
"Ibu..."
Gumam Mario saat mendengar omelan Rena,wanita berumur dua puluh delapan tahun tersebut melihatnya menitikan air mata,dia melihat mata Mario yang menyimpan raut kesedihan dan penyesalan.
"Masuk,ngapai kau berdiri matung didepan pintu" Tukas Rena lalu membuka pintu lebar lebar untuk Mario.
Tangan Mario mengusap air mata dan melangkahkan kaki kedalam rumah,Mario melihat sekeliling ruang tamu rumah Rena didepan ada televisi berukuran dua puluh satu inch,serta diatasnya terletak poto Rena dengan ukuran jumbo,tanpa kata Mario duduk disofa sederhana punya Rena.
"Ngapai kau lihati terus rumahku?,pasti kau heran kenapa rumahku kecil" Sungut Rena yang baru saja datang membawa air putih.
"Eng-engak mbak".Jawab Mario sambil geleng kepala melihat wajah datar Rena yang menatapnya terus dan mengambil tempat duduk disamping kiri Mario.
"Aku udah miskin,suamiku udah ceraikan aku, katanya aku mandul enggak bisa punya keturunan,suami bejat" Cerita Rena sembari menaruh wajah yang penuh kebencian dan dendam kesumat.
"Jadi suami mbak kemana?".Tanya Mario memberanikan diri saat melihat wajah mbak Rena yang terlihat sangar,padahal dahulu Rena wanita riang yang suka menebar senyuman pada semua orang.
"Udah lari sama pelakor sinting itu, udahlah enggak penting bahas masa lalu,ini cuma ada air putih aku enggak ada teh".Tukas Rena dengan mata melihat segelas air putih yang terletak diatas Meja.
"Ini juga udah enak mbak".Sahut Mario dengan mengambil gelas tersebut dan minum seteguk.
"Mbak disini banyak lowongan kerja?"Tanya Mario saat meletakkan gelas diatas meja.Rena melihat Mario dengan alis yang mengkerut, buat Mario jadi gugup dan kikuk sepupunya yang iya kenal memang berubah drastis sikapnya.
"Mau kerja apa kamu disini?,mau jadi wanita jadian lagi hah?,Maaf maaf aja ya aku enggak mau menerima kamu disini".Tukas Rena dengan berterus terang, setiap kata kata Rena dari tadi membuat Mario kesal menusuk hati teramat pedas ditelinga,tetapi Mario telan bulat bulat kata kata yang tidak enak didengar itu,Mario cukup mengelus dada dan coba mengerti.
"Aku mau kerja mbak, kalau ada...ada"Mario ragu bicara soal menikah kepada Rena takut kalau kata katanya menyakitkan lagi.
"Ada apa hah?,katakan saja kok bingung kamu".Sambung Rena dengan wajah penasaran dan mengkerutkan alis.
__ADS_1
"Kalau ada jodoh mbak, aku kesini mau cari uang banyak sama jodoh mbak".Sambung Mario dengan kecemasan menundukkan kepala setelah bicara seperti itu,Rena terdiam saja memperhatikan Mario yang duduk manis.
"Hahahahahah".Tiba tiba Rena tertawa terbahak bahak sembari melihati Mario,Pemuda ini jadi bingung tidak ada kata yang lucu kenapa wanita berambut pirang itu tertawa lepas,padahal tadi wajahnya datar tanpa expresi apapun.
"Mbak kok ketawa?, hehe..".Tanya Mario dengan cengengesan dan senyum terpaksa,sementara Rena masih saja tertawa dengan lengan kanan memegangi perut mungkin karena geli sekali.
"Ngaca kau mario,dudukmu itu aja feminim banget, lihat rambutmu yang sebahu,apa mau cewek dekat kamu,ada ada aja kamu Hahaha"
Mario tarik diri dan menyadari cara duduknya yang masih terbawa seperti wanita,Mario merapatkan kedua paha selayaknya memakai rok,padahal iya memakai celana,iya bisa saja merenggangkan pahanya sedikit seperti duduk layaknya pria sejati.
Perkataan Rena membuat nyali Mario turun tapi saat mengingat wajah Tiny yang berkorban,Mario tidak akan patah semangat untuk mencapai tujuan hidupnya.
"Ya udah aku mau bekerja dulu, kalau kamu lapar ada nasi sama lauk dimeja makan belakang" Kata Rena dengan berdiri dari duduk.
" Ya mbak,mbak kerja apa?".Tanya Mario penasaran saat Rena berdiri dari duduknya.
"Kamu enggak perlu tau aku kerja apa,oh iya entar aku tanya teman kerja siapa tau ada lowongan buatmu".Jawab Rena lalu berjalan kearah kamar pribadinya.
"Panas juga disini".Kata Mario dengan duduk diranjang yang empuk,tangan Mario mengelus ranjang tersebut dengan rasa nyaman dan enak, karena baru ini iya merasakan tempat tidur springbed yang empuk.Lalu iya berbaring diatas kasur empuk tersebut untuk mengendurkan otot otot tegangnya sehabis perjalanan jauh.
"Waduh lupa ngabari Tiny kalau aku udah sampai dengan selamat" Ujar Mario langsung duduk diatas ranjang.
"Gawat aku lupa kalau tadi dirampok, gimana mau vidio call sama Tiny,kalau pinjam handphone mbak Rena sama aja nomor Tiny enggak ada,oh Ya Allah sial betul" Gumam Mario dengan tangan memijat kepala.
"Mario ...".Suara Rena terdengar menggema diruang makan,cepat cepat Mario membuka pintu kamar,mata Mario melihat cara berpakaian Rena dari atas bawah.
"Mbak mau kerja?".Tanya Mario Heran saat Rena sedang berdiri dihadapannya.
__ADS_1
"Iya ini udah mau maghrib,kamu kunci semua rumah waktu mbak enggak ada,ya udah aku buru buru" Tukas Rena lalu berjalan kearah pintu utama.
"Mbak Rena kerja apaan,bajunya kayak mau jual diri,seharusnya pakai seragam batik atau apalah, ah udahlah enggak urusanku"
Lalu tangan Mario membuka tudung saji diatas meja dan melihat beberapa lauk pauk,tanpa jeda lagi tangan Mario langsung ambil piring dan memenuhi isi piring karena memang iya sudah sangat lapar.
"Mawar jangan lupa kunci pintu nak,ibu mau jualan dulu"
Saat makan Mario mendengar suara wanita paruh baya dari bilik sebelah rumah,Mario tidak perduli dan melanjutkan lagi mengisi perutnya.
"Bruuk"
"Mama kau mati !,eh apa sih itu".Mario tersentak kaget saat mendengar benda jatuh diruang dapur.Tanpa minum Mario menuju kearah dapur dan melihat sapu sudah tidur diatas lantai,lalu mata Mario melihat seekor kucing Anggora berwarna abu abu.
"Dasar kucing sialan,kau buat aku kena serangan jantung ya" Ujar Mario dengan kesal saat melihat kucing berbulu tebal itu sedang diatas lemari.
"Ngaong"
Suara kucing itu manja terdengar dia kini hendak melompat kearah Mario,kucing itu langsung turun menimpa dada Mario dengan tangan langsung iya menangkapnya.
"Mpus ....mpus..Bela dimana kau sayang"
Suara wanita muda dibalik rumah ini sedang sibuk mencari kucingnya,Mario mengerti dan langsung membuka pintu dapur.Wanita muda berbadan bohay disertai rambut hitam panjang sedada dengan mata bulat seperti barbie.
"Mbak ini apa kucing kamu?".Kata Mario saat melihat wanita muda dan cantik itu mencari sesuatu kesemak semak pohon belakang rumah,kini dia menoleh dan tersenyum ramah berjalan kehadapan Mario.
"Bela kamu melalak saja ya,maaf bang ini memang kucingku dia nakal banget"
__ADS_1
Wanita itu mengambil kucing dari tangan Mario,kulit mereka sedikit bersentuhan membuat Mario tersenyum saat menyerahkan kucing wanita bohay tersebut.
Bersambung*