
"Ten ten"
Suara klakson dan kendaraan berseru sahut menyahut saat berada dijalan raya,setiap kendaraan roda dua maupun empat sibuk lomba berlomba melaju dengan tujuannnya masing masing dipagi hari ini,itulah yang Mario lihat saat ini karena iya sudah didalam taxy online.
Taxy melaju kencang menuju hotel berbintang tempat iya bekerja,Mario sudah tidak sabar sampai kesana karena hari ini hari pertama iya kerja dihotel tersebut.
Beberapa menit kemudian Mario turun dari dalam taxy dan berjalan masuk kedalam pintu utama hotel,kaki Mario melewati loby serta ruang reception.
"Mbak boleh saya tanya,saya karyawan baru bagian office boy,saya kagak tau dimana ruangan kerja saya" Tanya Mario kepada receptionis hotel.
"Ow gitu, kamu terus lewati ruangan ibu Sarah lalu terus mentok nah disitu ruangan kamu, entar ada tulisannya deh diatas pintu" Balas wanita manis berkulit sawo matang tersebut.
"Terima kasih mbak".Tukas Mario dengan rasa semangat,Mario juga melihat badname didada wanita tersebut namanya Anggi.
Kini Mario mengikuti instruksi Anggi tadi dan benar saja itu memang ruangan khusus bagian bersih bersih.Tangan Mario langsung mengambil peralatan sapu dan kemoceng.
"Mario".Suara pria dari luar ruangan ini terdengar memanggil namanya,membuat Mario berjalan kearah pintu ruangan.
"Kamu bersihkan kamar 103 ya".Titah Deddy yang ternyata memperhatik Mario waktu berjalan diloby hotel.
"Baik saya akan kesana,tapi saya kurang tau kamar itu arahnya kemana ya?"Tanya Mario dengan bingung dan tersenyum kepada Deddy.
"Dari sini kamu belok kiri disitu ada pintu kamar kamu cek satu satu nomor kamar,pasti kamu dapat kamar nomor 103".Jawab Deddy dengan panjang lebar.
"Oh gitu,makasih ya".Kata Mario langsung bergegas meninggalkan Deddy yang berdiri matung didepan ruangan kerja.
"Feminim banget jalan sih Mario,ah mungkin bawaan lahir kali" Gumam Deddy berdecak mulut heran.
Disisi lain kaki Mario berjalan terus dan memeriksa pintu kamar dengan nomor yang iya maksud.
"Eugh mas"
__ADS_1
Langkah Mario terhenti saat melintas disebuah kamar yang tertutup rapat dan melihat nomor kamar 69,Mario mendengar suara wanita yang aneh dikupingnya,dengan rasa penasaran iya lengketkan lagi telinganya didaun pintu.
"Eugh cepetan".Suara manja serta sexy terdengar jelas dibalik kamar ini,sepertinya Mario mengerti apa yang terjadi didalam sana.Kini bibir Mario tersenyum membayangkan wanita itu memang lagi main kuda kudaan.
"Mati mama kau !".Mario terkejut latah karena sebuah tangan memegang bahu kirinya, lalu Mario membalikan badan melihat siapa yang memegang bahunya.
"Kamu ngapai disitu Mario?".Ternyata Dana yang mengejutkan Mario,syukur saja tidak ada yang mendengar suara latah Mario tadi termaksud manusia yang ada didalam kamar nomor 69.
"Kamu buat aku terkejut aja,syukur aku enggak mati kena serangan jantung" Kata Mario lalu berdiri mengelus dadanya disertai jantung yang berdetak kencang sekali.
"Mario lain kali kamu enggak boleh ngintip gitu,syukur aku yang lihat kalau manejer yang lihat atau yang lain kamu bisa dipecat".Kata Dana dengan wajah yang serius membuat Mario tercengang dan takut.
"Maaf,Mario enggak ngintip cuma dengarin aja kok, suwer Dan" Kata Mario,lalu tanggannya angkat jari manis dan tengah.
"Sama aja itu kawan,kalau kamu dengar atau lihat yang aneh cukup cuek dan pura pura tidak tau,payah man ini privasi pelanggan, kamu pahamkan".Kata Dana panjang lebar serta menarik lengan Mario menuju lorong kamar dan menjauh dari kamar nomor 69.
"Ini kamar yang mau dibersihkan".Kata Dana dengan tangan membuka kamar nomor 103.
"Ya udah aku enggak akan bilang siapa siapa ini rahasia kita,kalau gitu aku kerjai yang lain dulu ya".Jawab Pria tersebut lalu tanpa bicara berjalan pergi meninggalkan Mario.
"Hampir aja aku dipecat,lain kali aku hati hati huh" Gumam Mario bernafas lega dan melaksanakan tugasnya.
Disisi lain Dana yang lagi ngumpul diruangan kerja bersama Deddy, ada juga satu orang karyawan wanita yang duduk menikmati sarapan paginya.
"Ini punya Aku,uh beli sana" Ucap wanita yang berbadan gemuk dia adalah Nova karyawan paling gemuk dan tukang makan.Nova kesal karena keripiknya diambil Dana begitu saja tanpa izin.
"Baru satu aku ambil udah marah,pelit kamu"Sahut Dana yang mengambil tempat duduk disebelah Deddy sambil mengunyah keripik curiannya.
"Eh...,karyawan baru itu lucu juga ya,kayak ada lentik lentiknya" Ucap Nova sambil mengunyah makanan tiada hentinya,apa yang iya makan harus habis dengan hitungan beberapa menit.
"Kalau itu enggak usah heran,lah tadi aku sewaktu lewat kamar nomor 69,eh ketahuan ngintip tuh anak" Sahut Dana dengan panjang lebar sambil tersenyum.
__ADS_1
"Maksud kamu Mario?" Tanya Deddy yang jadi tertarik untuk bicara dan berwajah serius.
"Siapa lagi kalau bukan dia,wajahnya pucat saat aku mergoki dia didepan kamar 69, syukur enggak aku tendang bokongnya habisnya dia nungging gitu man".Tandas Dana dengan sumringah.
"Gawat juga tuh anak enggak nyangka aku, jalan kemayu kayak bebek tukang ngintip,parah tuh anak" Sambung Deddy dengan geleng kepala.
"Udah udah kerja sana,malah gosipin anak orang". Sahut Nova berdiri dari duduk dan berjalan menuju pintu ruangan.
"Ndut ndut,badan kayak kingkong perasaan suci kamu" Tukas Dana dengan wajah kesal.
Nova tidak perduli dengan ejekan Dana karena sudah terbiasa iya dengar,bukan mulut dari Dana saja iya menerima cercaan itu,bahkan satu karyawan hotel ini menyebutnya gendut atau terkadang kingkong.
"Ssst..,ada janda bolong lewat,ayo kerja" Ucap Nova dengan nada ketakutan saat berada diluar pintu ruangan kerja.
Tanpa suara atau obrolan lagi Deddy dan Dana pura pura mengambil kerjaannya masing masing,sedangkan Nova berjalan kearah dapur hotel karena dia bagian dapur.
Dana melirik seorang wanita cantik dan berkaki ramping mengenakan rok panjang sepaha melintas diruangan mereka,wanita itu adalah Sarah yang mereka juluki Janda bolong.
"Apa kalian lihat Mario?". Tanya Sarah yang sudah berdiri didepan ruangan kerja Dana dan Deddy.
"Lagi bersihkan kamar satu 103 Bu".Jawab Dana melontarkan senyuman manis.
"Laris juga Mario dicariin janda itu,kamu ingat Jaka". Kata Deddy yang sudah melihat Sarah pergi dari tempat mereka.
"Ya ingatlah,kasihan tuh anak perjakanya hilang gara gara dia Haahha". Sambung Dana dengan tertawa lepas.
Jaka adalah karyawan hotel yang tergoda dengan kecantikan Sarah,banyak karyawan hotel yang selalu memergoki Jaka dan Sarah keluar secara bergantian dikamar hotel yang tidak disewa pelanggan,gosip mereka sudah membuming diseluruh karyawan hotel tersebut tetapi tidak ada yang menegur pasangan itu,mungkin karena Sarah manager hotel, pemuda yang bernama Jaka tidak masuk hari ini karena memang sudah jatah liburnya.
Sarah memang wanita penggoda tak heran sebagian karyawan pria hotel menaruh hati padanya,Sarah keturunan prancis dipadu ibunya bersuku jawa pantas saja dia mempunyai wajah yang sexy nan cantik jelita.
Bersambung*
__ADS_1