KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 49


__ADS_3

Hari berganti hari Desy dan Mario sudah sangat akrab,mereka tidak bisa dipisahkan lagi rasa mereka semakin dalam, apalagi pasangan ini sudah berada diparkiran apartemen Desy. Mario begitu heran saat melihat sepeda motor besar terparkir disamping mobil kepunyaan Desy.


"Kita naik ini?" Tanya Mario heran saat Desy menyeka tempat duduk sepeda motor tersebut. Mario menelan ludah takut membawa motoGP milik Desy Pemuda ini belum pernah mengendarai motor sebesar ini.


"Kau bisa mengendarai ini?" Tanya Desy dengan tersenyum manis sembari lengannya mengeluarkan kunci sepeda motor tersebut didalam saku celananya.


"Aku tidak bisa Des,aku biasanya memakai matic" Balas Mario dengan garuk kepala.


"Ayo naik" Kata Desy lagi yang sudah duduk diatas sepeda motor tersebut,Mario sangat malu karena tidak bisa mengendari motor tersebut,sebagai seorang lelaki seharusnya iya yang membawa Desy berkeliling kota dengan itu.


Mario naik dibangku tumpangan sepeda motor,bokongnya merasa sakit karena bangku tumpangan itu kecil,Desy memutar kunci kontak dan menghidupkan motornya.


"Brum brum brum"


Desy seperti laki laki membawa motor tersebut,lalu lengan gadis ini menarik kedua lengan Mario dan melingkarkan dipinggul ramping Desy seraya memberi kode motor akan melaju kencang.


"Glek"


Mario menelan ludah takut saat Desy ngebut saja dijalan raya besar,Gadis ini sangat lincah membawa motor dengan tikungan tajam dilahap secara perincian yang iya taksir didalam pikirannya.


"Sayang pelan pelan,kita belum menikah"Tukas Mario ditelinga Desy,Kedua lengan Mario memeluk erat sekali pinggul ramping Desy.


"Kamu tenang saja aku sudah terbiasa membalap" Balas Desy sembari tersenyum dan menekan gas motor sampai kilometernya berputar habis kebawah,mereka seperti terbang karena melawan angin,itu terlihat dari rambut Mario yang sudah acak acakan.


"Ckitttt"


Desy menginjak pedal Rem membuat ujung motor naik setengah dengan Mario yang duduk dibangku tumpangan,Mario memejamkan mata karena takut sekali.


"Plok plok plok"


Tepuk tangan riuh saat sepeda motor Desy sudah berhenti didepan para sahabatnya,Yuda dan Rendy juga Beno yang ternyata lebih dulu datang ditempat nongkrong mereka disebuah ruko yang tidak berpenghuni,Gadis ini sudah berjanji ingin memperkenalkan Mario pada ketiga sahabatnya itu.


"Masih seperti yang dulu,kamu masih hebat Des" Ucap Beno dengan rasa kagum sekali.


"Bisa aja kau Ben, oh iya ini pacar Aku namanya Mario, Sayang ini ketiga teman aku"


Sahut Desy dengan tersenyum manis.


"Aku Beno"


"Aku Rendy"

__ADS_1


"Yuda"


"Saya Mario" Mereka semua berjabat tangan kepada Mario dan melontarkan senyum.


"Sekarang kalian udah kenalan,ayo kita nongkrong dikafe biasa" Kata Desy.


"Siapa yang teraktir?" Tanya Beno.


"Udah tenang aja aku yang traktir" Sambung Desy sembari menggengam jemari kanan Mario.


"Ayo Sayang" Kata Desy lagi sembari berjalan membawa Mario untuk naik keatas sepeda motor.


Yuda menyenggol lengan Beno karena memperhatikan jalan Mario yang sedikit melenggok,Rendy juga memperhatikan itu dan berfikir aneh.


"Kok jalannya kayak bebek gitu?,wajahnya ganteng sih" Tukas Rendy heran sekali.


"Itu bukan kayak bebek tapi gemulai macam" Yuda tidak melanjutkan lagi perkataannya karena Beno dan Rendy pasti berfikiran sama dengan Yuda.


"Apa Desy enggak salah pilih?" Kata Beno sembari naik keatas sepeda motor miliknya.


"Tapi Desy sangat mencintai orang itu,sudah biarkan saja itu pilihan Desy" Sambung Yuda yang sudah naik keatas sepeda motor miliknya.


"Desy,apa pacarmu tidak bisa membawa sihitam itu,kenapa kau yang membawanya?" Tanya Yuda saat diperjalanan sembari memutar gas sepeda motor.


"Ah hal enggak penting kau bahas,diam saja sudah,Ayo cepat" Desy mengebut dan meninggalkan ketiga sahabatnya itu,sementara Mario sedikit malu dengan pertanyaan Yuda tadi dan pertanyaan itu membuat harga dirinya jatuh.


Dari kejauhan Mario melihat kebelakang ketiga Pemuda itu tertawa dan mengobrol entah apa yang mereka ceritakan,apalagi mata ketiga Pria itu mengarah kewajah Mario dan pemuda ini jadi yakin kalau mereka bertiga menceritakan dirinya.


Tidak berapa lama sepeda motor Desy sudah berhenti didepan sebuah kafe resto dan disusul ketiga sahabatnya itu,Mario dan Desy berjalan masuk kedalam kafe itu sementara dibelakang ketiga sahabat Desy terus saja memperhatikan langkah kaki Mario yang melenggokkan pinggul sedikit.


"Mereka bertiga kenapa ya?,senyum senyum memperhatikanku" Batin Mario dengan berfikir aneh sekali.


"Pesan saja aku yang bayar" Titah Desy saat melihat buku Menu dan Desy sudah duduk disebelah Mario.


"Asyik kita ditraktir men" Kata Yuda langsung semangat memesan ini itu didalam buku menu yang disediakan seorang pelayan kafe tersebut.


Mereke bertiga kelihatan akrab memesan makanan yang sama sedangkan Desy masih memilih makanan bersama Mario. Terlihat Yuda melirik gaya duduk lipat kaki Mario dan pura pura acuh padahal dihati Yuda sangat penasaran siapa Mario sebenarnya.


"Sayang kamu diam aja dari tadi,kamu mau pesan apa?" Tanya Desy sembari memperlihatkan buku menu dihadapan Mario.


"Aku ikut saja apa yang kamu pesan" Jawab Mario dengan melontarkan senyum.

__ADS_1


Ketiga pemuda itu jadi tersenyum aneh dan sekali kali melirik kemesraan Desy dan Mario,Mario melirik juga memperhatikan logat mereka yang seperti mencerca dirinya,walau bukan ucapan tetapi kelakuan mereka bertiga sudah bisa diterka Mario.


"Teringatnya kamu kerja apa Mario" Tanya Yuda yang duduk disamping Rendy.


"Bagian bersih bersih dihotel" Jawab Mario dengan polos sekali dan tersenyum.


Mereka terkejut dengan jawaban Mario yang tanpa malu malu menunjukkan kalau Mario bukan anak orang berada,sedangkan mereka bertiga hidup dengan saling berkecukupan.


"Muka kalian kok gitu dengar pekerjaan pacar aku" Kata Desy memperhatikan raut satu persatu sahabatnya itu.


"Enggak kami kagum aja sama cowok kamu Des,sedangkan kami pengangguran" Jawab Yuda dengan spontan takut kalau Desy marah.


"Pengangguran dari hongkong,sowrum motor kamu dikemanain" Jawab Desy karena tau Yuda mempunyai sowrum sepeda motor.


"Iya nih belaga miskin" Sambung Beno sembari mentoyong kepala Yuda.


"Jangan main kepala huh" Dengus Yuda tidak terima kepalanya ditoyong Beno.


"Seerr"


Ada darah mengalir cepat didalam jantung Mario mendengar kata miskin,Pemuda ini sangat berkecil hati dihadapan ketiga sahabat pacarnya itu,tetapi Mario tidak mengambil hati tatapan aneh dan ucapan aneh diantara ketiga pemuda tersebut.


"Sayang kok kamu diam terus,ngomong sama ketiga buaya ini" kata Desy melihat wajah Mario yang bengong.


"Sariawan kali Des" Sambung Yuda sembari tersenyum lebar.


"Enggak lagi sariawan kok,aku bingung mau bicara dari mana" Kata Mario dengan mengkerutkan dahi.


"Entar malam ajak dong pacar kamu dugem bareng sama kami" Kata Beno.


"Dia tidak suka dugem,kau jangan jadi iblis ya" Jawab Desy dengan mengerutkan dahi.


"Masa sih cowok enggak suka dugem" Sambung Rendy dengan melihat Mario dengan tatapan aneh.


"Mario kamu taukan dugem itu apa?" Tanya Yuda dengan nada heran.


"Mario tau dugem itu apa,tapi memang tidak suka ketempat itu,tidak bagus ketempat itu" Jawab Mario dengan polos.


Ketiga pemuda ini saling pandang dengan jawaban Mario,Sedangkan Desy bangga karena ada ustad ditengah tengah mereka bertiga.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2