
"ckck"
Mario kecap mulut saat melihat handphone ditangannya,perasaannya bercampur aduk karena sudah seharian Desy tidak memberi kabar,sampai sore ini Desy juga tak kunjung memberi pesan atau vidio call dari whatsupnya.
"Ngapai ya dia kok enggak ada kabar sedari tadi malam ?" Batin Mario dengan rasa frustasi.
Sesekali mata Mario melirik Handphone miliknya yang terletak diatas meja nakas,siapa tau Desy membalas pesannya.Mario mendengus kesal sembari kedua tangannya sibuk membersihkan lantai kamar hotel.
"Mending pulang" Katanya sendiri sembari menaruh alat bersih bersih begitu saja dikamar hotel,Mario tidak perduli karena baru kali ini pekerjaannya tidak becus,biarlah karyawan sini mau berkata apa pikir Mario.
"Mario !" Panggilan dari suara pemuda saat diruang receptionis,Mario membalikan tubuhnya untuk melihat suara siapa yang menyebut namanya,padahal sedikit lagi kaki Mario akan keluar dari hotel ini.
"Capek banget ngejari kamu".Kata Dana sembari mengatur nafas saat berlarian mengejar Mario.
"Ada apa dan?,aku mau pulang" Tanya Mario dengan kerut alis.
"Pekerjaan kamu belum selesai kenapa kamu mau pulang,aku lihat kamu ninggalin sapu dikamar tiga delapan itu,entar ibu Sarah marah kalau tugasmu belum selesai" Sahut Dana sembari mengkerutkan dahi.
"Aku kurang sehat,sudahlah aku mau pulang biarlah dipecat !" Balas Mario datar dan berjalan pergi begitu saja meninggalkan Dana.
"Dikasih tau jawabnya gitu,enggak sadar diri wajah aja yang ganteng jalannya gemulai gitu" Ngumpat Dana dengan perasaan kesal dan melihat Mario berjalan gemulai masuk kedalam taxy online.
Mario pergi naik taxy online dan mengutak atik handphone kepunyaan Mario,melihat lagi mana tau pesan whatsupnya dibalas Desy.
"Masih centang satu,kemana sih dia?" Katanya sendiri dengan cemas hati dan ingin kerumah Desy,tetapi Mario tidak tau alamatnya karena mereka selama ini berkomunikasi dari handphone saja.
Hati Mario merasa kehilangan karena biasanya Desy langsung menjemputnya dan menggangunya saat jam kerja dengan vidio call. Satu hari tidak melihat wajah cantik Desy rasanya hampa sekali.
Kaki ini berjalan malas menuju pintu pagar rumah saat turun dari taxy online,Mario menutup pintu pagar rumah hendak masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Tok tok tok "
Tangan Mario mengetuk pintu rumah karena Rena saat ini masih didalam rumah,sedetik kemudian pintu rumah terbuka saat Rena meyambut dengan perasaan heran dan melihat raut wajah Mario yang masam.
"Tumben cepat pulang?,mana Desy biasanya pulang sama dia?" Tanya Rena sembari menutup pintu.
Bibir Mario terdiam tanpa kata dan meletakkan tas ransel yang iya cincing dari tadi keatas sofa begitu saja,dengan lemas Pemuda ini duduk dan mengacak rambutnya sendiri.
"Kenapa wajahmu kusam gitu? ada masalah dikerjaan?,kau belum jawab pertanyaanku tadi" Tukas Rena lagi yang sudah duduk dihadapan Mario.
"Lagi malas mbak" jawab Mario singkat dan mengutak atik handphone miliknya lagi.
"Kamu galau ya ?,coba cerita siapa tau aku bisa bantu " Sahut Rena sembari memperhatikan tingkah Mario yang fokus memegang handphone.
"Enggak galau cuma cemas aja mbak,Desy dari tadi malam enggak ada kabar mbak" Jawabnya dengan mendengus nafas kasar berkali kali.
"Bodoh itu namanya kamu galau,artinya kamu rindu dan rindu berarti ada rasa" Sahut Rena dengan tersenyum lebar.
"Baru semalam gadis itu enggak ada kabar kamu udah kelimpungan,Orang yang sudah jatuh cinta pasti kecarian kalau pasangannya enggak ada kabar" Sambung Rena menatap wajah Mario yang terlihat kusam.
Mario terdiam sejenak karena ucapan Rena apa benar hatinya sudah berlabuh kepada Desy?,Ah Mario belum bisa berkata lebih ataupun menyatakan cinta pada gadis yang selama ini menemaninya setiap hari.
"Mbak apa benar yang embak bilang?" Tanya Mario lagi karena ragu tentang perasaannya.
"Bodoh,Aku sudah banyak mengarungi bahtera cinta Mario,kau sudah jatuh cinta padanya,sudah jangan kau pungkiri lagi Mario" Jawab Rena dengan tersenyum kecil.
"Aku enggak yakin mbak,Aku takut menyatakan perasaanku ini,Aku juga takut suatu hari Desy akan tau masa laluku dan umurku sudah dua puluh tujuh tahun tidak pernah disentuh wanita sedikitpun mbak dan baru kali ini dengan Desy rasanya gimana gitu" Balas Mario panjang lebar dengan wajah sedih.
"Susah menjelaskan itu kepadamu Mario" Sahut Rena berfikir karena tau masa lalu Mario dengan rinci.
__ADS_1
"Apa perasaanku sudah normal ya mbak?,Aku mau hidup normal mbak selayaknya laki laki mencintai wanita bukan mencintai sejenisku seperti perasaanku dulu" Tukas Mario dengan suara bergetar dengan mata yang mulai mengembun.
Rena berdiri dari duduk dan mendekati Mario yang sudah dipenuhi kecemasan batin,lalu Rena duduk disampingnya dan memegang kedua jemari Mario seakan memberi semangat untuk melanjutkan hidup.
"Tidak ada yang tidak bisa kalau kau benar benar bertobat dan berniat merubah hidupmu Mario,kau harus kuat dan bisa merubah takdirmu sendiri,bulatkan tekadmu untuk merubah sikapmu yang masih feminim itu,mbak sudah menolongmu merubah semua penampilanmu sekarang hanya kau sendiri yang bisa merubah sikapmu dihadapan semua orang" Kata Rena dengan panjang lebar.
Selama ini memang Rena yang berusaha membantu penampilan Mario layaknya lelaki tulen,tapi jiwa feminim Mario masih melekat bagai lem yang kuat sulit diubah dalam sekejap.
"Kalau Desy tau masa laluku mbak pasti dia akan menjahuiku mbak,Aku takut mbak" Kata Mario lagi dengan buliran air mata yang tidak dapat lagi iya bendung.
"Bodoh cowok kenapa menangis,usap air mata kamu aku tidak suka kau jadi lemah Mario" Sahut Rena dengan kesal hati karena melihat Mario menangis seunggukan.
"Kalau cinta tidak memandang masa lalu pahit atau jeleknya Mario,kau harus yakin,aku bisa nilai Desy anak yang baik jalani saja dulu Mario jangan jadi pesimis yang merengek saja,kau harus yakin pada niatmu yang ingin bertobat,sudahlah Mario mbak mau kerja" Tukas Rena berdiri dari duduk dan melihat Mario mengusap air mata.
"Terima kasih ya mbak" Kata Mario dengan semangat karena mendegar petuah dari Rena.
"Iya"
Jawab singkat Rena saat berdiri didepan pintu kamar hendak masuk kedalam,Rena walaupun cerewet dia sangat memperhatikan Mario,padahal dulu awalnya dia tidak suka saat Mario baru datang dan ingin menumpang dirumah Rena.
******************Skip
Kembali bersama rumah sebelah,rumah Maryam dengan Mawar,wanita setengah baya ini sibuk membersihkan kamar kepunyaan Mawar,sedangkan Mawar masih didalam kamar mandi guna membersihkan diri.
Dari kemarin Mawar jadi jarang bicara dan tidak ada senyuman didalam bibir mungilnya itu,Dia hanya termenung menahan kepahitan tentang masalahnya sendiri dan tidak ada siapapun yang tau.
"Apa ini !"
Gumam Maryam saat melihat sebuah tes kehamilan yang terletak dibawah susunan baju baju Mawar didalam lemari.Seperti ada Api yang terbakar serta terkejut dihati Maryam saat melihat tes kehamilan tersebut bergaris dua.
__ADS_1
Bersambung*