Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 91 - Selalu ada untuknya


__ADS_3

Suatu hari...


Reyhan sedang bermain anggar dengan penuh semangat di sebuah lapangan anggar yang terletak di pinggiran kota. Ia memasang kacamata pelindung dan memegang pedangnya dengan kuat, siap untuk melawan lawannya. Namun, tiba-tiba Arga datang dan menemuinya.


"Hey Rey, apa kabar?," sapa Arga sambil mendekati Reyhan.


Reyhan terkejut melihat Arga datang dan langsung berdiri dari posisinya. "Pak Arga. Aku baik-baik saja. Anda ingin bermain anggar?."


"Ya, tentu saja. Aku ingin melatih kemampuan bertarungku. Apa kamu ingin berlatih bersama?, " tanya Arga dengan nada sedikit tersenyum.


Reyhan mengangguk setuju dan mereka berdua bersiap untuk berlatih. Namun, setelah beberapa menit bermain, Reyhan merasa ada yang aneh dengan cara Arga bermain. Ia bermain dengan sangat agresif dan mulai memukul Reyhan dengan keras.


Reyhan mencoba mengimbangi serangan Arga, namun semakin lama semakin sulit. Reyhan merasa kesal dan bingung, ia tidak tahu mengapa Arga bermain seperti itu. Setelah beberapa menit, Reyhan akhirnya menghentikan pertandingan.


"Pak Arga, apa yang terjadi? Sepertinya anda sedang memikirkan sesuatu?," tanya Reyhan dengan nada datar, walau sebenarnya dalam hati Reyhan sedang kesal kepada Arga.


Arga menghentikan gerakannya dan menatap Reyhan dengan wajah serius. "Maaf, Rey. Aku hanya... emosi. Aku tidak bisa melupakan Tiara dan hubunganmu dengannya dan membuatku kesal." banyak pikiran.


Reyhan terdiam sejenak, merenungkan perkataan Arga. Ia mengerti perasaan Arga, namun ia tidak mengharapkan Arga yang tidak memperdulikan Tiara.


Reyhan memutuskan untuk membicarakan hubungan antara Tiara, Arga, dan dirinya dengan Arga secara langsung. Ia merasa perlu untuk mengungkapkan perasaannya terhadap sikap Arga yang sudah keterlaluan kepada Tiara.


"Pak Arga, aku ingin bicara denganmu tentang Tiara," ujar Reyhan dengan serius.


Arga mengangkat alisnya, menatap Reyhan dengan heran. "Apa yang ingin kamu bicarakan?."


Reyhan mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan.


"Anda tahu bahwa aku dan Tiara pernah berhubungan, dan aku juga tahu bahwa hubungan kita bertiga menjadi canggung setelah itu. Namun, aku hanya ingin menjelaskan jika sekarang aku dan Tiara tidak ada hubungan apa-apa lagi."


Arga terdiam sejenak sebelum berkata, "Apa maksudmu dengan membicarakan hal ini?."


"Pak Arga, aku mengerti bahwa anda dan Tiara sudah menikah. Namun, aku ingin memastikan bahwa anda tidak akan menyakiti Tiara. Aku tidak ingin menyesal karena sudah membiarkan Tiara menikah denganmu jika kamu tidak bisa membuatnya bahagia," kata Reyhan dengan tegas.

__ADS_1


Arga menatap Reyhan dengan pandangan dingin. "Aku mencintai Tiara dan akan selalu berusaha membuatnya bahagia. Kamu tidak perlu khawatir."


"Maaf Pak Arga, tapi aku rasa anda sudah menyia-nyiakan Tiara dengan sikap anda sekarang," kata Reyhan dengan tegas.


"Kamu jangan keterlaluan Rey!." jawab Arga dengan nada meninggi.


"Pak Arga harus tau, jika anda bersikap dingin kepada Tiara hanya karena kecemburuan Pak Arga terhadap hubungan kami di masa lalu itu sudah salah besar. Asal anda tau sesungguhnya Tiara tidak pernah membalas cintaku. Itu hanya cintaku yang bertepuk sebelah tangan. Jadi, tolong anda bersikap baiklah kepadanya. Jika tidak, aku hanya akan tambah menyesal sudah membiarkannya berada di sisi anda."


Arga menatap Reyhan kesal dan merasa tidak percaya dengan apa yang sudah di katakan nya, lalu menghunuskan senjata anggar ke hadapan Reyhan.


"Apa kamu pikir begitu?."


"Ya, ini anda sudah mendapatkannya, jadi aku harap anda bisa menjaganya baik-baik."


Lalu Reyhan berpamitan dan undur diri meninggalkan Arga yang mematung dengan senjata yang mengacung.


~


Di sisi lain...


Namun, saat ia tiba di rumah Tiara, ia mendapati rumah dalam keadaan sepi tanpa ada seorang pun di dalamnya. Doni mencoba memanggil-manggil Tiara, namun tidak ada jawaban.


Saat Doni mencari-cari keberadaan Tiara di rumah, ia akhirnya menemukan Tiara terbaring lemah di kamar tidurnya. Tiara terlihat sangat sakit dan memprihatinkan. Doni merasa khawatir dan langsung menghampirinya.


"Nona Tiara, apa yang terjadi? Anda kenapa?," tanya Doni dengan cemas.


Tiara menggeliat kesakitan saat mencoba untuk duduk. "Aku sakit, Doni. Sudah beberapa hari ini aku merasa tidak enak badan."


Doni segera membantu Tiara untuk duduk dan memberinya air minum. Lalu segera menghubungi Arga tapi Tiara langsung menghentikannya dan berkata,


"Jangan menghubungi siapapun."


Doni terheran, "Aku akan menghubungi Pak Arga."

__ADS_1


Tiara menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri lagi untuk yang ke sekian kali.


Lalu Doni membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Doni memberi tahu petugas medis tentang kondisi Tiara dan ia langsung dibawa ke ruang gawat darurat.


Doni merasa sangat khawatir dan gelisah, ia berharap Tiara baik-baik saja dan berdoa agar semuanya berjalan lancar.


Setelah beberapa saat menunggu, dokter akhirnya memberikan kabar bahwa Tiara telah stabil dan sedang menjalani perawatan di ruang ICU. Doni merasa lega mendengar kabar tersebut dan mengucapkan terima kasih pada dokter yang telah merawat Tiara.


Lalu Doni mengabari Reyhan tentang kondisi Tiara, dan Reyhan pun langsung bergegas menemui Tiara di rumah sakit. Ia merasa tidak sabar untuk segera mengetahui kondisi Tiara.


Awalnya Doni merasa ragu untuk melakukannya, tapi mengingat Tiara melarangnya untuk menghubungi Arga, jadi dia putuskan untuk menghubungi Reyhan.


Setelah tiba di rumah sakit, Reyhan langsung menuju ruangan di mana Tiara dirawat. Ia melihat Tiara sedang tidur dan terhubung dengan alat-alat medis. Reyhan merasa sangat sedih dan khawatir melihat kondisi Tiara yang lemah dan rapuh.


Reyhan mengambil kursi di samping tempat tidur Tiara dan memegang tangannya dengan lembut. Ia berbicara dengan suara lembut dan menghibur Tiara agar merasa tenang.


"Tiara, aku ada di sini. Kamu harus kuat dan berjuang untuk pulih kembali. Aku akan selalu berada di sampingmu dan mendukungmu selama proses penyembuhan," kata Reyhan dengan lembut.


Reyhan tetap tinggal di rumah sakit dan menemani Tiara selama berhari-hari selama masa perawatan. Ia mengurus segala keperluan Tiara dan memberinya dukungan moral agar Tiara bisa cepat sembuh.


Setelah beberapa hari , Tiara akhirnya sadar lalu membuka matanya dan melihat Reyhan berada di sampingnya.


"Reyhan...." panggil Tiara terdengar dengan suara lemah.


Reyhan terkejut selakigus bahagia karena akhirnya Tiara siuman, dia menghapus air matanya yang sedari tadina mengalirkan tidak bisa tertahan, bersedih karena melihat orang yang di cintainya menderita.


"Ya, aku di sini Tiara... Bagaimana kondisimu?."


"Sedikit lelah, tapi aku baik-baik saja. Terima kasih sudah datang dan menemaniku."


Reyhan mengencangkan genggamannya lalu menguatkan Tiara. Reyhan merasa sangat bahagia melihat kondisi Tiara yang semakin membaik dan bersyukur karena Tuhan telah memberikan kesembuhan untuk Tiara.

__ADS_1


Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Tiara akhirnya diperbolehkan pulang. Reyhan ingin mengantarkan Tiara pulang dan menemani di rumahnya selama beberapa hari selama masa pemulihan. Tapi Tiara menolak pulang dan tinggal lagi disana, dia tidak mau kembali ke tempat itu.


Akhirnya Reyhan membawanya ke sebuah apartemen baru setelah membawa beberapa barang penting milik Tiara dari rumahnya.


__ADS_2