
Didalam kamar mandi Mario cemas sejak diberitahu Rena soal Desy mau datang,tetapi Mario tidak mampu lagi mengulur waktu akhirnya pemuda ini mengalah dan keluar dari kamar mandi.
Mario melihat wajah berang Maryam karena memang dia terlalu lama didalam kamar mandi, Pemuda ini tanpa bicara berjalan kearah ruang tamu didepan penghulu. Diikuti Maryam yang berjalan dibelakang Mario.
Terlihat Wajah Rena yang sudah pasrah karena Desy juga tidak kunjung tiba,Mario sudah duduk disamping Mawar yang bersiap diri akan menikah.
"Saya tidak akan mengulur waktu lagi Nak Mario,ayo kita mulai" Titah Pak Penghulu saat mengulurkan tangan diatas meja kecil hendak menikahkan Mario dengan Mawar.
Dengan tangan bergetar dan tidak rela Mario menjabat tangan Pak penghulu,Pak penghulu geleng kepala merasakan jemari Mario sangat dingin sekali.
"Tenang nak Mario jangan tegang begitu,tarik nafas dalam dalam saya tidak akan menggigit Anda" Ucap Pak Penghulu dengan maksud bercanda,Mario tersenyum kecut dan menuruti saja menarik nafas dalam dalam supaya sedikit nyaman.
"Saya terima nikah Mawarni Binti alamarhum Bento maharnya seperangkat alat sholat tunai" Suara Bapak Penghulu didepan Mario.
"Say-" Mario tidak bisa melanjutkan karena gugup apalagi dia menikah dengan paksaan,Maryam menahan Emosi dengan Mario yang tidak becus bicara membuat bapak penghulu mengulang kembali Ijab Qabul ini.
"Nak Mario jangan tegang gitu,nanti malamkan bisa tegang ehehe" Kata bapak Penghulu niat bercanda supaya Mario bisa lebih santai.
"Mario kau harus berusaha" Sambung Maryam menahan emosi dan menyuruh bapak penghulu melanjutkan lagi Ijab Qabul yang belum kelar. Sedangkan Rena tersenyum getir dengan kecemasan dihati.
Mawar ingin saja lari dari sini tapi mau gimana lagi sudah terlanjur dihadapan semua orang,Bapak penghulu sudah siap melanjutkan lagi dan menjabat tangan Mario.
"Saya terim...." Terpotong.
"Mario !,Aku tidak terima kau menikahi dia,tega sekali kau mau meninggalkan Aku yang sudah hamil dua bulan ini !!" Ketus Desy datang tiba tiba dengan wajah merah padam.
"Hah !" Mario terkejut dengan kedatangan Desy yang mengaku hamil padanya,padahal sewaktu pacaran mereka cuma sekedar berciuman saja,kenapa sekarang bisa hamil?.
"Plak "
Desy dengan wajah marah menampar halus Mario tanpa panas dipipinya,pemuda ini diam saja terpaku merasa yang didepannya bukanlah sikap Desy.Rena terkejut dengan tersenyum didalam hati.
"Hei jangan ganggu pernikahan Anakku!,dasar gadis gila mengaku hamil !" Tukas Maryam sedari tadi menahan emosi.
__ADS_1
"Kau yang gila,dasar nenek sihir !!" Balas Desy dengan bibir mencibir.
"Mario apa yang kau lakukan,ckckc..!!" Sambung Rena dengan wajah serius.
"Aku tidak mungkin melak----" Mario tidak melanjutkan bicaranya karena langsung dipotong Mawar.
"Pak penghulu saya tidak mau menikah sama Mario !" Tambah Mawar lagi supaya banyak pendukung Desy. Mawar Membelalakan mata pada Mario, Pemuda ini semakin bingung kenapa semua memusuhinya padahal dia yang korban disini.Apalagi Rena tadi cuma menyuruh Mario untuk mengulur waktu.
"Mawar apa yang kau lakukan?" Tanya Maryam membelalakan mata kepada Mawar. Ingin sekali Maryam menarik rambut Mawar tetapi itu tidak dia lakukan karena banyak orang.
"Aku tidak mau menikah sama buaya buntung kayak dia !" Menunjuk Mario dengan tatapan dingin. Maryam semakin geram dengan ocehan Mawar lagi.
"Buaya buntung?,Aku !" Gumam Mario yang semakin tidak mengerti ada apa diruangan ini. Rena langsung menarik Mario dan memberi kode mata supaya dia lebih baik diam saja.
"Aduh karena kalian saya jadi telat menikahkan pasangan dikomplek Sebelah" Tukas Pak Penghulu yang sedari tadi bingung sambil memperhatikan.
"Nikahkan saja mereka Pak,Ayo Mawar kau duduk kembali !" Titah Maryam dengan wajah marah.
"Nenek sihir Aku ada kejutan buat kamu,Mawar tidak usah kau nikahkan dengan Mario,karena Aku hamil anak Mario!" Bisik Desy mendekati Maryam.
"Apa kau bilang,aku nenek sihir?!!" Emosi Maryam mulai meledak ledak.
"Calon menantumu yang sebenarnya ada diluar,ayah dari anak yang dikandung Mawar,jadi tolong lepaskan Mario atau aku akan membeberkan semuanya disini" Bisik Desy lagi kepada Maryam.
Wajah Maryam yang marah jadi berubah dengan rasa takut karena ancaman Desy,wanita setengah baya yang licik ini akhirnya tidak bisa berkutik. Dia berjalan mundur mulai menyerah takut kalau Desy menggonggong pada tamu yang ada disini.
"Anak sialan !,dari mana dia tau kalau anakku lagi hamil !" Batin Maryam geram sekali.
Semua tamu dengan wajah aneh berbisik bisik mungkin menceritakan kejadian ini,mereka juga bingung. Penghulu hendak pulang Maryam diam saja karena takut ancaman Desy.
"Pak tunggu sebentar Pak,Bapak akan tetap menikahkan Mawar,tunggu ya" Tukas Desy berjalan kearah mobilnya.
Semua pada bingung sekali dengan kejadian ini tetapi tidak ada yang berani bertanya, Desy mencengkram kerah baju Pemuda yang iya bawa,lalu Pemuda ini tertunduk didepan pintu dengan hati yang terpaksa.
__ADS_1
"Andy..." Gumam maryam serasa tidak percaya,waktu kemarin Andy bersikeras tidak mau bertanggung jawab,kenapa sekarang dia ada disini?,apakah karena gadis itu?, hati Maryam bertanya tanya heran.
"Kau bicara bersedia menikah dengan Mawar,atau kuretakkan rahang sama ginjalmu itu,aku juga tau siapa kau sebenarnya !" Bisik Desy dikuping Andy.
Andy terperanjat ketakutan langsung berjalan mendekati Mawar,Mario baru menyadari kalau Desy cuma berakting karena Rena memberikan kode sedari tadi dengan matanya yang berkedip satu.
"Mawar menikahlah denganku,aku siap jadi suami kamu" Ucap Andy dengan tersenyum,padahal dihati Andy dia terpaksa menikahi Mawar Karena takut kepada Desy.
Mawar menjadi senang dan bahagia karena ayah biologis janin yang dikandungnya mau menikahinya,sementara Maryam tidak jadi marah karena cita citanya mencari menantu kaya ternyata kesampaian juga.
Desy sukses besar berakting didepan semua orang dengan mengaku hamil,demi cintanya pada Mario dia rela mengorbankan harga dirinya didepan semua orang dengan kehamilan palsunya yang diluar nikah.
Kini Desy membawa Mario keluar rumah Maryam menuju rumah Rena,sedangkan Rena sendiri masih berada dirumah Maryam menyaksikan pernikahan Mawar.
"Selamat ya Mawar rencana kita sukses besar dan kamu akhirnya menikah dengan orang yang tepat" Suara Rena ditelinga Mawar membuat Mawar anggukan kepala.
"Akhirnya kau menjadi menantuku juga,kau harus jaga putriku" Kata Maryam tersenyum puas,Andy hanya diam sembari mengepalkan tangan kesal dengan kenyataan ini.
Rena langsung pergi dari rumah Maryam berjalan menuju rumahnya Sendiri, wanita ini mengucap syukur karena Mario sudah selamat dari masalahanya sendiri.
"Desy kau sangat pintar,aku salut dengan kamu" Kata Rena yang sudah diruang tamu rumah.
"Baguskan aktingku mbak?" Sambung Desy dengan senyum kemenangan.
"Bagus banget,kau bisa memenangkan piala oscar,kau seperti wonder women menyelamatkan Pangeran dari cengkraman nenek sihir seperti Maryam Hahaah" Baru ini Rena tertawa menggelegar.
"Mario mana?" Tanya Rena lagi karena tidak ada Mario diruang tamu ini.
"Lagi dikamarnya mengganti baju mbak,kami mau pergi sebentar" sahut Desy sembari duduk disofa.
Mario memakai baju didalam kamar dengan buru buru karena tidak sabar ingin berduaan dengan Desy untuk melepas rindu.
Bersambung*
__ADS_1