Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 77 - Tidak ada kesempatan


__ADS_3


Visual pemeran


🌺 Reyhan 🌺


Di kediaman Reyhan.


"Dimana barangku? Aku menyimpannya disini."


Reyhan mengobrak abrik kasurnya dan mencari sesuatu yang masih belum juga di temukan. Lalu dia beralih dan mencari di tempat kerjanya. Melihat kepanikan tuannya, Dila sang asisten mencoba memberanikan diri dan bertanya.


"Tuan... Anda sedang mencari apa? Ada yang bisa saya bantu?."


"Dimana jam tanganku?."


"Oh ada tuan. Saat anda mengganti baju, jam tangan itu terjatuh dan saya menyimpannya di laci kamar. Akan saya ambilkan."


Dila segera ke kamar Reyhan dan mengambil jam tangan yang di maksud Reyhan.


"Ini tuan...."


"Lain kali kamu tidak boleh sembarangan menyentuh barangku!."


Saking paniknya karena takut kehilangan satu-satunya barang pemberian dari Tiara. Reyhan marah dan membentak Dila. Lalu Reyhan segera mengambil jam itu dan memperingati Dila.


"Sudahlah, kamu pergi saja."


Dila melihat dan memahami perasaan dari majikannya itu dan segera pergi dari sana meninggalkan Reyhan yang duduk dan mengenang Tiara.


"Sandra! Sandra....? Kamu dimana nak? Sandra!."


Sarah sedang kalang kabut mencari keberadaan putrinya yang menghilang. Dia mencari ke sekitar rumah dan taman tapi belum juga menemukannya.


Di satu ruang pribadi di dalam rumah,


Reyhan menatap benda kenangan itu dengan tatapan sedih lalu mencoba untuk menegarkan diri saat mengingat pesan-pesan yang di berikan Tiara.


"Janganlah selalu tinggal di masa lalu, hiduplah untuk masa depanmu.


Semenjak kamu mencampakkan ku, saat itu juga kita sudah menjadi orang asing."


GUBRAK!


Tiba-tiba Reyhan mendengar suara dari arah lemari dan segera melihatnya. Ternyata Sandra bersembunyi disana.


Gadis kecil dan cantik itu tidak mengubah tatapan dingin Reyhan kepadanya, lalu segera memanggil pelayan untuk mengambil anak Sarah itu.


"Pelayan! Pelayan...."


"Tuan, apa anda memerlukan sesuatu?."


"Kenapa nona kecil ada disini?."


Kemudian pelayan itu segera menghampiri Sandra dan memintanya untuk ikut dengannya.


"Nona, ayo ikut paman...."

__ADS_1


"Tidak... Aku tidak mau ikut paman."


Suara mengemaskan dari anak kecil itu membuat Reyhan tersenyum kecil dan membiarkannya tetap disana. Lalu dia duduk kembali di mejanya dan berpesan,


"Panggilkan ibunya, suruh untuk segera membawanya dari sini."


"Baik tuan...."


Sandra menghampiri Reyhan dan melihat makanan di meja yang membuatnya ingin memakannya. Hal itu di lihat Reyhan lalu memangkunya. Ini adalah pertama kalinya Reyhan memegang anak yang dalam status negara adalah anaknya. Kemudian Reyhan memberikan sebuah kue yang di inginkan Sandra.


Saat Sandra anteng bersama Reyhan, tiba-tiba Sarah datang dan langsung mengambil Sandra dari pangkuan Reyhan.


Tatapan curiga dan ketakutan sangat jelas Sarah tampakkan di hadapan Reyhan lalu berkata,


"Apa yang ingin kamu lakukan?."


"Kamu pikir memangnya apa yang ingin aku lakukan?."


Sarah melihat kue yang ada di piring dan juga yang di berikan kepada Sandra. Saat menyadari kecurigaan Sarah, Reyhan tersenyum sinis lalu berkata,


"Aku bukan kamu, aku tidak akan menyakiti orang yang tidak bersalah. Apalagi melakukan hal yang bodoh untuk membalas sesuatu. Sarah... karena kamu sudah menjadi seorang ibu, maka kamu harus menjaga tanggung jawabmu dengan baik. Jangan membiarkan dia berlari sembarangan."


Reyhan segera pergi meninggalkan Sarah yang mematung. Raut wajah penyesalan terlihat di wajah Sarah yang sudah berprasangka buruk kepada Reyhan.


Malam hari, Sarah sedang duduk dan bercermin di kamarnya lalu mengingat perkataan asisten pribadinya,


" Nona Sarah, tuan Reyhan berkepribadian baik. Latar belakang juga baik. Sekarang dia mempunyai posisi tinggi di kantor, tidak tau berapa banyak orang yang iri kepadamu. Nona, biarpun dulu banyak kesalahpahaman, tapi sekarang sudah ada nona kecil dan seharusnya tuan Reyhan sekarang sudah bisa menerima Nona. Lebih baik sekarang Nona menjalani hari dengan baik dan harmonis. Melihat sikap tuan Reyhan kepada Nona kecil tadi, sepertinya Nona masih memiliki kesempatan."


Sarah memperindah dirinya dan memakai riasan yang cantik. Berharap malam ini dia akan mendapat perhatian Reyhan dan mau menerimanya.


Reyhan yang baru menyelesaikan pekerjaannya berniat akan segera beristirahat dan tidur. Tapi saat masuk kamar, dia di kejutkan oleh Sarah yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.


Reyhan mencoba melepaskan tangan yang melingkar di perutnya dan segera menghindar. Reyhan melihat Sarah yang berpenampilan sangat sexsoy, lalu segera memalingkan wajahnya.


"Kenapa kamu ada disini?."


"Karena aku sudah mengerti. Dulu aku sangat membencimu karena kamu selalu merindukan Tiara dan di dalam hatimu sama sekali tidak ada aku."


Reyhan tidak bergeming.


"Sekarang Tiara sudah menjadi istri tuan Arga, dia dan kamu sudah tidak mungkin lagi untuk bersama. Sekarang jika aku terus bertengkar denganmu, bukankah itu hanya akan memberi kesempatan pada gadis lain untuk bersamamu? Bukankah itu akan menjadikanku orang yang paling bodoh?."


"Aku sungguh tidak tau apa yang kamu pikirkan."


Reyhan segera beranjak pergi, lalu Sarah mengejar dan memeluknya kembali. Kali ini dengan pelukan yang sangat kuat.


"Reyhan... Aku salah. Aku mengaku salah. Maafkan aku... Aku berjanji akan menjadi istri yang baik untukmu."


Reyhan kembali melepaskan pelukan Sarah dan berkata,


"Apa yang kamu inginkan?."


"Reyhan, kamu pernah menyakiti hatiku, aku juga telah membalasmu. Reyhan, sekarang aku ingin kita menjadi keluarga yang utuh dan harmonis. Aku akan melahirkan anak untukmu."


"Sarah, tidak semua di dunia ini akan sesuai dengan keinginnanmu. Saat kamu marah, kamu ingin membuat semua orang menderita. Saat kamu menyesal, kamu ingin memperbaiki semuanya dengan mudah. Aku beritahu padamu, sejak kamu melakukan kesalahan itu... kamu bukan istriku lagi!."


Reyhan melenggang pergi dengan tatapan dingin.

__ADS_1


"Tidak Reyhan, tidak! Tidak boleh seperti ini. Aku harus membuatmu memaafkan aku!."


~~


Reyhan duduk termenung di taman rumahnya dan mengingat perkataan Tiara,


"Apakah kamu tau, di luaran sana jika melihat kita seperti ini akan mengira bahwa kita ada hubungan gelap. Kamu adalah orang kepercayaan Arga jadi dia tidak akan mempersulitmu. Tapi aku, dia akan melampiaskan kemarahannya padaku. Jadi tolong menjauhlah dariku.


"Apakah kamu masih ingat ... di hari kamu memutuskan ku? Kamu meninggalkanku dan menikahi gadis lain. Dan di hari kamu dan Sarah berdiri berdua di kafe tempatku bekerja?. Sejak hari itu aku memutuskan untuk melupakan semuanya."


"Tuan udara malam ini sangat dingin, pakailah mantel anda."


Dila datang dan memberikan jaket kepada Reyhan. Hal itu membuat Reyhan tersadar dari lamunannya.


"Dila, apakah menurutmu aku salah? Tiga tahun sudah berlalu. Dia sudah menjadi istri orang lain, tapi aku masih tidak bisa melupakannya."


"Tuan... Menurut saya anda adalah orang yang hidup dalam masa lalu."


"Hidup dalam masa lalu?."


"Saya tidak pernah bertemu dengan nona Tiara, tapi saya rasa dia memiliki pemikiran yang teguh. Orang seperti itu biasanya orang yang pintar. Dia tau, masa lalu tidak dapat di kejar dan hanya bisa melihat terus ke depan."


"Yang kamu katakan benar, Tiara adalah orang yang selalu melihat ke depan."


"Orang pintar seperti ini selalu tidak berperasaan hanya karena kenangan masa lalu. Kenangan masa lalu akan mereka tinggalkan, bukan hanya masa lalu saja tapi juga dengan orangnya."


"Kalau begitu aku adalah orang yang di tinggalkan?."


"Bukan, tuan hanya terus menggenggam mimpi masa lalu dan tidak bersedia untuk bangun."


"Sudahlah... Ini sudah malam. Kamu juga harus beristirahat."


"Baiklah tuan ...."


Dila pergi dengan berat hati, karena meninggalkan Reyhan yang masih melamun.


Setelah pagi menjelang Reyhan segera meluncur menuju rumah Reyna.


Dia memberikan penghormatan kepada mendiang kakaknya itu dan mengingat semua kenangan bersamanya.


"Kakak... ternyata semua sesuai prediksimu. Aku memang menyesal karena telah salah membuat keputusan."


Setelah satu jam berada disana, Reyhan akan kembali ke kantor. Tapi saat akan keluar dari rumah Reyna tiba-tiba ada seorang pelayan yang tidak sengaja menabrak dan menumpahkan air ke baju Reyhan.


Gubrak! Byurrr...!


" Maaf tuan! Maaf saya tidak sengaja."


Reyhan menyeka air yang membasahi bajunya.


"Tidak apa-apa."


"Tuan saya akan membantu mengeringkan baju anda, ini tidak akan lama tuan."


Awalnya Reyhan menolak, tapi setelah di pikir lagi hari ini dia tidak membawa baju ganti dan harus segera ke kantor. Jadi dia membiarkan pelayan tadi membantu mengeringkan bajunya. Sementara itu Reyhan menunggunya di satu ruangan di rumah itu.


__ADS_1



Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya... 🌺


__ADS_2