
Hari demi hari Mario mengikuti kemauan Jimmy,Pria ini membelikan beberapa suplemen dan vitamain untuk mengekarkan otot otot Mario yang kendur dan layu,Tampaknya Jimmy tidak main main merubah total fisik Mario dan sifat feminim Mario.
Kini Mereka berdua ada dihalaman Villa.
"Ayo jalan yang gagah,jangan lenggok kek gitu,cepat !" Titah Jimmy yang sudah capek menyuruh Mario Berjalan seperti Pria unumnya.
"Mario akan berusaha keras bang" Kata Mario dengan berjalan macho tanpa melenggokan bokongnya.
"Nah gitu,ahhah.. kamu sudah keren,ayo sepeti itu" Tukas Jimmy dengan senang saat melihat Mario berjalan dengan layaknya seorang Pria.
"Lihat sayang adik kamu sudah hampir macho" Kata Jimmy saat Rena datang sehabis dari dapur.
"Wah kamu memang idolaku,lihat Mario udah asli sepenuhnya jadi laki laki sejati" Balas Rena dengan rasa kagum melihat Mario berjalan macho.
"Bang Mario udah capek muter muter kek scuter dihalaman ini" Mario langsung berjalan macho mendekati Jimmy dan Rena dibalkon terasa depan.
"Ya sudah kamu istirahat dulu" Jawab Jimmy sembari menyeruput kopi yang disediakan Rena.
Mario mengambil duduk dengan lipat kaki membuat Jimmy kesal karena iya sudah capek merubah Mario.
"Lihat tuh kebiasaanya itu yang harus kamu perhatikan" Bisik Rena kepada Jimmy.
"Mario kamu duduk seperti abang,jangan lipat kaki gitu,yang macho dikit dong" Tita Jimmy sembari mengkerutkan dahi.
"Iya iya bang" Mario merenggangkan kakinya saat duduk dan mengikuti gaya Jimmy.
"Gaya bicara kamu tegas dikit,jangan lembek kayak gitu,abang enggak mau ya besok harus kamu rubah semuanya,besok hari terakhir kamu abang ajari"
"Siap bos" Kata Mario dengan suara baritonnya baru ini iya mengeluarkan suara khas seorang Pria.
"Nah gitu,udah sebulan kamu angkat barbel coba kasih tau mbak kamu" Senyum
"Mana Mario apa kamu udah punya roti sobek diperut?" Tanya Rena.
Mario membuka bajunya ingin pamer juga kepada Rena,lalu mata Rena tidak berkedip melihat otot Mario yang sudah hampir bengkak sempurna,delapan bulatan diperut Mario yang sudah hampir terlihat.
"Itu belum jadi Rena,tapi udah bisa terlihat macho" Kata Jimmy.
"Tapi ini belum bisa seperti Abang" jawab Mario.
__ADS_1
"Eits kamu enggak boleh ngikuti semua cara abang kamu,soal dia juga buaya" Kata Rena yang sembari melirik Jimmy.
"Eh Sayang aku enggak ada ngajari dia untuk jadi badboy,aku cuma merubah fisiknya" Sangkal Jimmy.
"Mbak ini soudzon aja" Sambung Mario dengan tersenyum.
"Soalnya abang kamu banyak ceweknya,kamu kalau diajak macam macam jangan mau ya" Kata Rena berniat menggoda Jimmy.
"Sayang kamu mau cari perkara baru ya?" Kata Jimmy dengan tersenyum nakal.
"Mario kamar mandi dulu ya mbak,mau mandi juga udah gerah" Kata Mario langsung menapakkan kaki kearah kamar pribadinya.
Obrolan mereka terhenti setelah Mario masuk kedalam kamarnya,Kini Rena dan Jimmy berjalan masuk kedalam kamar setelah menutup pintu utama rumah.
Jarum jam terus berputar menunjukkan angka enam,matahari mulai menurun tampak kalau hari mulai senja. Terlihat Mario yang sudah keluar dari pintu kamar dan bersiap siap untuk pergi.
Tok tok tok
Mario mengetuk pintu kamar Rena dan Jimmy sembari memakai baju olah raganya.
"Bang,mbak" Kata Mario yang tidak sabar untuk dibukakan pintu.
"Mario tunggu didepan ya,Abang mau ganti pakaian dulu" Kata Jimmy yang membuka pintu setengah untuk bicara dengan Mario.
"Oh ya sudah kalau gitu,Mario tunggu didepan,Bang" Jawab Mario sembari meninggalkan ruang tamu dan menapakkan kaki diteras depan Villa.
Mario bernafas panjang sebenarnya tadi iya melihat Rena yang terbaring dikamar dengan tubuh tertutup selimut,walau Jimmy membuka pintu sedikit tetapi celah pintu masih bisa dilihat Mario sedikit,mungkin mereka tadi baru melakukan hal yang enak enak,tetapi Mario acuh dengan perlakuan Mereka karena tidak mau mencampuri urusan pasangan yang belum halal tersebut.
"Kamu kok bengong gitu?" Tanya Jimmy sembari memegang bahu Mario.
"Astaghfirullah abang ngageti aja,datang tiba tiba" Balas Mario dengan terkejut.
"Habisnya kamu melamun gitu,apa kamu belum move on juga hah !" Kata Jimmy dengan wajah seram.
"Ye abang,enggaklah Mario udah enggak mikirin itu lagi,ayo bang entar kita telat angkat barbelnya" Ucap Mario sembari berjalan kearah mobil Jimmy.
"Mmm...Bagus" Gumam Jimmy yang sudah menapakkan kaki kearah mobilnya.
Mereka berdua masuk kedalam mobil,lalu Jimmy memutar kunci kontak mobil dan menekan pedal gas lalu mobil melaju meninggalkan Villa tersebut.
__ADS_1
beberapa saat kemudian mobil Jimmy sudah terparkir didepan tempat fitnes itu,lalu mereka berdua turun dari mobil dan masuk ketempat tersebut. Mario sudah mulai pamer dengan tubuh kekarnya walau belum sempurna, dia tidak malu lagi kepada orang orang ditempat fitnes tersebut.
"Nih angkat yang ini" Titah Jimmy saat menyuruh Mario mengangkat barbel
"Wah ini berapa beratnya bang?" Tanya Mario yang menelan salivanya berkali kali.
"Dua puluh kilo gram,kau sudah bukan pemula,ayo cepat angkat jangan banyak omong lagi" Titah Jimmy sembari tolak pinggang.
"Baik bang"
Mario mulai angkat barbel tersebut dengan berbaring dibantu Jimmy sebentar,iya penuh semangat dan tidak mau mengecewakan Jimmy yang sudah melatihnya sekian rupa,Jimmy itu orang lain tapi kenapa dia mau memperhatikan Mario?,mungkin karena Rena atau memang Jimmy sudah anggap Mario sebagai adiknya.
"Ayo jangan menyerah Mario,angkat lagi ayo,siap ini kamu minum supelemen" Kata Jimmy dengan penuh semangat Melihat Mario dengan tangan gemetar angkat barbel seberat dua pulih kilo gram kanan dan kiri.
Keringat terus bercucuran dikulit putih Mario yang sudah mulai terbiasa angkat barbel itu,kini Jimmy menambah beratnya lagi supaya otot Mario kencang sempurna.
"Puk puk"
Jimmy memukul otot lengan Mario yang mulai mengencang dan berisi,Jimmy tersenyum puas dan menyuruh Mario istirahat sekelak.
"Mario tidak boleh dipaksakan,kamu istirahat dulu,minum ini" Jimmy menyerahkan vitamin dan suplemen penunjang otot.
"Siap Bos" Mario berdiri dari duduk dan mengikuti kemauan Jimmy,Lalu Pemuda ini berdiri didepan cermin dengan rasa kagum melihat tubuhnya yang mulai kekar.
"Tinggi kamu berapa?,kok abang kalah" Kata Jimmy yang berdiri disamping Mario saat dihadapan cermin besar.
"180 Bang,kek nya lebih dikit" Jawab Mario sembari menyeka keringat yang ada dileher.
"Pantas saja,abang 175 ahahaha" Kata Jimmy sembari tertawa renyah.
"Mario kamu harus ingat kalau sudah merubah semua kamu taklukan wanita,jangan baperan lagi anggap saja wanita tempat persinggahan"
"Yee abang mau ngajari Mario jadi badboy ya,nanti mbak Rena ngamuk lho"
"Alah mbak kamu tidak akan tau,ini urusan kita,urusan laki laki, satu lagi kamu harus tegas jangan lembek dan kalau lembek wanita akan sesuka hatinya padamu,bukan berarti kamu harus kasar ya"
"Iya iya bang,udah ceramahnya?"
"Mmmm,Ok,sekarang ayo kita angkat lagi" Kata Jimmy sembari berjalan mendekati barbel dan bambel.
__ADS_1
Bersambung*