KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 15


__ADS_3

Mario masih duduk disofa ruang tamu menunggu Rena pulang,iya tidak tau apa yang Rena lakukan kepada Sarah?,Apalagi Rena sampai begitu marah kepada Sarah pasti mereka sudah ribut,fikiran Mario jadi tidak tenang.


Tok tok tok


Mario membuka pintu karena tau Rena yang datang,terlihat dengan wajah yang masih merah padam mungkin dia masih emosi.Rena tanpa kata masuk kedalam rumah dan tangan Mario menutup pintu.


"Mbak udah ketemu sam----".


"Mulai besok kalau kamu kerja jangan mau dipanggil janda gatel itu keruangannya kalau tidak penting sekali,ingat itu Mario !" Titah Rena dengan suara meninggi berdiri didepan kamarnya.


"Baik mbak" Turutnya tidak mau berbicara lagi takut berpanjangan,setelah itu Rena masuk kedalam kamar dan mengunci kamar,lalu kedua kaki Mario langsung berjalan ingin kembali kekamar.


"Mario tunggu !" Panggil Rena setelah membuka pintu kamarnya,wanita itu berjalan kearahnya yang sudah sampai diruang tengah,Rena membawa kotak berwarna putih.


"Ini Ambil kamu enggak punya ini,biar enak kita komunikasi " Tukas Rena lagi memberi kotak berisikan Handphone.


"Mbak ini mahal,Mario enggak mau menerimanya" Jawab Mario menolak langsung dan memberikan kotak Handphone kembali ditangan Rena.


"Sudah lama ini mbak beli,ini memang mbak belikan khusus buat kamu udah terima aja"Balas Rena dan menaruh kotak berisikan Handphone diatas tangan Mario.


"Ya sudah deh,entar Mario bayar sewaktu gajian mbak" Balasnya lagi,lalu Mario membuka kotak tersebut.


"Ya terserah kamu, intinya turuti kata aku jauhi Sarah,ya sudah aku kekamar dulu mau siap siap pergi karena Jimmy mau jemput" Kata Rena berbalik badan dan melangkah menuju kamarnya.


Mario diam saja dan berjalan masuk kedalam kamar,senang sih dibelikan handphone baru apalagi iya tidak pernah pakai handphone semahal itu,dahulu Mario pakai handphone biasa yang tidak bisa internet hanya terima pesan masuk dan panggilan masuk saja.


"Wah ini model terbaru,Ram delapan makasih mbak Rena" Ucap Mario sendiri saat memakai handphone tersebut dengan nomor kartu paket sudah ada didalamnya,Kini iya duduk ditepi ranjang dengan rasa bahagia.


"Mario !,Mario !" Panggil Rena dari arah ruang makan,Mario langsung berdiri dari duduk dan membuka pintu kamar,mata Mario melihat Rena sudah memakai Gaun sexy berwarna merah.

__ADS_1


"Ya mbak" Jawab Mario tersenyum dengan tangan memegang handphone pemberian Rena.


"Nomor whatsup aku sudah disave didalam handphone kamu,ya sudah aku pergi dulu kunci pintunya Mario " Kata Rena dengan buru buru berjalan kearah pintu utama.


"Mbak Rena,Mario enggak pandai pakai Handphone begini,dulu punya Tiny juga pakai whatsup tapi enggak begitu canggih seperti ini, entar ajari Mario ya".Tukasnya berjalan cepat menyusul Rena yang sudah pakai sepatu hak Heels.


"Iya ntar diajari,udah dulu ya aku buru buru,Jimmy udah didepan" Jawab Rena langsung keluar dari pintu kamar.


Mario tidak perduli Rena pergi mau kemana karena pikirannya fokus dengan handphone baru,tangan Mario mengotak atik apa yang iya bisa dari dalam handphone tersebut.Mario tidak sadar berdiri didepan balkon teras rumah.


"Bang Mario serius benar !" Kata Mawar yang sedari tadi ternyata memperhatikan Mario.Mario tidak menggubris suara manja Mawar karena mata dan pikiran kearah mesin telekomunikasi dan gadget yang bisa membuat orang orang lupa diri.


"Abang Mario !!, sombong ya !!" Kata Mawar lagi dengan suara meninggi dengan sedikit kesal,langsung kepala Mario menoleh kearah kiri melihat wajah Mawar dengan bibir yang mengerucut.


"Eh maaf Mawar aku lagi fokus,kamu lagi ngapai?,Hehehe..".Jawab Mario dengan salah tingkah,lalu iya menyimpan handphone didalam saku celana.


"Dipanggil diam aja,Lihat handphone melulu sampai lupa sama suara Mawar,bagi dong nomor whatsupnya?" Kata Mawar dengan sumringah terlihat wajahnya penuh harapan.


"Kok payah disimpan sih?"Batin Mario didalam hati bingung,sementara Mawar lagi fokus dengan handphone miliknya.Lebih baik Mario simpan saja ini handphone kedalam saku celana biar gadis ini tidak bertanya lagi.


"Mawar rumah kamu sepi,ibu kamu mana?" Tanya Mario dengan melihat balkon teras Mawar seperti tidak berpenghuni.


"Ibu lagi dirumah bibi bang,dia menginap disana" Jawab Mawar dengan senyuman


Mario terdiam sekelak dengan apa yang dikatakan Mawar barusan,Ibunya menginap dirumah bibi sementara Mawar tidur sendirian dirumah sepetak itu?,apa mawar enggak takut ada apa apa?.


Cerita Mawar dia adalah anak tunggal dari ibunya yang bernama Maryam,Suami Maryam sudah lama wafat semenjak Mawar berumur satu tahun,gadis tersebut kurang kasih sayang dan tidak pernah merasakan figur seorang Ayah dan Mario masih beruntung bisa melihat wajah bapaknya sendiri walau Mario sangat membencinya.


Maryam bekerja sebagai buruh cuci keliling disetiap pintu kepintu rumah bagi orang yang membutuhkan jasanya dan kalau malam iya berdagang jagung bakar ditengah kota.

__ADS_1


Sedangkan Mawar masih mengganggur dengan tamatan Sekolah menengah pertama doang atau SMP,karena Maryam tidak mampu menyekolahkan lebih tinggi,apalagi Mawar sudah malas untuk sekolah.


"Bang udah dulu ya,Mawar mau lihat Bella didalam kamar" Tukas Mawar dengan baju minim yang iya kenakan,walau mata Mario risih melihat Mawar yang tampil selalu sexy Mario kini mulai terbiasa.


"Ok Mawar" Kata Mario.


Gadis bohay itu berjalan lenggak lenggok masuk kedalam rumah dengan tidak menutup pintu rumah,Mario sangat heran malam malam begini sudah jam sebelas kenapa Mawar masih saja membuka pintu.


"Apa aku suruh saja ya Mawar menutup pintu,ini sudah sepi apa enggak takut dia" Kata Mario sendiri tetap fokus melihat pintu rumah Mawar terbuka lebar lebar. Tapi niat itu tidak Mario lakukan karena mungkin sebentar lagi Mawar akan menutup pintu rumahnya.


Kini Mario berjalan masuk kedalam rumah setelah mengunci pintu utama rumah,Mario ingin berbaring didalam kamar karena tubuh sudah mulai lelah.


Sesaat kemudian Mario sudah didepan pintu kamar dan menekan knop pintu,lalu Mario masuk kedalam dan mengunci pintu kamar.


"Haahahhaha"


Disamping kamar Mario tiba tiba terdengar suara Mawar yang tertawa lepas,samar samar Mario mendengar suara seorang pria dibalik kamar Mawar,Niat berbaring tidak jadi karena penasaran mulai menyelimuti hati Mario.


Perlahan Mario buka jendela dan menyingkap horden sedikit mengintip dari celahnya.Tapi apa yang iya lihat ternyata kosong apalagi jendela milik Mawar tertutup rapat.


"Suara apa itu ,enggak ada Mawar ah apa aku halu?,kok seram ya"


Mario bergidik ngeri dan langsung menutup jendela,dengan rasa takut cepat cepat Mario baringkan tubuhnya lalu menarik selimut untuk cepat tidur malam ini.


*******Skip


Disisi lain gadis cantik bernama Mawar dia berjalan menutup pintu rumah setelah memeriksa keamanan,Mawar mengunci pintu rumah rapat rapat.


Sebuah tangan besar dan kekar memeluk pinggul Mawar dengan Mesra dari belakang,lalu bibir tebal nan indah mengecup nakal kuping Mawar dengan penuh gairah.

__ADS_1


"Andy kamu genit banget" Tukas Mawar dengan membalikan badan dan memeluk Pria tampan kekar tersebut.


Bersambung*


__ADS_2