KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 62


__ADS_3

Air mata secara bergantian menetes dikedua pipi gadis ini dengan rasa pilu yang iya derita,gadis ini sudah berputus asa memikirkan nasib percintaannya dengan Mario,dikamar sepi bisu ini dia menatap kosong kearah jendela.


Desy ingin kabur sekarang juga tetapi tidak bisa karena penjagaan sangat ketat diluar rumah,sudah dua kali iya mencoba kabur tetapi ada saja halangannya,Norma sering memeriksa setiap jam pergerakan Desy membuat iya tidak bisa berkutik lagi.


"Tok tok tok"


Mendengar suara ketukan dari kamarnya gadis ini langsung berjalan naik keatas tempat tidur,iya usap air matanya dan menarik selimut berpura pura tidur karena enggan berbicara kepada semua penghuni rumah ini.


Desy mendengar langkah kaki masuk kedalam kamarnya cepat cepat iya pejamkan mata,gadis ini tidak tau siapa yang masuk kedalam kamar karena iya sudah memejamkan mata. "Des" Suara bariton seorang Pria yang berdiri ditepi ranjang.


"Ngapai sih Bang Ikhsan terus ganggu aku,ah malas tau" Batin Desy sembari tidak perduli dengan panggilan suara Ikhsan.


"Woi duduk woi,apa mau kucungkil matamu yang merem itu?" Tandas Ikhsan sembari mentuil tuil jempol kaki Desy.


"Apa'an sih Abang..orang mau tidur ganggu aja" Sebal Desy sembari duduk dari tidurnya.


"Abang ada cerita nih kamu mau dengar?"


"Enggak...Desy malas bicara sama siapapun hari ini"


"Oh ya sudah kalau enggak mau dengar,entar kalau cowok kamu tanya abang bilang aja kamu enggak mau lagi ketemu dia" Sambung Ikhsan sembari berjalan kearah pintu kamar.


"Bang ....tunggu" Mendengar kata cowok Desy langsung tertarik untuk mengobrol bersama Ikhsan.


"Mending keluar dari pada enggak mau diajak bicara" Tukas Ikhsan sembari menekan knop pintu karena iya pura pura tidak mendengar ucapan Desy,Ikhsan sengaja menggoda Desy supaya adiknya ini menjadi kesal dan penasaran.


"Ih dibilangin tunggu malah mau keluar,abang enggak boleh keluar sebelum abang jelaskan perkataan abang tadi".


"Tapi katanya malas bicara?,kok sekarang ingin ngobrol ya".


"Banyak kali kerak gigimu bang" Decak Desy sembari menarik tangan Ikhsan tidak boleh keluar dari kamarnya.


"Nah sekarang abang duduk kita bicara"Kata Desy lagi sembari mendudukan Ikhsan diatas sofa.


"Maksa kali ya,ahahaha" Kata Ikhsan sembari geleng kepala,padahal tadi wajah Desy kusam dan kusut mendengar kata cowok iya menjadi semangat untuk mengobrol dengan Ikhsan.


"Abang tadi bilang kalau cowok Desy tanya,mmmm...apa maksud abang itu?" Tanya Desy dengan memicingkan mata untuk mensugesti Ikhsan.

__ADS_1


"Tadi abang bertemu dengan dia dimasjid"


"Lalu?"


"Ya abang kasihan sih sama dia,lihat wajahnya kasihan kek frustasi gitu,jadi abang ajak dia makan lalu kami ngobrol,dia bilang ingin ketemu sama kamu Des"


"Jadi abang kok bisa pula berteman ama dia?,padahal abang katanya enggak suka"


"Udahalah jangan dibahas yang itu,kan udah Abang bilang lihat dia kasihan"


"Abang bisa enggak bantu Desy ketemu sama dia?,kali ini aja bang Desy mau bicara penting ama dia"


"Abang takut ketauan Papa kalau bantu kamu,emoh ah"


"Ish kan,abang kok gitu sih,ayolah bang" Desy kini mengambil duduk disebelah Ikhsan sembari lengannya mengguncang paha Ikhsan dan berusaha merayu saudaranya itu,padahal mereka selama ini kurang akrab.


"Ya sudah biar abang atur waktunya,sekarang dia menginap dihotel tadi Abang yang antar dia" Ikhsan tidak tega melihat wajah Desy yang memohon untuk membantunya.


"Kali ini aja ya" Tukas Ikhsan lagi sembari beranjak dari duduknya.


"Sekarang kita perginya bang?" Tanya Desy dengan tersenyum lebar.


"Ma Ikhsan ajak Desy dulu ya temani kesowrum mau doorsmeer mobil ma" Dia sudah berdiri didekat meja makan.


"Enggak biasanya kamu ajak Desy keluar" Norma lagi memotong sayuran untuk makan malam dibantu asisten rumah tangga.


"Kasihan dia ma dari pulang ampek sekarang enggak keluar rumah,ya apa salahnya Ikhsan bawa Desy"


"Mmm ya sudah kalau begitu,tapi jangan lama lama dua jam lagi papa kamu pulang" Norma tersenyum kepada ikhsan.


"Ya sudah Ma Ikhsan pergi dulu ya"


"Eh tunggu dulu,mama titip nanti buat istri kamu cemilan ini,tadi baru aja mama buat" Norma sibuk membungkusi cemilan didalam kantungan plastik.


"Nanti saja Ikhsan bawa kerumah Ikhsan ma,sudah ma Ikhsan pergi dulu nanti doorsmeer nya keburu tutup karena ini udah sore" Pria itu langsung bergegas pergi meninggalkan dapur.


Norma hanya geleng kepala sembari tersenyum dengan hati yang tidak curiga,demi Desy Ikhsan terpaksa berbohong padahal dia jarang membohongi orang yang telah melahirkan Ikhsan.

__ADS_1


"Bang kita dikasih pergi?" Tanya Desy yang sudah bersiap diri didepan pintu utama.


"Huh gara gara kamu Abang jadi berdosa,ayo cepat" Jawab Ikhsan yang sudah berjalan menuju garasi mobil.


"Dosa apa'an aneh kamu bang" Sungut Desy mengikuti Ikhsan berjalan.


"Dosa bohongi mama cari alasan tepat buat bawa kamu pergi dari rumah"


"Abang enggak ikhlas nih ceritanya?" Sungut Desy sembari tangannya membuka pintu mobil.


"Bukan enggak ikhlas dek,tapi enggak enak aja" Kata Ikhsan yang sudah didalam mobil.


"Tapi makasih ya bang,mau bantu Desy" Gadis ini merangkul saudaranya dan membuat Ikhsan terkejut karena baru kali ini dapat ucapan terima kasih dengan adikknya sendiri.


"Mmm kalau ada maunya baik baik" Sembari tangannya memutar kunci kontak mobil seketika mesin mobil hidup dan mobil tersebut melaju untuk keluar dari pekarangan rumah.


"Dia ada dimana bang?,kita mau kemana temu Mario?" Tanya Desy yang sudah tidak sabar.


"Pakai tuh sabuk pengaman kamu,entar ditangkap sat lantas lho"


"Ih abangkan polisi ngapai pakai sabuk pengaman"


"Jangan bandal dibilangi ya,mau polisi kita harus patuhi,cepat pakai jawab aja kalau dibilangi" Titah Ikhsan sembari fokus nyetir.


"Iya iya,bawel kali" Sungut Desy yang menarik sabuk pengaman lalu memasangnya.


Biasanya Desy tidak menurut entah kenapa kali ini dia menuruti perkataan Ikhsan,mungkin karena Ikhsan membantu Desy dan


setelah itu mobil terus melaju ketengah kota sampai berhenti dilampu merah.


"Ya lama lah ini,terobos aja kenapa bang,Desy selalu terobos,mana perduli Desy" Kata Desy yang terlihat tidak sabar untuk bertemu Mario.


"Udah gila kamu,apa belum minum obat?" Lengan kiri Ikhsan mendarat dikening Desy.


"Layas kali bah tangan abang,huh" Sungut Desy sembari menepis tangan Ikhsan.


"Ahahah itu yang abang suka dari kamu Des sensian,bebal,tukang melawan" Ikhsan geleng kepala sembari menyetir.

__ADS_1


"Huh" Desy menggerutu karena Ikhsan terus saja menggodanya,setelah lampu merah berganti hijau mobil itu terus melaju dan berbelok sedikit menuju hotel dimana Mario menginap dihotel tersebut.


Bersambung*


__ADS_2