setelah kamu melepaskan dendammu. Sebelum saat itu aku akan terus menjagamu hingga hatimu terbuka untukku."


"Pembohong!." bantah Tiara.


"Aku sangat mencintaimu dan ingin menikahimu".


"Pembohong!! Semuanya bohong!."


Tiara berteriak dan menangis sejadi jadinya,


"Aaaaaaa!! uhu uhu uhu." Tiara menangis hingga dia terlelap tidur.


Sedangkan Reyhan, dia berada di balik pintu luar duduk dan mendengar jerit tangis Tiara di dalam. Dia berada disana hingga pagi menjelang. Ingin rasanya Reyhan memeluk Tiara tapi dia tak bisa. Hancur! hancur sekali hatinya.


Keadaan Tiara sangat terpuruk seperti hal nya orang-orang yang mengalami putus cinta. Semenjak malam itu Tiara lebih sering mengurung diri di kamar. Menjadi seseorang yang rapuh.


Di tempat lain....


Reyna perlahan sadar dan terbangun dari komanya. Hal pertama yang dia tanyakan adalah keberadaan adiknya, Reyhan.


"Nyonya... Nyonya... nyonya sudah sadar!."


"Reyhan... dimana Reyhan...? aku ingin bertemu dengannya. Cepat panggilkan Reyhan kemari." pinta Reyna. Dan Nayla pun segera menghubungi Reyhan.


Arga segera menemui Reyna dan melihat keadaannya.


"Istriku... akhirnya kamu sadar. Aku sungguh sangat khawatir."


"Aku selalu bisa mendengar apa yang mas katakan, hanya saja... aku tidak dapat membuka mata. Seperti... terjebak dalam mimpi buruk yang sangat dalam dan tidak bisa bangun."


Arga tersenyum dan memegang tangan Reyna menenangkan.


"Sekarang, semuanya sudah berlalu. Kamu sudah sadar dan akan segera sembuh."


Reyna meremas kakinya karna tidak merasakan apa-apa. Lalu Arga berkata,


"Istriku... kamu tidak perlu khawatir, dokter mengatakan kedua kakimu ini karena terlalu lama koma, untuk sementara tidak bisa di gerakan. Tapi akan segera sembuh dan pulih."


"Kakak... kakak...?."


Reyhan berlari dan berhambur memanggil kakaknya yang ingin segera bertemu dengannya. Lalu terhenti saat disana ada Arga.

__ADS_1


"Istriku... sekarang ada klien dari London, aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu. Nanti malam aku akan datang lagi menemanimu, Reyhan...,"


"Iya Pak," jawab Reyhan.


"Temanai kakakmu, berbincang lah dengannya lalu pergi ke kantor aku masih ada tugas untukmu... Reyna baru sadar jangan membuatnya terlalu lelah."


Arga segera beranjak lalu menatap Reyhan, saat melihat adik iparnya itu ada kecemasan dalam hati Arga.


"Kakak...?."


"Dimana Sarah?."


Pertanyaan yang langsung Reyna ajukan ketika melihat Reyhan.


"Kakak," seru Reyhan tanpa bicara.


"Kamu ini bodoh sekali ya?!." emosi Reyna.


"Jika aku tidak menyetujui pernikahan ini, aku takut tidak bisa melindungi Tiara."


"Dengan kepribadian Tiara. Dia akan lebih memilih mati bersamamu. Apakah kamu tau... semenjak kamu memutuskan ini, dia tidak akan memaafkanmu. Apakah kamu sudah siap selamanya kamu akan menjadi orang asing dengannya? Masalah ini, baik untukmu, Tiara juga Sarah... semuanya tidak adil. Aku akan meminta Arga untuk membatalkan pernikahan ini."


Nayla yang berada di sana menyimak dengan terharu.


" Kakak... pernikahan sudah di siapkan dan Sarah sudah berada di rumah orang tuanya. Hal ini tidak ada jalan untuk kembali. Itu hanya akan membuat keluarga besar kita dan Sarah malu. Sarah menerima pernikahan ini juga untuk membantuku. Baik secara perasaan dan keadilan, seharusnya akupun tidak melakukan itu."


"Aku kira... setidaknya kamu dan Tiara dapat hidup bahagia. Tidak aku sangka, akhirnya malah seperti ini."


Reyna menangis menyesalinya.


"Kakak...."


"Pergilah...! Aku tidak ingin bertemu denganmu."


Reyhan beranjak dan segera pergi lalu terhenti saat Reyna memanggilnya kembali,


" Reyhan...! Ini berkaitan dengan kebahagiaanmu seumur hidup. Kamu sungguh sudah membulatkan tekadmu?."


" Benar." jawab Reyhan.


" Kakak sangat khawatir denganmu... kamu akan menyesal seumur hidup."


"Kakak... semua orang harus bertanggung jawab atas keputusannya. Tolong kakak maafkan aku."


Reyhan berkata sambil membelakangi kakaknya dan menitikan air mata. Nayla yang menyaksikan nya pun ikut menangis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2